Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Mata Anjing Melihat Orang Rendah

Kasihan juga anjing, sering dipinjam namanya utk melukiskan hal yg buruk. Padahal anjing adalah hewan yg paling setia, berani membela manusia atau menyelamatkan majikan, walaupun harus menghadapi bahaya, mengorbankan dirinya sendiri.
Mungkin karena terlalu umum didengar orang, atau karena lebih cocok meminjam nama anjing, maka dipakai namanya utk dijadikan ungkapan yg tdk enak bagi anjing. Namun, masih ada pepatah lain juga yg mengangkat derajat anjing, sehingga tetap dihargai sebagai hewan yg mempunyai dedikasi dan kontribusi kepada manusia.
Seekor anjing yg terlatih atau tidak, secara naluriah akan menggonggong orang asing yg belum dikenalnya. Apalagi yg berpakaian kotor dan compang-camping, terus digonggong tak henti-hentinya. Jadi, sepertinya dia hanya menggonggong orang yg kelihatannya kurang berada.
Ungkapan di atas ini bukan untuk menjelaskan karakter anjing yg sdh menjadi naluri, melainkan dipakai utk menyindir orang yg sombong, yg suka memandang rendah orang lain, yg hanya menilai orang dari penampilannya saja. Atau juga orang yg merasa dirinya kaya, pintar, suka memandang orang lain dengan sinar mata yg meremehkan.
Orang yg sangat sombong hanya menghormati orang yg berada, berpakaian mewah, naik mobil, punya gedung, dan sebagainya. Terhadap orang yg dilihatnya kurang berada, dianggap rendah, akan diejek, dicemoohkan, dilecehkan, diremehkan, tidak dipandang sebelah mata olehnya. Kata-katanya ketus dan pedas, bersifat menghina atau bahkan menyakitkan.
Jeleknya, orang semacam ini tiba-tiba bisa menjadi sangat baik, bila ia butuh bantuan orang yg kurang berada, yg sebelumnya diremehkannya. Wajahnya jadi berubah manis, kata-katanya dibuat-buat seperti orang yg merengek. Kadang-kadang sampai berlutut pun ia berani memohon kepada orang yg sangat dibutuhkan bantuannya itu. Seperti seekor anjing yg menggoyang-goyangkan buntutnya, bila hendak meminta makan kpd majikannya.
Jadi, ungkapan ini tepat sekali utk menyindir dan menyadarkan orang-orang yg sombong, yg melihat ke atas saja. Tdk bisa menghormati atau menghargai orang yg tdk mampu, menganggap orang yg kurang berada sebagai orang yg rendah. Karena mereka suka melihat orang lain dgn kaca mata kemewahan, hanya ingin bergaul dgn kalangan atas, kelas elite, orang kaya, petinggi, orang berpengaruh dan sebagainya.
Kecuali ada perlunya, baru memohon-mohon kepada kalangan bawah, mereka dikatakan "seperti memiliki mata anjing", suka memandang rendah orang lain. Sebaliknya, dirinya juga akan dipandang rendah oleh orang lain.
Kita sendiri jangan sampai dikatakan memiliki mata anjing. Oleh karena itu biasakan bersikap wajar terhadap orang yg kelihatannya kurang mampu. Kalau tidak bisa membantunya, jangan merendahkannya. Karena orang yg dipandang rendah dapat merasa tersinggung dan sakit hati, akan menganggap kita jadi musuh. Kalau orangnya jahat, suatu waktu dikhawatirkan akan melakukan suatu tindakan yg merugikan diri kita atau keluarga kita.[-O-]

Kamis, 14 Oktober 2010

Sekolah GRATIS di Luar Negri

Enggak terasa ya, sebentar lagi udah mau kelulusan? Nah, kita harus udah mikirin mau ngelanjutin kuliah kemana dan jurusan apa. Bagi yg memilih Universitas negeri pasti sdh sibuk belajar.
TAPI, bagi mereka yg mau kuliah di luar negri, terutama mengejar beasiswa, mereka sibuk memenuhi persyaratan yg diminta universitas. Kalau kita perhatikan, peminat beasiswa luar negri cukup banyak ya.
Kenapa sih?
Nah, kali ini Z post mengangkat tema beasiswa di luar negri.
Tau nggak sih, banyak banget manfaat dari belajar di luar negri. Contoh, kamu bisa dapetin pengalaman baru kuliah di negri orang lain,belajar hidup mandiri, dan mendapat pengetahuan baru yg mungkin nggak ada di Indonesia.
Selain itu, kamu bisa menguasai banyak bahasa karena di sana kamu bertemu orang-orang dari berbagai negara. Sayangnya, mendapatkan beasiswa ke luar negri tdk semudah membeli kacang goreng di warung.
Banyak tantangan yg kamu hadapi. Mulai dari tes yg nggak gampang, saingan banyak banget, sampai biaya hidup tambahan yg harus kita persiapkan utk berjaga-jaga kalau kita kekurangan uang. Semua itu harus kamu pikirkan matang-matang. Kenapa? Karena utk mencapai semua itu, tak hanya dibutuhkan otak cerdas, tapi juga mental kuat.
Bayangkan kalau kita sdh mendapatkan beasiswa itu, tapi malah nggak bisa mempertahankan nilai dan nggak mampu bertahan di negri orang, sangat merepotkan, bukan?

Aplikasi
Utk mengirimkan aplikasi beasiswa, kita nggak bisa cuma mengandalkan tangan kosong dan doa. Ada syarat umum yg harus dipenuhi, diantaranya :
-Mengesahkan dokumen serta terjemahannya dalam bahasa Inggris.
-Membuat paspor.
-Mengurus transportasi selama di negara itu.
-Mengurus permohonan visa belajar di negara itu.
-Mengikuti tes TOEFL utk mengukur kemampuan dasar bahasa Inggris.
-Kalau perlu mengikuti tes SAT, tes standar masuk perguruan tinggi di luar negri.
Butuh waktu lama utk memenuhi persyaratan itu. Jadi, kalau kamu minat, ya mulai sekarang harus mempersiapkan berbagai persyaratan yg diminta.
Jika syarat sdh terpenuhi dan kita diterima di negara yg diinginkan, kamu boleh senang. Tapi ingat, perjuangan tak berhenti. kita harus pikirkan caranya mempertahankan beasiswa itu. Kita nggak cuma dituntut menjaga nilai agar memuaskan dan stabil, tapi juga bisa menjaga diri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
Ada banyak negara yg menawarkan beasiswa. Beberapa diantaranya adalah :
SINGAPURA
Singapura cukup royal memberikan beasiswa kpd pelajar asing. Beasiswa yg disediakan ada yg berbasis Coursework, yaitu membuat esai, dan berbasis riset S-1/S-2/S-3, yaitu secara proaktif kamu mencari sendiri profesor yg bisa membantu risetmu. Kalau si profesor tertarik, dia bisa memberikan alternatif research plan.

JERMAN
Bagi kamu yg berminat di bidang teknik, Jerman itu pilihan tepat. Sistem di Jerman sedikit berbeda. Pendidikan S-1 sama dgn pendidikan politeknik. Satu keuntungan berkuliah di Jerman, yakni tak dipungut biaya kuliah. Namun, biaya hidup ditanggung sendiri dan tergolong tinggi. Info lengkap beasiswa di Jerman bisa kamu dapatkan di DAAD, Indonesia.

BELANDA
Gak jauh berbeda dgn Jerman, Belanda juga nggak memungut biaya kuliah, tetapi khusus pd program internasional biasanya nggak gratis. Para pelajar harus memenuhi kebutuhan sehari- hari yg relatif tinggi. Pemerintah Belanda juga menyediakan beasiswa (disebut TALIS) yg lumayan banyak bagi pelajar asing.
Sebenarnya Universitas di Indonesia punya kualitas yg bagus. Lalu, kenapa minat kuliah di luar negri lebih besar? Itu mungkin karena kurangnya tawaran beasiswa dari Universitas di Indonesia. Jadinya, kita lebih tertarik dgn Universitas di luar negri karena tawaran beasiswanya banyak.

JEPANG
Setiap tahun pemerintah Jepang memberikan beasiswa Mombusho bagi pelajar Indonesia dalam dua kategori. Pertama, kamu sdh dicarikan profesor yg sesuai dgn minat dan risetmu. Kedua, kamu harus aktif mencari profesor sendiri dari Jepang. Sayangnya, Jepang termasuk yg paling jarang memberikan akomodasi penuh. Jadi, kamu mesti siap-siap buat biaya hidup di sana.[-O-]

Senin, 11 Oktober 2010

Bergaul Dengan Dua Pemikiran

Bahtiar Efendi merasa beruntung karena sempat mengecap pendidikan di pesantren, IAIN, dan Universitas di Amerika Serikat. Menurut dia, apa yg dia peroleh dari pesantren dan universitas tidak bertentangan. "Justru saling melengkapi," katanya.
Bahtiar remaja belajar di pesantren Pabelan, Muntilan, Jawa Tengah. Di pesantren itu, dia menyerap literatur pemikiran Islam klasik dan toleransi. Dia menyayangkan adanya persepsi yg keliru soal pesantren. Pesantren sering kali dianggap tradisional, kolot, dan radikal. "Itu tidak betul," katanya.
Pesantren Pabelan misalnya, adalah pesantren yg sangat terbuka. Tamu-tamu berdatangan dari mana-mana termasuk dari barat. Tidak ada fobia terhadap dunia Barat. Justru tamu dari barat dimanfaatkan para santri utk memperlancar bahasa Inggris, katanya.
"Saya heran mengapa pesantren dituduh menimbulkan radikalisme. Dengan sistem pesantren yg terbuka, tdk mungkin radikalisme muncul. Radikalisme pasti muncul di tempat lain di luar Indonesia," katanya.
Tahun 1976, bahtiar remaja lulus utk tingkat SMA dari Pabelan. Namun, dia memperpanjang masa SMA nya setelah mendapat beasiswa dari Amerika. Serikat utk mengikuti pelajaran kelas II di Colombia Falls High School, Montana, tahun 1977.
Sepulang dari AS, Bahtiar kembali ke Pabelan utk mengajar selama 1,5 tahun. Setelah itu, tahun 1979, dia melanjutkan kuliah di IAIN Jakarta (sekarang UIN) Fakultas Usuludin Jurusan Perbandingan Agama. Bahtiar lulus tahun 1985.
Bahtiar kemudian mendapat beasiswa utk kuliah S-2 di Ohio University, AS, bidang Studi Asia Tenggara. Setelah lulus tahun 1988, dia mengambil kuliah Ilmu Politik di Ohio State University utk tingkat S-2. Setelah lulus tahun 1991, dia melanjutkan kuliah S-3 di universitas dan lulsu tahun 1994. "Saya agak lama menulis disertasi karena saya suka menonton American Football," katanya. Selama di AS dia mempelajari teori dan metodologi ilmu. Ini bisa digunakan utk membedah berbagai persoalan secara sistematis.
Sepulang dari AS, Bahtiar mengajar di IAIN menggantikan Deliar Noer utk kuliah Pemikiran Politik Islam Modern Indonesia sampai sekarang. elain mengajar, setahun belakangan hingga Februari lalu, Bahtiar menjadi senior fellow di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technology University. "Tugas utama saya adalah mempersiapkan sebuah naskah tentang politik Islam pasca-Soeharto, tapi belum selesai," katanya.[-O-]

Senin, 27 September 2010

Marginalisasi Guru

GURU adalah profesi yg sangat agung karena dialah yg dipercaya melakukan campur tangan dalam proses pendidikan seorang anak manusia menjadi insan yg cerdas dan bermanfaat.

bermartabat. Cerdas karena memiliki kapasitas adaptasi dan kreasi. Bermartabat karena memiliki standar moralitas tertentu.
Karena pengabdiannya dalam pengajaran anggota masyarakat sejak usia dini, guru dimuliakan dgn gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi pertanyaan kita sekarang, sudahkah guru dimuliakan setara dgn misi suci dan agung dlm kehidupan manusia?

Utk bagian dunia yg lain, pertanyaan ini dijawab : sudah. Tetapi utk Indonesia, pertanyaan itu menyentil duka. Duka karena guru di negri ini, setelah go tahun merdeka, semakin termarginalisasi. Mereka adalah orang-orang yg terus-menerus ditendang ke pinggir. Marginalisasi guru seiring dan sejalan dgn peradaban politik yg kian menggeser dunia pendidikan pd umumnya ke tepi.

Penggusuran gedung-gedung sekolah dari pusat kota yg strategis utk digantikan oleh pusat-pusat perbelanjaan adalah contoh marginalisasi pendidikan yg dilaksanakan dgn dukungan penuh pemerintah. Bagaimana dunia pendidikan dan guru keagungan dan martabat kalau pemerintah mendukung buldoser yg meruntuhkan gedung sekolah agar hengkang ke pinggir?
Di tengah kegemerlapan nasib profesi lain, guru tenggelam dalam kemiskinan yg amat parah. Sebagai pegawai negri, mereka terperosok ke dalam kemiskinan karena kemampuan anggaran pemerintah yg tdk kunjung kuat. Tetapi alangkah menyakitkan ketika gaji guru tdk bisa dinaikkan ke tingkat yg layak, uang APBN yg dikorupsi setiap tahun tdk pernah kurang dari 30%.
Begitu menyedihkan ketika kita mendengar bagaimana para guru harus menjadi tukang ojek di luar jam sekolah utk mencukupi kebutuhan hidupnya. Bahkan kita pernah mendengar bagaimana seorang kepala sekolah di Tangerang terlibat dalam perampokan karena alasan kesejahteraan. Masih banyak nasib guru yg memilukan.
Konstitusi yg diamandemen memerintahkan secara jelas bahwa anggaran utk pendidikan adalah 20% dar APBN. Tetapi sejak konstitusi itu disahkan, pemerintah belum pernah memenuhinya. Mutu pendidikan dan kesejahteraan guru adalah dua sisi yg sama penting. tetapi di Indonesia, dua-duanya amat buruk. Mutu pendidikan buruk, kesejahteraan guru juga buruk.
Dahulu dunia pendidikan sering dikritik karena setiap kali ada mentri baru maka diciptakan kurikulum baru. Tidak ada konsistensi tentang mutu jangka panjang. Sekarang tidak banyak perubahan. Departemen Pendidikan di era reformasi menjadi portofolio politis karena menjadi jatah parpol yg mendukung presiden terpilih.
Bagaimana bangsa ini akan maju dan beradab kalau guru dan pendidikan selalu saja dipinggirkan. Ini pertanyaan yg pedih dalam rangka memperingati Hari ke-11 Guru yg dirayakan kemarin.[-O-]

Jumat, 10 September 2010

Pengaruh Lingkungan Terhadap kepribadian Anak

Lingkungan dapat mengubah kepribadian seseorang. Apa lagi jika mereka masih kecil dan polos. Untuk membentuk anak menjadi pribadi yg baik, memilih sekolah yg tepat patut dilakukan sejak dini.
Berbicara ttg sekolah yg tepat, tentu ada bbrp aspek yg dpt diperhatikan. Salah satunya adalah dari segi kurikulum. International Baccalaurete (IB) adalah salah satu kurikulum yg digunakan di sekolah international.
Menurut Kathryn Young, Executive Prinsipal Sinar Mas World Academy (SWA), SWA menggunakan IB sbg kurikulumnya. Sebab, program IB bersifat lebih internasional dan "menuntut". Menuntut disini dlm arti kurikulum IB akan membentuk murid tak hanya dari segi akademik, tetapi dari segi kepribadian.
"Kepribadian murid dpt dimulai dari hal-hal yg kecil seperti bagaimana mereka memperlakukan orang lain, entah terhadap guru, siswa atau pun tukang kebun," tambahnya.
Untuk menanamkan nilai-nilai kepribadian yg baik, murid-murid SWA sering mengadakan kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos utk gempa di padang. Dalam baksos tsb, murid-murid mengumpulkan barang-barang layak pakai dan dikemas dalam dus. Selain itu, mereka pun dilatih peduli dgn alam sekitar dgn mempelajari kehidupan laut dan membuat kompos dari makanan sisa.
Membentuk anak menjadi pribadi yg baik tentu tak hanya tanggung jawab sekolah. Di sini orang tua sebaiknya menjadi model yg baik utk anaknya. Contoh mudahnya, ketika orang tua hobi membaca, anakpun akan ikut-ikutan membaca.[-O-]

Jumat, 20 Agustus 2010

Saatnya Beralih ke Edutainment

Ketua Eksekutif Komisis Nasional Indonesia untuk UNESCO yg berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, Prof. DR Arief Rachman MPd, Rabu (27/5), mengatakan, pendidikan nasional tertinggal bukan semata karena terkendala masalah sistem atau anggaran yg terbatas.
Menurut Arief, justru proses mengajar di kelas yg cenderung kaku dan membosankan, karena hanya mengandalkan pendekatan fungsional, memiliki andil besar mengagalkan pencapaian tujuan pendidikan.
"Untuk itu sdh saatnya kita beralih ke edutainment. Cara mendidik yg menyeimbangkan pendidikan kurikulum yg tdk terlalu fungsional, tetapi juga tidak terlalu kontekstual," kata Arief, Rabu.
Arief mengemukakan pemikirannya itu dihadapan lebih dari 500 guru TK, SD, SMP, dan SMA, serta yg sederajat se-Jabotabek dalam seminar dgn tema "Edutainment Ancol sebagai Program Pendukung Pendidikan Berbasis Kompetensi."
Pendekatan edutainment, lanjut Arief, merupakan salah satu terobosan pembelajaran yg mementingkan pencapaian hasil berupa siswa-siswa yg bertakwa, berkepribadian matang, berilmu mutakhir dan berprestasi, memiliki rasa kebangsaan, dan berwawasan global. Siswa-siswa tsb diharapkan mampu berpikir kreatif, inisiatif, kritis, serta luwes dalam pergaulan sosial. Siswa-siswa itu juga tdk hanya menguasai ketrampilan (skills), tetapi juga memiliki kemampuan (competence).
Caranya, kata Arief, harus dimulai dari sikap guru. Seorang guru harus siap dgn senyum, salam, sapa, dan rasa sabar tak terbatas ketika bersama murid-muridnya. Guru juga wajib mengenal muridnya dan mengembangkan diskusi dlm kelas drpd penyampaian pelajaran satu arah.
Menyampaikan pelajaran hendaknya dgn banyak alat peraga dlm suasana bermain tetapi tidak dgn kebebasan yg kebablasan, serta perlu berkegiatan di luar kelas, belajar langsung di alam..
"Jadi guru itu harus menyenangkan. Berikan semua yg dibutuhkan siswa agar kemampuan otak dan emosional siswa seimbang. Jika apa yg saya bicarakan belum bisa dilaksanakan semua, tidak apa-apa. Sebisanya bapak ibu guru dulu saja," kata Arief.
Arief menambahkan, karena keterbatasan pihak sekolah, ia mendukung program edutaiment dlm setiap wahana di Ancol. Hal ini akan membantu guru dan orang tua dlm menyediakan sarjana pendidikan layak bagi anak-anaknya..
"Antusiasme peserta seminar terhadap konsep baru dlm dunia pendidikan amat tinggi. Sesuai saran pak Arief, tahun 2009 kami rencanakan menggelar lima seminar dan menerbitkan buku panduan edutainment di Ancol. Hal ini agar edutainment makin dikenal," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi.
Buku panduan itu akan berisi program-program edukasi dibalut permainan maupun rekreasi yg dpt dinikmati siswa maupun semua anggota keluarga saat mengunjungi Ancol.
Beberapa program yg telah diluncurkan adalah Educamp dan edutainment biologi di Gelanggang Samudra bekerja sama dgn Arus Liar dan Departemen Kelautan dan Perikanan, mengenai biota laut dan sejarah alam di Seaworld serta 4D Theatre, edutainment fisika dan Dunia Fantasi bekerja sama dgn Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), dan di Atlantis Water bersama Universitas Indonesia.[-O-]

Senin, 09 Agustus 2010

Mengenal Lebih Jauh Sekolah Internasional

Kemajuan dlm bidang kependidikan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas sekolah memacu bertumbuhnya banyak sekolah international di Indonesia, terutama di Jakarta. Kurikulum yg dipakai pun merupakan kurikulum khusus, antara lain Cambridge dan IB.

LABEL internasional dan kurikulum asing yg dipakai adakalanya menimbulkan kesan bahwa sekolah tersebut seakan-akan membentengi diri dgn budaya lokal, dalam hal ini budaya Indonesia. Malah, pendidikan moral dan kenegaraan, termasuk pendidikan agama menjadi bagian yg terpadu dan tak terlepaskan dalam mata pelajaran yg disusun.

Sekolah yg ideal menurut MS/HS Principal BINUS International School Serpong, Isaac Koh Siong Fei, yaitu sekolah yg menjadi "rumah utk belajar" bagi para murid. Ketika datang ke sekolah, murid-murid harus merasa aman dgn lingkungan sekolah, baik secara fisik, sosial dan emosional. Mereka senang datang ke sekolah sebagai rumah kedua karena guru-guru berusaha mengembangkan potensi mereka secara maksimal.

Lingkungan sekolah yg ideal seperti itulah yg berusaha dihadirkan oleh berbagai sekolah internasional yg berlomba-lomba utk menawarkan fasilitas terlengkap dan kualitas pendidikan terbaik. Jadi jgn heran apabila sekolah internasional memiliki gedung yg megah dan bagus, dilengkapi dgn fasilitas yg berstandar internasional pula. Demikian pula seluruh staf pendidik, pastinya dipilih yg ahli di bidangnya masing-masing.

Kelebihan lain yg dpt ditemui sebagai salah satu bagian dalam kurikulum sekolah internasional adalah para murid akan dididik utk berwirausaha. Ini merupakan sebuah tanda kemajuan dalam dunia pendidikan karena sekolah merupakan tempat yg paling ideal utk menanamkan kemampuan berwirausaha, apalagi bila dilakukan sejak dini.

Caranya pun beragam. Sekadar menyebut contoh, ECY/EL principal Binus International School Serpong Anwin Samsudi mengatakan bahwa sekolah mewajibkan murid SD utk ambil bagian dalam sebuah program yg disebut proyak tahunan guna mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Melalui program tersebut, dipercaya murid dpt membangun kemampuan bekerja sama, berunding dan berpresentasi.

Selain itu, dgn ambil bagian dalam proyek tahunan ini, di masa mendatang murid akan terdorong utk memiliki sikap berani mengambil resiko, bergantung pd diri sendiri, mandiri dan percaya diri dalam kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. Kemampuan-kemampuan tsb sangat penting utk dikuasai karena itulah yg dibutuhkan dunia saat ini. .

Untuk menggali motivasi murid supaya memiliki jiwa wirausaha, guru pun haruslah dapat menjadi sumber inspirasi mereka utk memiliki cita-cita yg kuat. Bahkan, setelah meninggalkan sekolah, cita-cita ini akan tetap menjadi dorongan yg kuat bagi mereka utk menjadi orang yg berhasil di masa depan.


Kemampuan Berbahasa Indonesia

Walaupun berstatus sekolah Internasional dan menggunakan bahasa Inggris sbg bahasa pengantar dalam proses pembelajaran, bukan berarti bahwa bahasa Indonesia ditinggalkan begitu saja. Hal ini disebabkan karena sebagian besar dari murid yg belajar di sekolah internasional adalah orang Indonesia, dgn bahasa Indonesia sbg bahasa ibu. Maka dari itu, bahasa Indonesia mendapat tempat istimewa, sehingga juga menjadi salah satu mata pelajaran yg diajarkan di sekolah agar para murid pun tetap dgn bahasa ibu mereka.

Pelajaran bahasa Indonesia diajarkan oleh guru professional dgn metode yg kreatif. Murid diarahkan utk memperdalam kemampuan bahasa Indonesia mereka. Hal ini juga didukung oleh lingkungan keluarga masing-masing murid, di mana bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa percakapan sehari-hari.


Kemampuan Berbahasa Inggris

Bahasa Inggris memang menjadi bahasa utama yg digunakan di sekolah Internasional. Murid yg telah dapat menguasai bahasa Inggris dgn baik tentu akan dapat mengikuti proses belajar mengajar dgn lebih mudah di kelas.

Kendati demikian, bukan menjadi suatu halangan bagi murid yg kurang kemampuan bahasa Inggrisnya utk dpt belajar di sekolah Internasional. Banyak murid yg tdk memiliki latar belakang bahasa Inggris sama sekali ketika masuk ke sekolah Internasional, tetapi kemudian dpt beradaptasi dgn baik. Usaha yg keras serta motivasi yg kuat mutlak dibutuhkan murid utk mengatasi kendala bahasa ini. Guru-gurupun selalu siap membantu dgn menganalisis kelemahan dan memberikan pelatihan utk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.

Dengan belajar di sekolah internasional, diharapkan agar para lulusannya dapat menjadi individu yg berkarakter, baik dari segi moral, kemampuan akademis maupun jiwa kepemimpinan. Sehingga di masa mendatang, mereka dpt menjadi bagian dari komunitas internasional, bahkan menjadi seorang pemimpin.[-O-].


Minggu, 08 Agustus 2010

ICT, Ilmu di Masa Depan

Setiap tahunnya, jumlah sarjana di Indonesia semakin bertambah. Persaingan kerjapun semakin ketat. Jangan pesimis, jadilah sarjana berbeda yg tak hanya menguasai satu ilmu, tetapi menguasai juga information communication, and Technology (ICT)
ICT memang berperan sangat besar di masa depan. Indikasinya dpt dilihat dari sekarang. Perhatikan saja lingkungan di sekitar anda. Mulai dari benda-benda kecil hingga skala yg yg besar tak lepas dari ICT. Hal serupa pun terjadi di dunia kerja.
Sebagai contoh, dulu seorang sarjana akuntansi dituntut utk menguasai ilmu akuntansi, seperti melakukan pembukuan secara manual. Kini seiring dgn kemajuan teknologi, seorang sarjana akuntansi diwajibkan juga menguasai ICT. Tak heran jika beberapa sarjana, mengikuti kursus komputer utk memperdalam kemampuannya dibidang ICT. Hal ini dilakukan utk menambah kompetensi mereka di dunia kerja nanti.

ICT
Melihat kondisi tsb, beberapa Perguruan Tinggi memberikan penekanan lebih pd pentingnya ICT ini. Salah satunya adalah Univ Multimedia Nusantara (UMN).
Johannes S Prajitno, M.Sc, Executive Rector UMN menuturkan, agar dpt bersaing di dunia kerja nanti, UMN berposros pd ICT. Jadi, semua jurusan diberikan mata kuliah pengenalan ICT. Kelebihannya, setelah lulus, mahasiswa akan memiliki kemampuan sesuai dgn bidang ilmu, ditambah kemampuan di bidang ICT.
Kemampuan ICT memang akan menjadi nilai tambah di sebuah perusahaan. Bayangkan saja, jika anda adalah seorang Sarjan Ekonomi yg ingin mencari pekerjaan di sebuah perusahaan, tentu anda harus bersaing dgn banyak competitor lain dari bidang yg sama. Nah, jika anda memiliki kemampuan lain, seperti ICT, kemampuan andapun akan lebih dipertimbangkan perusahaan. ICT dpt dikatakan ilmu masa depan yg bersifat inovatif. Tak heran jika seseorang yg memiliki kemampuan di bidang dpt embuka usaha sendiri. Jadi, mereka dapat memilih antara menjadi seorang professional, akademisi (peneliti), hingga technopreneur (wiraswasta di bidang ICT).
Jiwa wiraswasta memang tak mudah utk dibentuk. Namun, program magang dpt menjadi salah satu solusinya. Melalui magang, anda akan dihadapkan pd dunia kerja yg sebenarnya. ”Magang diharapkan dpt membuat mahasiswa tergerak jiwa wiraswastanya. Apalagi kami memiliki program kerja libur pd tahun pertama dan kedua, serta magang di perusahaan-perusahaan baik dalam maupun luar negri pd tahun ketiga," jelas Prajitno.

Karakter
Dr.Ir. Sugiarto M.Sc, Deputy Rector I UMN menuturkan, selain kemampuan akademik, pembentukan karakter pun penting utk bersaing di masa depan. "Oleh sebab itu, sekolah kami setiap tahunnya mengadakan tes urine, utk mencegah mahasiswa dari kecanduan narkoba," ujarnya.
Selain itu, jika mahasiswa terlambat lebih dari 15 menit, mereka tetapboleh masuk, ttapi tak boleh mengisi daftar hadir. Jika mereka bolos hingga tiga kali, mereka tidak boleh ikut UAS.
Aturan di atas memang terasa membebani mahasiswa. Namun, perlahan-lahan mahasiswa menjadi terbiasa disiplin. Orang tuapun merasa lebih tenang dan senang, sebab anaknya menjadi lebih disiplin dan terhindar dari bahaya narkoba.
Sistem ini berdampak positif dan tak mengurangi jumlah animo masyarakat menyekolahkan anaknya di tempat kami. Terbukti dgn semakin meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahun," ujar Prajitno.
Melihat perkembangan pendidikan ICT yg semakin maju di Indonesia, bukan hal yg muluk rasanya jika berharap negara Indonesia tak sekadar jadi pengguna, tetapi menjadi negara pencipta teknologi.[-O-]

Selasa, 27 Juli 2010

Kelahiran Bayi, Antara Bahagia dan Sedih

Raut bahagia tentu terpancar dari seorang ibu yg baru melahirkan seorang bayi yg lucu. Namun, dibalik raut tsb, tersirat perasaan khawatir mengenai masa depan sang anak. Terutama masalh kesehatan dan pendidikan ke depannya.

MASA depan memang sulit utk diprediksi. Apalagi jika berbicara masalah kesehatan dan pendidikan. Utk menjaga sang buah hati tetap sehat, ibu dpt menyiasatinya dgn berperilaku hidup sehat. Perilaku ini dpt dimulai dgn mencuci tangan sebelum mengajak main sang buah hati.

Selain kesehatan, pendidikanpun menjadi sebuah hal yg harus diperhatikan ibu, atau dalam hal ini orang tua. Pendidikan merupakan sebuah investasi di masa depan. Bisa dibilang, sukses atau tidaknya anak di masa depan, tergantung dari kualitas pendidikannya kelak.

Indikasinya dapat dilihat sekarang, ketika banyak orang yg kesulitan mencari kerja. Padahal beberapa dari mereka ada yg lulus S-1. Jika, sekarang lulusan S-1 saja tdk cukup, berarti di masa depan, anak harus bisa sekolah lebih tinggi lagi.

Menyekolahkan anak hingga jenjang pendidikan yg tinggi tentu tdk mudah. Apalagi jika melihat kondisi biaya yg semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh sebab itu, mempersiapkan dana pendidikan anak perlu dipikirkan dari sekarang.

Jika sekarang merasa memiliki dana yg cukup, bukan berarti jaminan bahwa anda pasti akan memiliki dana yg cukup juga ketika anak masuk sekolah nanti. Sebab, segala resiko dpt terjadi di masa depan. Contohnya, jika diasumsikan bahwa biaya pendidikan naik sebesar 10 % per tahun, maka kira-kira dalam 17 tahun mendatang, bukan tidak mungkin biaya kuliah selama 4 tahun di S1 dapat mencapai ratusan juta rupiah.



Siapkan Dana Pendidikan

Jika anda mulai menyisihkan dana dari sekarang, anda tentu dapat memperingan biaya ketika anak masuk sekolah nanti. Lain halnya, jika anda mulai menabung pd tahun ke-3 atau ke-5. Apalagi jika anda tdk mempersiapkan dana sama sekali, dan baru melakukannya pd bulan terakhir sebelum anak masuk sekolah.

Hal yg perlu diingat adalah bahwa mempersiapkan dana utk pendidikan atau sekolah berbeda dgn mempersiapkan dana utk beli mobil. Jika dana tdk cukup, anda bisa menunda rencana membeli mobil. Lain halnya dgn sekolah. Jika anda menunda sekolah, anak anda terpaksa menganggur satu tahun dan pengetahuannya akan tertinggal dari teman-teman sebayanya.

Lidya. Bran Manager Jhonson Baby menuturkan, menyiapkan dana pendidikan sejak dini sebaiknya perlu diperhatikan para orang tua. Oleh sebab itu, Johnson, sebagai salah satu brand yg mengerti kebutuhan ibu, memiliki program pendidikan.

Program ini telah berlangsung selama tiga tahun. Pada dua tahun sebelumnya, Johnson mengdakan undian nasional yg memberikan hadiah tabungan pendidikan dgn total sebesar Rp 500 juta kpd 45 ibu.

"Untuk tahun ini, total hadiah tabungannya sama yaitu sebesar Rp 500 juta. Namun, hadiah tsb akan dibagi ke lebih banyak orang, yaitu sekitar 320 ibu," jelas Lidya.

Selain menabung, andapun dpt berinvestasi melalui berbagai macam produk investasi seperti emas, saham, atau reksa dana. Jangan lupa, semua produk investasi yg memiliki kemungkinan utk bisa memberikan bunga (seperti tabungan atau deposito) atau naik nilainya (seperti saham atau reksa dana) memang dpt dipakai sbg alternatif investasi utk mempersiapkan dana pendidikan anak. Namun, setiap produk investasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.[-O-]


Senin, 05 Juli 2010

Berpikir Positif dengan Saling Memahami

Cara manusia memandang hal-hal di sekelilingnya ikut mempengaruhi pemikiran dan tindakan-tindakannya. Karena itu, utk membangun pemikiran positif utk Indonesia yg lebih baik, sikap saling memahami harus dirintis mulai dari skala individual, komunitas, hingga masyarakat berbangsa.
"Cara memahami yg efektif bisa bermacam-macam, terutama melalui membaca dan menyimak cara berpikir dan pengalaman orang per orang serta komunitas tertentu. Belajar pd sejarah dan pengalaman tokoh-tokoh pelakunya adalah hal yg sangat strategis dalam upaya mengantar Indonesia keluar dari krisis," ujar Robby Johan, mantan Direktur Bank Mandiri, seusai berbicara pd seminar Psychology Expo 2006 di Jakarta, Rabu (10/5).
Forum yg merupakan rangkaian Dies Natalis ke-53 Fakultas Psikologis UI itu menampilkan berbagai pelaku bisnis dgn mengajak semua pihak utk tak hanya menyoroti kekurangan atau kelemahan manusia Indonesia, tetapi juga mencari dan memahami kelebihan serta kekuatan manusia Indonesia. Dengan demikian, dimungkinkan muncul pemikiran mengantar bangsa ini ke kondisi lebih baik.
Dengan memahami pemikiran dan pengalaman orang lain, kata Robby Johan, akan terbentuk individu-individu yg berpikir produktif. Dengan memahami sejarah perjalanan bangsa dan pemikiran para pelakunya, akan terbuka wawasan luas bagi setiap komponen bangsa.[-O-]

Senin, 21 Juni 2010

ORANG TUA Kunci Mental Anak.

Uci, bocah berusia 11 tahun, pekan lalu nekat memanjat menara listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi 150.000 volt di Cilitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dalam keadaan marah , dia memanjat menara itu hingga ke puncak tanpa takut jatuh, sementara orang-orang yg berada di bawah sudah hampir pingsan melihatnya. Ibunya, Ehan (41), tak kuat berdiri melihat Uci beberapa kali disambar burung di puncak menara.

Uci nekat memanjat menara listrik karena tidak sabar menanti sepeda yg akan dipinjamnya pulang. Uci yg sangat gemar bermain sepeda harus meminjam sepeda milik Endang, tetangganya, kerana ayahnya tidak mampu membeli sepeda. Adapun Endang memerlukan sepeda itu untuk berjualan gas.

Untunglah, setelah dibujuk selama tiga jam dgn iming-iming sepeda, akhirnya Uci bersedia turun.

Kenekatan seorang bocah dalam melakukan hal-hal yg berbahaya, bahkan ada juga bocah yg bunuh diri, makin lama kerap terjadi. Pemicunya kadang kala masalah yg sangat sederhana. Apa yg mereka lakukan seperti orang dewasa lakukan. Ada yg gantung diri, ada yg terjun dari ketinggian, ada juga minum rcun serangga.

Menurut psikolog dari Universitas Indonesia,Kristi Purwandari, penyebab bunuh diri tidak sesederhana seperti putus cinta, tertekan di sekolah, atau bertengkar dgn orang tuanya. (Kompas,5/4/2009).

Kristi mengatakan, praktisi kesehatan mental biasanya akan memilah faktor predisposisi (faktor pemberi pengaruh yg bersifat lebih mendasar) dari faktor pencetus situasional. Putus cinta faktor pencetus, tetapi kemungkinan besar ada faktor lebih mendasar, misalnya kerentanan pribadi menghadapi tekanan. Tentu situasi sangat sulit dapat mempermudah orang kurang tangguh menghayati keputusan dan ketidak berdayaan.

Sementara itu, pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Adriana S Ginanjar, mengatakan, apa yg dilakukan anak-anak dalam menghabiskan hidupnya adalah mencontoh apa yg orang dewasa lakukan. ”Mereka mendapatkan informasi itu dari televisi, dari koran, atau dari pembicaraan dgn teman-temannya,” kata psikolog yg biasa dipanggil Ina itu.


Depresi

Dari Survei Kesehatan Rumah Tangga 1995 yg dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan, diketahui, prevalensi anak (5-14 tahun) yg mengalami gangguan mental adalah 104 dari 1.000 anak, sementara orang dewasa yg mengalami gangguan mental 140 dari 1.000 orang dewasa.

Belum ada data mutakhir utk gangguan mental. Namun, Arist Merdeka Sirait, Sekjen komnas Perlindungan Anak, memperkirakan, anak yg mengalami stress dan depresi saat ini lebih banyak. "Situasi sosial ekonomi sekarang makin sulit dibandingkan empat belas tahun lalu. Orang tua pasti stress. Jika orang tua stres, anakpun akan tertekan," kata Arist.

Data di Litbang Kompas menunjukan , sepanjang tahun 2005-2008 ada 26 anak berus!a 5-17 tahun yg bunuh diri. Tingginya angka anak yg bunuh diri menunjukan anak tidak sekadar stress, tetap sdh mengalami depresi. Dengan informasi dan wawasan yg belum luas, seorang anak yg depressi bisa mengambil tidakan yg berbahaya.

Ina mengatakan, orang tua dgn kondisi sosial ekonomi menengah ke bawah sering kali kesulitan memberikan perhatian kepada anak, karena mereka sudah kelelahan mancari nafkah.

Uci Datang dari keluarga dgn ekonomi lemah. Kedua orang tuanya sibuk berjualan tahu goreng keliling. Ketika Uci meminta sesuatu, bisa jadi karena tidak sanggup memenuhi dan sudah kelelahan, Uci justru dimarahi. Dia lalu naik ke menara. Kenekatan Uci memanjat menara, pekan lalu, adalah yg keempat kaliya. Setelah dia memanjat, barulah orangtuanya memenuhinya.

“Ketika anak meminta sesuatu dan orang tua tidak memenuhi, anak jadi marah. Setelah dia berbuat sesuatu yg dramatis,barulah orang tua memerhatikan,” kata Ina. Kenekatan ini tentu saja berbahaya karena seorang anak tidak mempunyai informasi yg cukup mengenai tindakan yg diambil. Seperti kenekatan Uci memanjat menara litrik, selain bisa membahayakan jiwanya, kenekatan itu juga mengancam pasokan listrik. Jika tubuh Uci terseret medan listrik, sudah pasti terjadi hubungan pendek arus listrik dan matilah listrik se Jawa –Bali.

Komunikasi

Arist mengatakan, tekanan sosial ekonomi yg makin berat hanya bisa dikurangi dgn komunikasi yg baik antara orang tua dan anak. ”Jika orang tua memang tidak bisa memenuhi keinginan anak, berikan penjelasan mengapa permintaannya tidak bisa dipenuhi.

Komunikasi yg baik dan berkualitas ini akan bisa menjelaskan mengapa dia tidak bisa membeli barang-barang kebutuhan yg diiklankan di televisi, misalnya. ”Tidak mungkin kita menutup stasiun televisi atau mencegh lingkungan sosial mengganggu ketentraman anak. Kita juga sulit mengubah kurikulum sekolah yg tidak ramah pada anak,” ujar Arist.

Jika anak hanya dilarang atau ditolak permintaannya, anak akan menjadi bingung, kemana lagi dia akan meminta. Sementara orangtua adalah satu-satunya idola yg dimilikinya.[-O-]


Minggu, 18 April 2010

Kebaikan Dua Dunia

Jika ditanya profesi apa yg diinginkan orang di masa depan? Jawabannya mungkin akan mengerucut ke satu hal, yaitu profesi yg memberikan kebaikan dunia dan akhirat. Salah satunya adalah profesi guru.

Profesi guru memang luar biasa. Tak ada yg memungkiri bahwa profesi guru adalah profesi yg terhormat. Namun, tak ada yg menyangkal juga jika profesi yg satu ini (dulu) sedikit kurang dihargai.

Untungnya kini profesi guru semakin menjanjikan seiring dgn kebijakan pemerintah yg menaikkan anggaran pendidikan setiap tahunnya. Selain itu, program sertifikasi gurupun membuat profesi ini semakin bersinar.

Melihat semakin maraknya sekolah internasional di indonesia, tentunya kebutuhan guru pun semakin meningkat. Namun, tak sembarang guru yg dapat mengajar di sekolah seperti ini. Berkat embel-embel ”internasional”, mau tak mau gurunyapun harus berkualitas internasional.

Sekolah Guru

Paulina Pannen, Dean of Sampoerna school of Education (SEE) menuturkan, untuk mencetak guru-guru seperti ini, pada tahun 2009. Sampoerna Fondation mendirikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kebangkitan Nasional atau dikenal juga dgn SSE.

SSE fokus mempersiapkan guru yg akan mengajar di sekolah internasional dgn kemampuan mengajar dwibahasa, berbasis riset, terampil ICT, dan berkarakter inovatif serta kreatif”, jelasnya.

Ada beberapa hal yg menarik dari sekolah ini. Pertama, secara fisik gedungnya tak terlalu besar, tatapi padat isinya. Mereka menyeleksi calon mahasiswa dgn ketat hanya sekitar 100 orang per tahun. Kedua, mahasiswa diajari tiga metode seperti active learning, problem base learning dan student center learning.

Ketiga, tersedia beasiswa yg bersifat syariah yaitu student Financing Program. Jadi, mahasiswa akan dibiayai penuh selama kuliah empat tahun. Lalu, satu tahun setelah lulus kuliah, mereka dapat mencicil biaya pendidikan tanpa dikenakan bunga.

Melihat paparan diatas, profesi guru tampaknya akan semakin diminati di masa depan. Jelas saja, siapa sih yg tak mau memiliki profesi yg memberikan kebaikan dua dunia?[-O-]

Jumat, 26 Februari 2010

Cuma 1,1 Persen Dosen Mampu Meneliti.

Dari 180.000 dosen di Indonesia, diperkirakan hanya sekitar 1,1 persen yg mampu meneliti secara layak. Tidak heran, kontribusi Indonesia pada perkembangan ilmu pengetahuan amat rendah.
Demikian disampaikan penilai hibah bersaing Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) Mien A Rifai APU, di Surabaya, Selasa (22/1). „Setidaknya saya lihat itu berdasarkan proposal penelitian yg masuk ke Dikti. Secara umum 2.000 Dosen yg mampu meniliti dgn layak,” ujarnya. Banyak Dosen lebih sibuk dibanyak tempat dari pada meneliti untuk kepentingan pengembangan ilmu. Pasalnya, penelitian utk bidang ilmu dinilai lebih merepotkan.
Untuk mendapat hibah bersaing dari Dikjen Dikti, dosen harus mengajukan proposal. Meski sudah cukup susah membuat proposal, belum tentu dana diterima oleh dosen tersebut jika kalah bersaing. Lain halnya jika mereka mengajar di banyak tempat. Mereka bisa segera mendapat bayaran tanpa perlu banyak kerepotan. Bayaran bisa diterima langsung setelah selesai mengajar.” Tetapi akibatnya penelitian amat kurang baik,“ ujarnya.
Penelitian yg kurang itu berujung pada rendahnya publikasi ilmiah dari dosen indonesia di jurnal International. Data dari banyak penerbit internasional menyebutkan kontribusi Indonesia pada jurnalInternasional hanya 0,012 persen. Kontribusi ini lebih rendah dari Nepal yg mampu menyumbang 0,014 persen. Padahal, Nepal negaranya lebih kecil dan kalah maju dibanding dgn Indonesia.”Kalau disbanding dgn Singapura, malah lebih jauh lagi. Singapura menyumbang 0,179 persen bagi jurnal Internasional ,” tuturnya.
Mien kurang sepakat bila dana dijadikan alas an. Pasalnya, dana relatif cukup tersedia. „Dari Dikti saja ada Rp. 240 miliar untuk tahun 2007 lalu,” ujarnya. Penilai hibah lainnya, Suminar S Ahmadi, mengatakan butuh waktu panjang utk meningkatkan kemampuan dosen.[-O-]

Jumat, 12 Februari 2010

Membiasakan yang Tak Biasa

MERASA tak bisa, padahal bisa. Itulah yg mungkin terjadi ketika anda ditanya dalam bahasa Inggris. Akhirnya, andapun lebih memilih menjawab sekadarnya, atau bahkan diam. Mau tahu solusinya? Simak trik-trik di bawah ini.
Menurut Ajay G Mulani, Director English Talk, bahasa itu melatih tiga panca indra, yaitu Otak, telinga dan lidah. Untuk menyampaikan sebuah kata, dibutuhkan sinkronisasi ketiganya.
Contoh mudahnya, ketika anda ditanya seseorang dalam bahasa Indonesia, telinga akan menangkap pertanyaan dan mentransfer ke otak. lalu, otak akan mengolah pertanyaan tsb menjadi sebuah jawaban. Nah, jawaban itu akan keluar dgn cepat melalui lidah. Ajaibnya, proses berlangsung secara cepat tanpa jeda yg terlalu lama. Hal berbeda akan anda rasakan ketika ditanya dalam bahasa Inggris. Tak percaya? Coba jawaban pertanyaan dalam kalimat bahasa Indonesia yg baik dan benar."Apakah hobi anda dan mengapa anda menyukai hobi tsb?" Anda tentu dapat dgn cepat menjawab dalam bahasa Indonesia. Nah, coba sekarang jawab dalam bahasa Inggris. Apakah butuh jeda waktu yg cukup lama? Jika iya, hal ini menandakan sebenarnya anda bisa, tetapi tidak membiasakan kemampuan tsb.
Ajay menjelaskan, adanya jeda ketika menjawab dalam bahasa Inggris, seperti orang bergumam ("e..."), menandakan otak anda berpikir jawaban dalam bahasa Indonesia, baru kemudian diolah ke dalam bahasa Inggris. Hal ini disebabkan anda belum terbiasa berpikir dalam bahasa Inggris.
Tentu bukan hal yg mudah belajar berpikir dalam bahasa Inggris. Dibutuhkan kebiasaan menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Namun cukup sulit menemukan lingkungan untuk bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Solusinya, anda dapat menggunakan media-media seperti buku berbahasa Inggris, internet, siaran televisi asing, majalah berbahasa asing yg ringan, menonton film DVD tanpa terjemahan, hingga belajar di tempat kursus yg fokus ke metode percakapan dalam bahasa Inggris seperti English Talk.[-O-]



Senin, 01 Februari 2010

Meretas Masa Depan Anak, Melalui Pendidikan yg Berkualitas

Semua orang tua tentu berharap agar anaknya dapat menggapai masa depan yg cerah. Masa depan yg cerah salah satunya dapat dicapai melalui pendidikan. Kenyataannya, banyak orang tua yg rela berkorban banyak hal demi pendidikan anaknya. Apalagi kini, pendidikan merupakan sebuah investasi yg mahal harganya.

Setiap pergantian tahun ajaran baru, para orang tua selalu dihadapkan pada masalah yg sama yaitu biaya pendidikan. Apalagi jika anak mereka akan melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat yg lebih tinggi lagi. Ada banyak pengeluaran yg harus dipikirkan orang tua pada saat-saat seperti ini. Selain harus menyediakan sejumlah uang sebagai uang pangkal (bahkan seringkali mesti ditambah pula dgn uang sumbangan sukarela) orang tua juga perlu menyisikan dana untuk membeli buku pelajaran dan seragam sekolah.

Untuk mempersiapkan dana biaya pendidikan, sebenarnya banyak yg bisa dilakukan para orang tua. Hal pertama yg dapat dilakukan adalah dengan menentukan perkiraan dana pendidikan yg dibutuhkan. Untuk mengetahui perkiraan dana yg dibutuhkan, orang tua dapat mencari informasi berapa biaya saat ini untuk masing-masing jenjang pendidikan yg akan dilalui anak (TK, SD, SMP, S1, S2). Setelah itu, hitung berapa biaya pendidikan tersebut kelak dan kalikan dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan pertahun. Setelah itu, orang tua dapat memilih cara pencapaian target dana pendidikan. Beberapa caranya adalah dengan cara menabung secara rutin di tabungan biasa, tabungan pendidikan, investasi bulanan ke produk reksandana, atau melalui asuransi pendidikan.

Untuk memastikan agar target dana pendidikan yg diinginkan tercapai maka sebaiknya rencana keuangan tersebut dievaluasi minimal setahun sekali. Jika semua persiapan dan perhitungan tersebut tidak sesuai dengan yg direncanakan, orang tua dapat memanfaatkan solusi dana pendidikan yg praktis yg ditawarkan Citi Financial. Melalui Citi Financial orang tua bisa mendapatkan pinjaman tunai untuk membiayai pendidikan anak hingga Rp. 200 juta. Hal menarik lainnya, dana pendidikan ini dapat dinikmati tanpa jaminan dan terdapat bonus gratis Tas Eksklusif 3 in 1selama periode 6 Mei 2009 hingga 5 Juni 2009 untuk setiap aplikasi melalui website and SMS yg disetujui.[-O-]