Sebanyak 17 siswa kelas tiga dan empat SD 05 Lebak Bulus, Jaksel, diduga keracunan makanan dan sebagian harus dirawat di RS Fatmawati, Jakarta, Sabtu (29/5). Sempat ada beberapa anak yg pingsan setelah sebelumnya mual dan muntah. Namun, setelah dirawat hingga Sabtu sore semua siswa diperbolehkan pulang.
Kejadian berawal saat tujuh orang sales produk makanan suplemen itu berpromosi di sekolah tsb. Ketika jam istirahat tiba, mereka menawarkan produknya ke sejumlah siswa, namun beberapa menolaknya.
Menurut beberapa saksi, sales itu kemudian sedikit mengancam. Jika tdk mau membeli, para siswa akan dilaporkan kpd kepala sekolah. Akhirnya, makanan suplemen yg dijual Rp. 1.000 per sachet itu pun ramai-ramai dibeli. Sebanyak 17 siswa langsung muntah-muntah beberapa menit kemudian.
Para siswa itu dibawa ke Puskesmas Lebak Bulus, yg terletak sekitar 20 meter dari sekolah, namun beberapa orang dilarikan ke RS Fatmawati. "Tadi sore memang masih di sini, namun karena sdh baikan mereka diperbolehkan pulang sore menjelang malam. Memang tdk parah kok," kata Faisal, petugas UGD RS Fatmawati.
Barang Bukti
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Cilandak Supriyanto mengatakan, pihaknya sdh memeriksa beberapa saksi, termasuk guru sekolah dan orang tua korban. Beberapa sales juga sdh dimintai. "Barang bukti berupa makanan yg dijual itu telah kami sita utk diteliti, apa benar mengandung racun atau tidak," katanya.
Dari keterangan yg disampaikan kepada Polisi, para guru mengaku tidak pernah menerima permohonan izin dari para sales utk berjualan di lingkungan sekolah. Sejauh ini tdk ada orang tua siswa yg menuntut perusahaan suplemen makanan itu.[-O-]
Kejadian berawal saat tujuh orang sales produk makanan suplemen itu berpromosi di sekolah tsb. Ketika jam istirahat tiba, mereka menawarkan produknya ke sejumlah siswa, namun beberapa menolaknya.
Menurut beberapa saksi, sales itu kemudian sedikit mengancam. Jika tdk mau membeli, para siswa akan dilaporkan kpd kepala sekolah. Akhirnya, makanan suplemen yg dijual Rp. 1.000 per sachet itu pun ramai-ramai dibeli. Sebanyak 17 siswa langsung muntah-muntah beberapa menit kemudian.
Para siswa itu dibawa ke Puskesmas Lebak Bulus, yg terletak sekitar 20 meter dari sekolah, namun beberapa orang dilarikan ke RS Fatmawati. "Tadi sore memang masih di sini, namun karena sdh baikan mereka diperbolehkan pulang sore menjelang malam. Memang tdk parah kok," kata Faisal, petugas UGD RS Fatmawati.
Barang Bukti
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Cilandak Supriyanto mengatakan, pihaknya sdh memeriksa beberapa saksi, termasuk guru sekolah dan orang tua korban. Beberapa sales juga sdh dimintai. "Barang bukti berupa makanan yg dijual itu telah kami sita utk diteliti, apa benar mengandung racun atau tidak," katanya.
Dari keterangan yg disampaikan kepada Polisi, para guru mengaku tidak pernah menerima permohonan izin dari para sales utk berjualan di lingkungan sekolah. Sejauh ini tdk ada orang tua siswa yg menuntut perusahaan suplemen makanan itu.[-O-]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar