Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Oktober 2010

Buruh Bangunan Sekarat Tersengat Aliran Listrik Tegangan Tinggi

Malang betul nasib dua pekerja bangunan ini, bagaimana tidak, pasalnya Sabtu (29/7) pagi yg lalu sekitar pukul 10.00 WIB, ketika tengah memperbaiki atap rumah seorang warga di jalan Sultan hasanuddin, lubuk Pakam, tanpa sengaja tubuh kedua pekerja bangunan ini menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yg berada persis di atas rumah milik warga.
Kedua pekerja bangunan itu diantaranya Abdul Rahman, 38, warga Jalan WR Supratman Lubuk Pakam, dan Gino, 40, warga Jalan Kartiki, Kecamatan Lubuk Pakam, kini keduanya sedang menjalani perawatan di RSU Deli Serdang.
Menurut keterangan warga sekitar kpd ZP, peristiwa naas itu yg pertama kali menyentuh kabel beraliran listrik itu adalah Abdul Rahman, akibatnya ia spontan terpental dan lantas terjatuh dari atas seng. Melihat kejadian itu rekan korban Gino mencoba menolong korban ternyata ia juga terkena arus listrik dari atap seng yg dipegang olehnya dan kemudian terjatuh ke bawah.
Tano siempunya rumah yg mengetahui peristiwa itu, bersama warga lainnya segera membawa tubuh kedua pekerja bangunan itu ke RSU Deli Serdang. Akibat peristiwa itu Abdul Rahman mengalami luka bakar pd bagian punggung dan kakinya. Beruntung Gini, pria ini hanya menderita luka lecet. Kini keduanya masih dirawat di rumah sakit milik Pemkab Deli Serdang .[-O-]

Kamis, 23 September 2010

Sebanyak 17 Siswa SD Keracunan Makanan

Sebanyak 17 siswa kelas tiga dan empat SD 05 Lebak Bulus, Jaksel, diduga keracunan makanan dan sebagian harus dirawat di RS Fatmawati, Jakarta, Sabtu (29/5). Sempat ada beberapa anak yg pingsan setelah sebelumnya mual dan muntah. Namun, setelah dirawat hingga Sabtu sore semua siswa diperbolehkan pulang.
Kejadian berawal saat tujuh orang sales produk makanan suplemen itu berpromosi di sekolah tsb. Ketika jam istirahat tiba, mereka menawarkan produknya ke sejumlah siswa, namun beberapa menolaknya.
Menurut beberapa saksi, sales itu kemudian sedikit mengancam. Jika tdk mau membeli, para siswa akan dilaporkan kpd kepala sekolah. Akhirnya, makanan suplemen yg dijual Rp. 1.000 per sachet itu pun ramai-ramai dibeli. Sebanyak 17 siswa langsung muntah-muntah beberapa menit kemudian.
Para siswa itu dibawa ke Puskesmas Lebak Bulus, yg terletak sekitar 20 meter dari sekolah, namun beberapa orang dilarikan ke RS Fatmawati. "Tadi sore memang masih di sini, namun karena sdh baikan mereka diperbolehkan pulang sore menjelang malam. Memang tdk parah kok," kata Faisal, petugas UGD RS Fatmawati.

Barang Bukti
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Cilandak Supriyanto mengatakan, pihaknya sdh memeriksa beberapa saksi, termasuk guru sekolah dan orang tua korban. Beberapa sales juga sdh dimintai. "Barang bukti berupa makanan yg dijual itu telah kami sita utk diteliti, apa benar mengandung racun atau tidak," katanya.
Dari keterangan yg disampaikan kepada Polisi, para guru mengaku tidak pernah menerima permohonan izin dari para sales utk berjualan di lingkungan sekolah. Sejauh ini tdk ada orang tua siswa yg menuntut perusahaan suplemen makanan itu.[-O-]

Lima Mes Perwira Polda Terbakar

Lima petak rumah yg ditempati para perwira Polda Metro Jaya berpangkat Inspektur Dua, terbakar, Sabtu (29/5) siang. Kebakaran mes perwira yg terletak di bagian belakang Markas Polda Metro Jaya itu diduga karena hubungan pendek arus listrik yg berasal dari penyejuk ruangan di lantai dua kamar nomor tiga. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, sementara kerugian materi belum ditaksir.
Menurut Inspektur Dua Asep (25), api dari kamar nomor tiga yg ditempati Inspektur Dua Wahyu dgn cepat membakar empat rumah petak yg berdempetan di kanan kirinya.. Diduga, angin yg cukup kencang memicu kobaran api merembet sehingga meski telah diguyur dgn meriam air, api belum padam juga. Setelah petugas pemadam kebakaran datang membantu, barulah api padam, sekitar setengah jam kemudian.
Barang-barang seperti meja dan kursi yg diletakkan di lantai satu berhasil diselamatkan, namun kasur, sejumlah baju, tas, sepatu, dan barang lain yg ada di lantai dua ludes.
Inspektur Dua Widharta yg tinggal di kamar nomor dua juga menderita kerugian cukup besar, namun nilainya belum jelas. Dia terlihat memindah-mindahkan barang yg masih bisa diselamatkan. Komandan Kompi Ajun Komisaris Djanur yg saat itu sedang piket mengatakan, mes perwira remaja itu belum lama direnovasi.[-O-]

Selasa, 21 September 2010

Puluhan Tokoh Agama & Pemuda Adakan Pertemuan

Sejumlah pemuka dan tokoh agama dari 27 kabupaten dan kota se-Sumatra Utara mengadakan pertemuan mendadak di Asrama Haji Medan, Selasa (21/9). Pertemuan bertujuan mengantisipasi konflik horizontal antarumat beragama di Sumut menyusul insiden penusukan jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan Bekasi.

Pertemuan juga dalam rangka menginventarisasi kasus-kasus kekerasan dan perusakan tempat-tempat ibadah yang pernah terjadi di Sumut sejak setahun terakhir. Pertemuan ini difasilitasi Gubernur Sumut Syamsul Arifin.

Baik Syamsul Arifin dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sumut Maratua Simanjuntak menyayangkan pelaku sejumlah perusakan dan pembakaran rumah ibadah di Kabupaten Toba Samosir, 27 Juli 2010 silam. Termasuk kasus penistaan agama Hindu baru-baru ini di Medan. Sampai kini pelaku belum ditangkap aparat kepolisian setempat.

Syamsul Arifin meyakini masyarakat Sumut tak akan terhasut dengan adanya isu SARA. Ia juga yakin polisi dapat mengungkap sejumlah kasus pembakaran rumah ibadah di Sumut.

Selain dihadiri pemuka dan tokoh agama Islam, pertemuan yang juga digagas FKUB Sumut ini juga dihadiri tokoh-tokoh Gereja HKBP dari Tapanuli Utara dan Toba Samosir. Ada pula Ketua Walubi Sumut Indra Wahidin dan tokoh dari agama Hindu, Konghucu dan Katolik

Sabtu, 18 September 2010

Panglima TNI Gerak Santai Jalan Bersama Prajurit

Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso melakukan gerak jalan santai bersama prajurit di lingkungan Mabes TNI, Cilangkap, Minggu pagi.
Dalam gerak jalan santai itu, Panglima TNI didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.
Gerak jalan santai tersebut, merupakan kegiatan tahunan serangkaian peringatan HUT ke-65 TNI.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan jarak yang dilalui sekitar 3,2 kilometer diikuti sekitar 2.234 peserta baik TNI maupun Polri.
Selain para prajurit TNI, gerak jalan juga diikuti keluarga prajurit istri dan anak-anak.
Gerak jalan santai juga dimeriahkan panggung gembira dengan beragam `door prize`, serta pengumuman pemenang berbagai lomba yang diadakan di lingkungan TNI dalam rangka HUT ke-65.
Peringatan HUT ke-65 akan dipusatkan di Jakarta, dengan inspektur upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.[-O-]

Rabu, 01 September 2010

Berjuang Untuk Hidup Di Gedung Juang

Enam hari menganggur tak membuat Iyus bugar. Wajahnya lusuh, kantong bawah matanya mengantung karena kurang tidur, badannya demam dan sesekali bersin. Tinggal bersesakan bersama ribuan orang di pengungsian, perjuangan berat baginya.
Putri kedua Iyus, Risma (4), menangis di gendongan, Jumat (26/3). Ruangan sumpek, udara lembab, dan angin malam membuat Risma demam dan batuk. Kerokan Engkas (31), ibu Risma, di punggung tdk meringankan sakit Risma.
Ruang berukuran 9x12 meter di Gedung Juang 45, Kelurahan Kerawang, Kulon, Kecamatan Kerawang Barat, Kabupaten Kerawang, Jawa barat, tempat Iyus dan enam anggota keluarganya mengungsi, diisi lebih dari 300 orang. Pengungsi umumnya berasal dari Kampung Poponcol, Kelurahan Kerawang Kulon, yg rumahnya kena luapan sungai Citarum.
Ratusan pengungsi lain memenuhi lorong, emperan, dan lahan parkir gedung. Mereka tdk berdesakkan di tikar, karpet atau kasur lipat. Pagar tanaman, pagar besi, dan kabel telepon menjadi tempat jemuran, sekaligus sekat antar lorong dan "daerah kekuasaan".
Kantor Inspektorat Kabupaten Karawang yg menempati beberapa ruang di gedung Juang 45 tenggelam oleh suasana pengungsian. Sepekan terakhir, bocah-bocah berlarian, pengurus kelompok hilir mudik mengurus makanan anggotanya, dan warga berobat ke posko kesehatan

Gelisah
Seperti iyus, Ujang Adih (38) juga dibuat repot oleh banjir. Ia harus mondar-mandir antara pengungsian dan rumahnya utk mengecek harta benda yg ditinggal, seperti sepeda motor, televisi, kulkas dan kasur.
Ujang yg sehari-harinya berjualan bubur kacang ijo terpaksa tdk berjualan utk sementara. Waktu dan tenaganya habis utk mengurus keluarga serta bergiliran jaga malam hari. "Ada tetangga yg kehilangan televisi, rice cooker, dan tabung gs. Pencuri berpura-pura berpatroli atau membantu evakuasi dgn rakit bambu atau perahu," katanya.
Pencuri membuat Ujang, Iyus dan pengungsi lain gelisah. mereka juga menghadapi ketidak pastian kapan banjir surut, kapan bisa bekerja atau sekolah lagi, dan bagaimana kondisinya harta bendanya setelah terendam air berhari-hari.
Mereka juga kehilangan sumber penghasilan. Deretan rumah di perumahan Galu Mas, Kecamatan Teluk Jambe Timur, yg sedang dikerjakan Iyus bersama kuli bangunan lain, juga tergenang banjir. Rute dagang bubur Ujang sepekan terakhir terputus banjir.
Kerepotan juga dialami Andung (47) yg mengungsi di Rusunawa Adiarsa, Kelurahan Adiarsa barat; Hasan (36) di kompleks masjid Al Jihad, Kelurahan Karangpawitan; serta Yayan (50) di perum Karaba Indah, Desa Wadas. Ribuan pengungsi di Kabupaten Karawang kini bergantung pd bantuan makanan yg terkadang tidak genap tiga kali sehari.
Hingga hari kesembilan banjir di Karawang, jumat siang, Dinas sosial Karawang mencatat, ada 23.243 rumah yg dihuni oleh 100.120 jiwa, dan tersebar di 10 kecamatan di sepanjand daerah aliran sungai Citarum, tergenang banjir. Situasi ini sangat menyiksa. para pengungsi tidak tahu sampai kapan harus berjuang hidup di Gedung Juang...[-O-]

Jumat, 27 Agustus 2010

Ledakan di Cikini

Gas Metan hasil fermentasi bahan organic diduga menyebabkan ledakan kecil di delapan titik di jalan Cikini Raya, menteng, sekitar pukul 09.30, Selasa (24/8).
Tidak ada korban jiwa akibat ledakan ini. Tujuh ledakan berada di trotoar jalan dan merusak paving trotoar, akibat terdorong gas dari bawah. Di bawah trotoar ada saluran air. Satu ledakan lg berada di dalam areal SPBU Cikini dan berjaran 2,5 meter dari tangki BBM SPBU itu.
Dina, pemilik warung kaki lima di situ, mengatakan, asap tebal berwarna kehitaman mengiringi terjadinya ledakan. ”Timbul juga bau seperti belerang dari lubang ledakan,” katanya.
Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hamidin mengatakan, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor utk memastikan penyebab ledakan tsb. Polisi meminta keterangan dari dua saksi yg mengetahui awal kejadian itu. ”Kemungkinan sementara, ledakan dipicu biogas seperti septic tank dan sampah,” kata Hamidin.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar menjelaskan, menurut penyelidikan PT Perusahaan Gas Negara, ledakan di Jalan Cikini bukan terjadi di pipa gas.
Kepala SBU Wilayah I PT PGN Jobi Trianada menyatakan, berdasarkan hasil penelitian di lokasi, tdk ada indikasi kebocoran gas atau kerusakan pd jaringan pipa PGN yg berlokasi di seberang tempat kejadian.
Pipa itu menyalurkan gas utk pelanggan, seperti rumah sakit, restoran, dan rumah tangga di Cikini dan Kramat Raya. ”Konsumen tdk ada yg protes sehingga pasokan gas dipastikan lancar dan tdk ada kebocoran,” kata Rahmat Hutama, Humas PT PGN.[-O-]

Rabu, 25 Agustus 2010

Lima Anggota Pramuka yang Dicari Akhirnya Ditemukan

Lima anggota pramuka pendaki gunung Rengganis di kawasan Gunung Argopuro, Jawa Timur, akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi selamat, Rabu (27/5). Mereka ditemukan di jalur Patemon, di Desa Bremi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Kelima anggota Pramuka yg dicari sejak Minggu lalu itu adalah Dwi Agustin, Imanuel Silitonga, Hermanto, Tahmidillah, dan Wahyu. Mereka adalah anggota rombongan pramuka SMA Negri 1 Kapongan, yg mengadakan pendakian Kamis lalu.
Rombongan pendaki yg berjumlah 24 orang itu, Minggu, dilaporkan hilang. Selasa lalu, Tim SAR menemukan 19 pendaki. Lima lainnya baru ditemukan kemarin, pukul 10.00.
Menurut Heru Kusdianto, anggota tim SAR gabungan, lokasi penemuan kelima anggota pramuka tsb sekitar dua sampai tiga jam perjalanan dari base camp di desa Bremi.

Pendaki Ceremai
Dari Kuningan, Jawa Barat, dilaporkan, setelah lima hari menelusuri hutan di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, tim pencari lima pendaki kemarin sore menemukan secarik kertas yg berisi pesan. Kertas itu bertuliskan "bantulah kami". Kami berlima. Empat diantaranya sdh lemas dan satu luka," tutur Unang Suwarman, SAR Mission Coordinator.
Lima pendaki Gunung Ciremai yg belum ditemukan itu adalah Iwan (35), Didi (28) Darso (36), Abdul (33), dan Gembong (27). Mereka semuanya warga Bekasi, Jawa Barat.
Unang memperkirakan, keberadaan kelima orang yg dicari itu tidak jauh dari lokasi temuan pesan tsb. "Tetapi, proses pencarian terhambat waktu. Pencarian dihentikan sementara, dilanjutkan kamis pagi," ujarnya.[-O-]

Kamis, 04 Maret 2010

Pameran Komputer Mega Bazaar Dibuka

Pameran komputer Mega Bazaar 2010 dibuka hari secara serempak di tujuh kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta. Pameran ini akan digelar selama lima hari, mulai dari 3-7 Maret 2010 di Jakarta Convention Center, Graha Manggala Siliwangi Bandung, Java Mall dan DP Mall Semarang, Jogja Expo Center Yogyakarta, Dome-Universitas Muhammadiyah Malang, Gramedia Expo Surabaya, dan Celebes Convention Center Makassar.
Di Jakarta, pameran Mega Bazaar ke-16 itu digelar berbarengan dengan pameran industri fotografi Focus Jakarta Photo & Digital Imaging Expo 2010. Tak hanya memamerkan produk-produk terbaru di industri fotografi, pameran ini juga menggelar workshop, seminar, serta kompetisi foto.
Menurut Adrian dari Dyandra Promosindo, yang menjadi Event Organizer Mega Bazaar memilih tag 'Bazaar Bezar Bezaran'. "Pameran ini merupakan pameran komputer di awal tahun sehingga memilih tema hard selling," kata," Adrian kepada VIVAnews di Jakarta, 3 Maret 2010. "Terlebih lagi, nilai tukar dolar terhadap rupiah saat ini terhitung cukup rendah," ucapnya.

Dari pantauan VIVAnews, pameran ini diikuti oleh tak kurang dari 100-an peserta. Sementara di hari pertama, pengunjung yang datang ke pameran sudah cukup banyak. Namun demikian, Dyandra belum dapat mengungkap target pengunjung Mega Bazaar kali ini. Tahun lalu, Mega Bazaar 2009 menargetkan tak kurang dari 150 ribu pengunjung.[-O-]

Rabu, 03 Maret 2010

Masa Depan Aditya Tidak Jelas

Aditya Fadilah, bocah laki-laki berusia 13 bulan, asyik membolak balik sejumlah halaman surat kabar di rumah neneknya, Rohanah (46), di Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Kamis (27/7) siang itu, Aditya yg baru bisa mengucapkan beberapa patah kata seperti biasa berada dalam asuhan Mariam, bibinya. Ramainya orang yg masuk dan keluar rumah neneknya tak mengalihkan perhatian Aditya dari beberapa gambar mobil di lembar koran itu.
Aditya memang belum bisa memabaca. Seandainya bisa, ia pasti sudah menangis sejadi-jadinya karena dalam koran itu terdapat berita mengenai meninggalnya sang ibu, Siti Maemunah (24), akibat agresi Israel ke Lebanon. Setelah puas melihat sejumlah gambar mobil, Aditya mengacak-acak koran itu dan kembali bermain dgn Mariam (16), adik Siti Maumunah. Dot susu tidak ia lepaskan dari mulutnya.
Seperti anak-anak lain sebayanya, kedatangan tetangga, wartawan, aparat desa dan kecamatan, polisi, dan tentara yg membuat rumah neneknya ramai tak menarik perhatian Aditya. Tentu saja karena tidak mengerti keadaan, tak terpancar sedikit pun kesedihan dalam raut Aditya. Seandainya sudah bisa membaca, Aditya pasti akan memprotes perang yg tak juga berakhir di Timur tengah dan bahkan mengakibatkan ibunya meninggal menggenaskan.
Kondisi itu justru membuat sebagian ibu-ibu tetangganya menjadi iba. Seharian, tak surut warga yg menitikkan air mata setiap kali melihat atau menggendong Aditya. Warga memenuhi rumah keluarga sederhana itu, yg berukuran 6x8 meter. Warga yg tidak kebagian tempat rela berdiri di depan rumah yg terletak di perumahan amat padat, di tepi jalan setapak, di pinggir Sukabumi.
Rohanah tampak terpukul dengan kepergian putrinya. Selain kehilangan anak permpuan yg diharapkan menjadi tulang punggung keluarganya sepeninggal suami Rohanah, Bisri Muchtar, satu tahun lalu, Rohanah juga harus menerawang jauh mengenai masa depan Aditya.
Sebelum kepergian Siti ke Kuwait, ayah Aditya, Aris Widodo, meninggalkan mereka dgn tujuan tak jelas. Keluarga tak mengungkapkan sebab kepergian Aris. Seorang anggota keluarga Rohanah menyatakan, pemicu kepergian Aris hanya masalah sangat sepele.
Keluarga besar Rohana pun hingga saat ini tidak bisa melakukan kontak dgn Aris yg benar-benar tak terlacak. Sebelum meninggalkan istrinya, Aris bekerja sebagai sopir angkot. Kepergian Siti ke Kuwait untuk menjadi tenaga kerja agaknya dipicu kedongkolannya atas kepergian Aris yg tanpa alasan jelas itu. Rohanahpun sebenarnya sudah melarang Siti pergi bersama adiknya, Nurhayati. Namun, Siti tak bisa dicegah lantaran kepergian suaminya.
Sejauh ini nasib Aditya memang belum jelas, apalagi ibunya yg berangkat jadi TKI melalui PT Binhasan Maju Sejahtera tak tercatat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi. Hka-hak Aditya sebagai warga negara yg ibunya meninggal karena perang di negri orang pun masih kabur.
Penyalur yg memberangkatkan Siti hanya memiliki hubungan kerja dgn almarhumah Siti, bukan Aditya. Kendati akan memproses gaji Siti selama enam bulan sebanyak Rp 9 juta dan asuransi sebesar Rp 20 juta, jelas tak cukup untuk membiayai masa depan Aditya.
Selama pergi dari rumah, Siti hanya satu kali menjalin komunikasi dgn keluarganya di Sukabumi dan menanyakan kondisi anaknya. "Bulan Mei lalu Siti menelepon. Ia menanyakan kabar saya dan Aditya. Ia pun masih menanyakan bagaiman kesehatan Aditya dan seberapa lancar Aditya minum susu. Itulah kontak terakhir kami dgn Siti," ujar Rohanah.
Aditya benar-benar menjadi yatim piatu setelah ibunya menjadi korban kekejaman perang yg dikobarkan Israel. Sekarang, Aditya memang belum tahu apa yg terjadi di sekitarnya dan bagaimana dia akan menjalani masa depan tanpa ibu yg sudah meninggal dan ayahnya yg pergi entah kemana. Enam saudara ibunya, yg kini masih tinggal di rumah Rohanah, agaknya tidak terlalu bisa diharapkan karena mereka umumnya menjadi sopir angkutan dan petani penggarap.
Perang bersenjata selalu kejam dan manusialah yg selalu menjadi korbannya. Kobaran dendam, nafsu saling membinasakan, yg tak henti berkecamuk di ribuan kilometer dari bumi pertiwi menyisakan duka mendalam bagi sebuah keluarga di Sukabumi dan seorang anak berusia 13 bulan yg belum mengerti keadaan di sekitarnya.
Jenazah Siti Maemunah sdh ditemukan. Juru bicara Deplu Desra percaya yg ditemui di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, mengungkapkan bahwa jenazah Siti disemayamkan di Rumah Sakit Al Houkum Al Tyir di Kota Tyre, Lebanon. Rencananya, jenazah Siti akan dievakuasi oleh Kedutaan Kuwait ke Damaskus, Suriah. Namun, pihak rumah sakit belum bisa membawa keluar jenazah tersebut karena blokade Israel. Belum diketahui kapan jenazah itu tiba di Tanah Air.[-O-]

Rabu, 03 Februari 2010

Cuaca Menjadi Kendala Pertandingan

Buruknya cuaca di Tenggarong, Kalimantan Timur, dalam bbrp hari terakhir membuat pertandingan cabang oIah raga Berkuda pd PON XVII sedikit terganggu. Cabang eventing atau trilomba yg berlokasi di areal terbuka itu kemungkinan tdk akan dipertandingkan jika cuaca terus memburuk.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olah Raga Berkuda M Rusmin, di Tenggarong, Sabtu (5/7), disiplin eventing aau trilomba tidak mungkin dilaksanakan kalau kondisi lintasan menjadi sangat becek, karena Kuda tdk bisa bertanding maksimal. Lintasan disiplin eventing tersusun di atas tanah lempung dicampur sedikit pasir. dan kemudian ditaburi dgn sisa-sisa limbah serutan kayu. Meski telah dipadatkan, tidak menutup kemungkinan tanah liat tadi akan menjadi bubur bila curah hujan tinggi.

Lintasan sepanjang 2,6 km itu, menurut atlit berkuda Kaltim, Rofiq Radinal, akan sangat berbahaya bagi kondisi kuda-kuda mereka. Kemungkinan ambles, akibat tekanan berat badan kuda dan jokinya, akan sangat besar.”Kalau amblesnya terlalu dalam, akan sangat berbahaya bagi kaki kuda itu sendiri. Kemungkinan terburuk adalah patah kaki,"katanya.

Rusmin mengakui, lintasan sama sekali belum diuji coba sehingga panitia belum mengetahui sejauh mana kekuatan lintasan yg akan digunakan untuk perlombaan kali ini."Jadi, sampai sekarang belum bisa digunakan. Belum diuji coba sama sekali,"katanya.


Kuda Stress

Sementara itu, pelatih disiplin Dressage Kontingen cabang Olah raga berkuda Kaltim, Irvan Y Gading, mengatakan, saat ini hampir semua kuda dari lima kontingen yg mengikuti cabang itu dalam kondisi tidak begitu baik. Buruknya perjalanan dari tempat asal kuda hingga ke lokasi pertandingan membuat kuda-kuda kontingen dalam kondisi stress.

Irvan mengatakan, kuda Wyatt Earp yg akan ditunggang atlet Kaltim, Larasati Gading, mendapatkan i40 botol infus pada Jumat (4/7) malam. Kuda itu mengalami stres akibat terlalu lama dalam perjalanan dari Bandung menuju Balikpapan. Panitia menyediakan jasa angkutan untuk mengangkut kuda-kuda tersebut dari Bandung ke Balikpapan menggunakan pesawat Hercules milik TNI angkatan Udara. Tidak tepatnya jadwal penerbangan membuat kuda-kuda tersebut mengalami ketegangan dan dehidrasi.

Menurut Rusmin, pihaknya menyiapkan akomodasi gratis bagi kuda yg ikut PON, begitu juga rumput Goldgrass dan pelet. "Kalau dibandingkan dengan penyelenggaraan PON yg lain, atau bahkan SEA Games dan Olimpiade, sarana akomodasi bagi kuda sangat bagus. Jauh lebih bagus dari event internasional sekalipun,"katanya.[-O-]

Hujan Lebat dan Banjir Membatalkan Latihan


Guyuran hujan lebat dan banjir akibat luapan Sungai Ampal di Balikpapan sepanjang Sabtu (5/7) menyebabkan atlet PON XVII Kalimantan Timur 2008 tidak bisa berlatih. Kedatangan sejumlah kontingen PON juga terkendala buruknya cuaca yg mengubah jadwal sejumlah penerbangan dari dan menuju Balikpapan.
Hujan mengguyur Kota Balikpapan sejak Sabtu pukul 02.00 WITA dan pada 03.00 hujan semakin lebat disertai tiupan angin. Pada pukul 08.00, air sungai Ampal meluap dan membanjiri puluhan ruas jalan. Di kawasan Balikpapan Selatan, lebih dari 1.000 rumah tergenang banjir.”Sekitar pukul 08.00, tim whusu Jawa Timur berangkat dari Hotel Mirama menuju area pertandingan di Dome Sport. Namun, atlet kami terjebak banjir dan gagal mencapai Dome Sport.
Mobil yg kami tumpangi terjebak banjir dan tidak bisa maju atau mundur. Akhirnya kami kembali ke hotel. Banyak juga tim wushu dari propinsi lain yg batal berlatih karena jalan banjir,” kata pelatih Taolu Jawa Timur, Budi Gunawan.
Arena pertandingan squash di Dome Sport juga terlihat sepi dari para pemain. Meski arena pertandingan squash telah selesai dikerjakan, hingga pukul 12.00 hanya tim squash Kaltim yg berlatih. Sejumlah 24 tim tenis batal berlatih di Stadion Tenis Balikpapan, Sabtu. Panitia Pelaksana Tenis Bidang Pertandingan, Slamet Widodo, menjelaskan, atlet batal berlatih karena guyuran hujan terlalu lebat.
Hujan deras di Bandar Udara Sepinggan menyebabkan kedatangan atlet dari beberapa kontingen yg dijadwalkan Sabtu pagi tertunda. Offisial yg menunggu antara lain dari kontingen Jabar, Jatim, DKI Jakarta, dan Sulut. "Kami sudah menunggu sejak pagi," kata koordinator Kontingen Jabar di Balikpapan, Bambang Sukirman.[-O-]