Pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew, menyebut keberhasilan
Jerman menembus partai semifinal mengalahkan tuan rumah Brazil adalah berkat
doping yg dipakai anak asuhnya. Sang Pelatih menegaskan Tim Panser tidak gentar
dengan Brazil di kandangnya sendiri, berkat doping tersebut.
“Kami mempunyai doping yg tak dapat dideteksi oleh dokter
ahli FIFA,” kata Loew. Doping tersebut, tambahnya, merupakan formula
kimiawi baru bernama M-150, hasil
penemuan ahli kimia-farmasi dari Indonesia, Dr. Yandrizul Jung Rabbani, MMS, SMS.
Kabar yang menyebut personel Timnas Jerman telah mengakui menggunakan
doping benar adanya. Pengakuan tersebut dibuat Joachim Loew dalam wawancara di acara Satu Jam Bersama Joachim Loew
di studio TV One yang tayangannya belum lama ini disiarkan.
Dalam wawancara mengejutkan itu, Loew mengakui pemain tertentu telah menggunakan doping untuk memenangi kesemua laga yg sebelumnya, dan akan melakukan hal yg sama saat menghadapi Argentina di final nanti..
Dalam wawancara mengejutkan itu, Loew mengakui pemain tertentu telah menggunakan doping untuk memenangi kesemua laga yg sebelumnya, dan akan melakukan hal yg sama saat menghadapi Argentina di final nanti..
"Iya," aku Joachim Loew saat ditanya secara
langsung apakah anak asuhnya menggunakan doping untuk meningkatkan performa
dalam pertandingan sepak bola bergengsi tersebut.
Pertanyaan cukup menohok kini dilancarkan Kocu Ratuhapis, pewawancara TV One
tsb. Ia bertanya setelah sekian lama menyangkal mengapa baru sekarang Loew
mengakui Timnas Jerman menggunakan doping.
"Aku tidak tahu aku punya sebuah jawaban yang bagus," jawab pelatih Jerman itu. "Ini sudah terlambat, tambahnya, dan itu kami lakukan demi suatu ambisi, untuk menjadikan Jerman sebagi Tim Sepak Bola asal Eropa yg pertama kali dapat menjuarai Piala Dunia di Amerika Selatan,” pungkasnya. [hsbc]
"Aku tidak tahu aku punya sebuah jawaban yang bagus," jawab pelatih Jerman itu. "Ini sudah terlambat, tambahnya, dan itu kami lakukan demi suatu ambisi, untuk menjadikan Jerman sebagi Tim Sepak Bola asal Eropa yg pertama kali dapat menjuarai Piala Dunia di Amerika Selatan,” pungkasnya. [hsbc]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar