Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Desember 2010

Pangeran Saud1 Doyan Narqoba dan Pesta.

Para diplomat AS, dalam kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks, menggambarkan dunia seks, narkoba dan rock'n'roll di balik kasalehan formal kerajaan Arab Saudi.
Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween bawah tanah, yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan, yang menabrak semua tabu di negara Islam itu. Minuman keras dan para pelacur hadir dalam jumlah berlimpah, demikian menurut bocoran itu, di balik pintu gerbang vila yang dijaga ketat.
Pesta tersebut digelar oleh seorang pangeran kaya dari keluarga besar Al-Thunayan. Para diplomat itu mengatakan identitasnya harus dirahasiakan.
"Alkohol, meskipun sangat dilarang oleh hukum dan pabean Saudi, sangat berlimpah di bar pesta itu dengan koleksi yang lengkap. Bartender Filipina yang disewa menyajikan koktail sadiqi, sebuah minuman keras buatan lokal," kata kawat itu sebagaimana dilasir The Guardian. "Juga diketahui dari mulut ke mulut bahwa sejumlah tamu (pada pesta itu) pada kenyataan adalah 'gadis panggilan', sesuatu yang tidak biasa untuk pesta semacam itu.
Kiriman informasi dari para diplomat AS itu, ditandatangani oleh konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, "Meski tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut, kokain dan hashishsh (ganja) digunakan secara umum dalam lingkungan sosial semacam itu."
Pesta bawah tanah sedang "berkembang dan berdenyut" di Arab Saudi berkat perlindungan dari kerajaan Saudi, kata kawat itu. Namun pesta semacam itu hanya tersedia di balik pintu tertutup dan untuk orang yang sangat kaya. Terdapat sedikitnya 10.000 pangeran di kerajaan itu. Beberapa masih merupakan keturunan langsung Raja Abdul Aziz, sementara yang lain berasal dari cabang keluarga yang tidak langsung.
Para diplomat yang hadir dalam pesta itu melaporkan, lebih dari 150 pria dan perempuan Saudi, sebagian besar berusia 20-an dan 30-an tahun, hadir dalam pesta tersebut. Perlindungan dari kerajaan berarti kecemasan akan diserga polisi agama menjadi tidak mungkin. Orang-orang yang masuk dikontrol melalui daftar tamu yang ketat. "Adegannya mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan itu: banyak alkohol, pasangan muda yang menari-nari, seorang DJ di turntable dan semua orang berdandan."
Bocoran itu mengatakan, rak di bar tempat pesta itu menampilkan jenis-jenis minuman keras terkenal.
Para diplomat itu juga mencoba menjelaskan mengapa sang tuan rumah begitu lengket dengan pengawal Nigeria, beberapa di antaranya berjaga-jaga di pintu. "Sebagian besar pasukan keamanan sang pangeran adalah laki-laki muda Nigeria. Merupakan praktek yang umum di kalangan para pangeran Saudi untuk tumbuh bersama para pengawal yang disewa dari Nigeria atau negara-negara Afrika lainnya yang berusia muda, (seusia dengan para pangeran itu) dan akan tetap bersama dengan pangeran tersebut hingga dewasa. Waktu bersama yang lama menciptakan ikatan kesetiaan yang intens"
Seorang pemuda Saudi mengatakan kepada diplomat itu bahwa pesta besar merupakan tren baru. Hingga beberapa tahun lalu, katanya, kegiatan akhir pekan hanya berupa "kencan" dalam kelompok-kelompok kecil yang bertemu di dalam rumah orang kaya. Menurut bocaran itu, beberapa rumah mewah di Jeddah memiliki basement bar, diskotik dan klub.

Kamis, 05 Agustus 2010

Beravontur Dengan Jiwa Belanja

Setiap individu adalah pribadi yg unik. Masing-masing bebas mengekspresikan diri dan karakternya senyaman mungkin. Sangking uniknya, kadang bisa membuat orang lain yg melihat menggelengkan kepala, mencopa memahami bagaimana sebuah hobi bisa membawa diri berkelana dari satu tempat ke tempat lain.

BUKAN hanya menulis yg bisa demikian. Tengok saja mereka yg begitu gandrung dgn dunia sepak bola. Begitu ada dana lebih, tentu akan lebih memuaskan bagi mereka jika menonton klub kesayangan secara langsung di kandangnya ketimbang dari layar kaca.

Demikian pula yg terjadi pd yg punya hobi berburu koleksi fesyen terbaru, barang-barang antik, atau keperluan lainnya. Mereka tak segan-segan mengarungi ribuan kilometer demi mendapatkannya atau menjadi yg pertama memperoleh koleksi tsb.

Sadar akan potensi yg satu ini, bnyk negara pun berlomba-lomba mengadakan pekan belanja yg menawarkan berbagai kelebihan dan keuntungan bagi para shopaholic. Seperti yg sdh diprediksikan, pekan belanja tsb mampu menyedot para penggila belanja dari negara-negara tetangga lainnya sehingga wisata belanja pun menjadi ladang baru bagi industri pariwisata.


Wisata Belanja Indonesia.
Masyarakat Indonesia sendiri sudah sangat dikenal dgn kegemarannya berbelanja. Hal ini seolah sudah menjadi “rahasia umum” bagi para pengelola wisata di Negara-negara yg kerap mendapat kunjungan dari wisatawan Indonesia.
Beranvontur tanpa belanja, ibarat makan sayur tanpa garam. Makanya, belanja selalu jadi kegiatan rutin yg tak boleh luput dari bagian acara inti.
Di satu sisi, bukan Cuma Hongkong, Paris, atau Bangkok saja yg kini dicari orang untuk berbelanja, karena Jakartapun telah masuk dalam deretan destinasi utk berwisata belanja.
Tidak sedikit wisatawan manca negara (Wisman) yg bertandang ke sini, khusus utk memuaskan hasrat berbelanja. Bagi para shopaholic, Indonesia memang boleh jadi surga yg tepat utk memuaskan hobi yg kerap menguras isi kantong itu.
Betapa tidak, beragam barang bisa dicari dari yg harga super murah hingga barang-barang bermerek asli. Dari yg buatan pabrikasi modren hingga kerajinan tangan yg memperlihatkan tingkat kesulitan tinggi dan merupakan bagian dari warisan budaya leluhur. Tentu saja, yg terakhir ini punya nilai lebih dari sekadar nilai nominal yg tertera.

Menggila di Jakarta
Posisi Indonesia di mata penggila belanja memang semakin bersinar, khususnya di Jakarta. Hal ini tidaklah mengherankan, mengingat ada 75 shopping mall yg tersebar di seluruh Jakarta dan masing-masing mal menawarkan sentuhan tersendiri dalam berbelanja.
Arie Budiman, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, mengatakan bahwa harga yg ditawarkan di Jakarta sangat bersaing dgn kota-kota besar di kawasan Asia. Berbagai produk pun dpt ditemui, mulai dari fesyen bermerek yg yg dibanderol dgn harga tinggi hingga koleksi yg dijajakan dgn harga sangat murah.

Masing-masing memang utk membidik segmen tersendiri. Utk pasar Asia yg ditonjolkan adalah pusat perbelanjaan di Mangga Dua dan Tanah Abang. Sementara Pasar Timur Tengah biasanya mengejar barang-barang bermerek dari butik-butik terkenal dan berkelas Internasional. Lain lagi dgn kebiasaan turis dari Eropa, yg lebih tertarik berbelanja beragam kerajinan tangan ketika berkunjung ke Jakarta.

Sadar akan potensi besar ini, Pemda Prov DKI Jakarta pun memberi dukungan terhadap wisata belanja Jakarta, antara lain lewat Jakarta Tourism Expo di kota-kota besar di Indonesia, mengajak Blok A Tanah Abang dan dimasukkan dalam paket wisata belanja.

Demikian pula halnya dgn Jakarta Great Sale yg dilangsungkan pd bulan Juli-Agustus 2009, PRJ, hingga berbagai event musik seperti Java Jazz, Jak Jazz, Blues Festival yg ditunjang dgn paket wisata belanja.

Baik langsung maupun tidak, hal ini semakin meningkatkan gairah pariwisata Jakarta sehingga mendorong pertumbuhan jumlah wisman maupun domestik yg berkunjung. Menurut data yg dihimpun dari dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov DKI Jakarta, pd thn 2008 jumlah Wisman ke Indonesia sebanyak 6.429.027 orang yg ke 23 persennya atau sebanyak 1.534.785 orang yg bertandang ke Jakarta. Sementara itu, hingga bulan September 2009, jumlah wisman telah mencapai 970.404 orang.

Bagaikan sebuah efek domino, adanya ketertarikan wisman dan domestik utk berbelanja di Jakarta bisa memberi pengaruh positif pd lini pariwisata lainnya. Dari sekedar tertarik utk berbelanja, kemudian tergoda utk menyambangi obyek-obyek wisata yg ada di Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan.

Dengan demikian, sdh selaiknya hal ini pun mendapat perhatian dari seluruh pihak agar tak pernah berhenti mencari potensi baru utk digali.[-O-]

.

Rabu, 04 Agustus 2010

Mencicipi Secangkir Kopi di That's Life Coffee

Lain padang lain ilalang, lain orang lain pula pandangannya terhadap kopi. Ada yg melihat ia tak lebih dari sekedar minuman, ada yg melihat sebagai "minuman pergaulan" di kafe-kafe, atau sbg booster energy di pagi hari.
Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia selain Brazil dan India, Indonesia patut berbangga diri karena tdk banyak negara yg diberkahi dgn biji kopi yg demikian beragam. Para pencinta kopi tentu tahu bagaiman kopi dari dalam negri memiliki cita rasa yg tinggi.
Sementara di sisi lain, dalam kehidupan sehari-hari, kopi telah menjadi budaya, hidangan yg dinikmati baik sendiri maupun dalam kebersamaan.
Bagi sebagian orang, kebanggaan dan bagaimana kopi ini menjadi sebuah gaya hidup berhasil mendorong mereka utk membangun usaha kedai kopi, salah satunya That's Life Coffee. Di sini, berbincang-bincang dan berbagi cerita kehidupan dgn secangkir kopi adalah hal-hal yg amat dihargai. Terletak di lantai 2, ruang studio yg mungkin tidaklah sebesar garasi mobil anda di sulap menjadi kedai kopi yg nyaman.
Setiap orang tentunya mempunyai selera masing-masing dalam menikmati kopi, baik itu panas, dingin, latte, atau kopi hitam yg memiliki karakter kuat disediakan di sini. Selain itu, ada pula pilihan beverage seperti smoothies dan berbagai ice blended yg juga patut dicoba, sandwich dgn pilihan tuna, beef, dan chicken, atau sepiring salad bagi yg ingin mengobati rasa lapar.
Menariknya lagi, setiap bulan That's LC mempunyai tradisi memperkenalkan biji kopi yg berbeda-beda dari berbagai daerah di Indonesia. Dari Toraja, Aceh, Sumatera Linthong, Sumatera Mandheling, Java Jampit, Bali Kintamani dan Kopi Luwak.
Di bulan Oktober tahun ini, That's LC memperkenalkan Nusantara Blend, salah satu racikan kopi jenis arabica yg memiliki karakter rasa dan aroma kuat. Menggabungkan tiga biji kopi Indonesia yg tidak diragukan lagi reputasinya di dunia, yaitu Java Jampit, Toraja, dan Sumatera Mandheling. Berani mencoba?[-O-]


Kopi = Gosip = penghakiman.

Minggu, 25 Juli 2010

Cara Nyaman Tinggal di Apartemen

APARTEMEN merupakan salah satu tren baru di masyarakat terutama di ibukota. Semakin sedikitnya lahan utk perumahan menjadi alasan dibuatnya rumah vertikal ini.

Selain bentuknya yg berbeda dgn rumah biasa, ada beberapa aturan yg berbeda pula apabila anda memutuskan utk tinggal di Apartemen.Karena ukuran ruangan yg umumnya terbatas, anda sebaiknya tdk membawa banyak barang apabila hendak tinggal di apartemen. Bawalah barang yg sifatnya penting dan diperlukan. Selain itu, perabot yg akan diletakkan di dalam apartemen pun harus dipilih dan dipilah dgn baik, baik dari segi ukuran dan efisiensinya.

Kesalahan yg banyak dilakukan orang ketika pindah ke apartemen adalah memboyong semua benda perabot yg biasanya digunakan di rumah biasa. Akibatnya, ruangan apartemen menjadi sempit dan biasanya dikorbankan satu ruangan utk dijadikan gudang tempat menampung barang yg tidak digunakan.

Bergaya hidup praktis juga sangat berguna bagi anda yg tinggal di Apartemen. Bisa dimulai dari praktis memilih perabot. Misalnya, anda bisa memilih mesin cuci yg juga berfungsi sebagai pengering pakaian, atau memilih lemari pakaian yg memiliki pintu dorong sehingga menghemat banyak ruang.

Bagi anda yg menggunakan jasa pembantu rumah tangga yg tinggal di rumah, anda bisa menggantinya dgn jasa pembantu khusus apartemen, yg biasanya setelah selesai pekerjaannya, tdk tinggal di rumah. Hal ini akan menghemat ruangan sehingga anda tdk perlu menyediakan kamar pembantu lagi.

Selain itu, karena anda tinggal dgn orang lain, anda pun diwajibkan utk menjaga kebersihan lingkungan sekitar apartemen, terutama yg merupakan fasilitas umum. Juga sebaiknya tdk menggunakan barang-barang yg termasuk fasilitas umum utk kepentingan pribadi karena bisa merugikan banyak orang.

Toleransi dan sifat pengertian terhadap sesama pun dibutuhkan. Misalnya dgn tidak menyalakan radio atau musik dgn suara keras, atau pun memasak makanan yg berbau tajam dan mengganggu sekitar.[-O-]


Selasa, 13 Juli 2010

Perpaduan Antara Besar dan Mewah

"BIG is Beautiful". Kita semua pasti pernah mendengar idiom tsb yg menyatakan bahwa "Besar itu Indah". Dan semangat inovatif SHARP telah menciptakan satu standar global baru dgn perpaduan elegan dari teknologi Plasmacluster dan kemewahan stainles-steel dalam warna Titanium yg membalut Lemari Es Queen Series dan Queen Series Hybrid dalam satu kesatuan utuh.
Kini, SHARP kembali menghadirkan semua kemewahan itu dalam lemari es SALSA dalam 12 model dgn 4 pilihan ukuran berkapasitas 477 liter, 508 liter, 555 liter dan 596 liter. Lemari es ini memiliki LCD Control Panel di bagian luar yg memungkinkan anda mengatur operasional lemari es seperti yg dikehendaki tanpa harus membuka pintu terlebih dahulu.
Teknologi Plasmaclusternya terbukti ampuh melawan bakteri dan spora jamur yg ada di udara. Ion positif dan negatif yg dihasilkan generator Plasmacluster menyebar di udara dan melumpuhkan membran sel bakteri dan mencegah reproduksinya.. Hasilnya, bau-bauan menjadi hilang dan makanan di dalam lemari es pun menjadi segar dan lebih lama.
Selain desainnya yg elegan dan mewah, lemari es dua pintu ini memiliki ruang luas dibagian interiornya. Selain hemat energi, fitur-fitur lain seperti Hybrid Cooling System pun akan mempertahankan suhu dgn merata.
Hybrid Cooling System memadukan teknologi Direct Cooling System dan Fan Cooling System. Dengan plat HYBRID yg berada tepat di depan kipas pendingin, hembusan angin pendingin akan menyebar merata ke seluruh bagian dalam lemari es. Selain itu, yg terpenting adalah tingkat kelembaman dan suhu dingin di dalam lemari es dapat dijaga merata dan menyeluruh. Mekanisme ini membuat makanan yg disimpan di dalam lemari es menjadi lebih segar dan tahan lama serta tetap terjaga bentuknya.[-O-]

Jumat, 15 Januari 2010

Silahturahim di Gunung Bunder


Walaupun jarum jam masih menunjukkan pukul 06.00, cahaya matahari pada Sabtu (12/12) itu sudah terang benderang dan menusuk badan. Hari itu, para pesepeda dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya sudah berkumpul di Ocean Park, Bumi Serpong Damai.

Mereka berkumpul di tempat itu utk mengikuti touring dan camping di kawah Ratu Gunung Bunder di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Sepeda Gunung Jalur Pipa Gas (JPG) yg berbasis di desa Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang Selatan, provinsi Banten. Tidak tanggung-tanggung, jumlah perserta yg mengikuti acara tsb 170 orang, dua orang diantaranya warga negara asing yg bekerja di Jakarta. Tidak hanya pesepeda pria, empat pesepeda perempuan juga ikut serta dalam JPG Gathering ini. Sebagian besar peserta menuju lokasi di Gunung Bunder dgn menggunakan truk yg disediakan Panitia. Beberapa diantaranya ada juga yg membawa kendaraan sendiri ke Gunung Bunder.

Sementara 22 pesepeda lainnya termasuk Kompas, bersepeda ramai-ramai melalui jalan raya (on road) menuju G Bunder dgn jarak tempuh sekitar 60 km. Walaupun melewati jalan raya, kontur jalan yg dilalui pesepeda cukup bervariasi dan sebagian besar jalan yg ditempuh berupa tanjakan yg cukup menguras tenaga. Meski melelahkan, bersepeda secara berombongan sangat mengembirakan sehingga rasa letihpun nyaris tdk terasa. Bahkan ada juga di antara rombongan pesepeda on road itu yg menggunakan sepeda lipat dgn ukuran ban 20 inci, sementara kebanyakan pesepeda yg menggunakan sepeda gunung memakai ban berukuran 26 inci.

Petualangan Bersepeda

Rute yg ditempuh melalui jalan raya Serpong- Parung- Ciseeng- Ciampea- Gunung Bunder.“Ini baru sepertiga perjalanan,“kata Herjuno Cahyo Nugroho saat rehat setelah menempuh perjalanan sekitar 21 km di sekitar Ciseeng, Bogor. Perjalanan menanjak yg melelahkan terutama dirasakan pd 14 tahun menjelang kawasan taman Nasional Gunung Halimun Salak di kaki Gunung Bunder.

Setelah tiba di tujuan, peserta JPG Gathering istirahat beberapa jam, kemudian melanjutkan petualangan bersepeda di jalur off road, melewati jalan menurun dan tanjakan curam berbatu sepanjang 11 km. Malam harinya, acara camping diisi silahturahim antara pengurus JPG dan para pesepeda. Acara terasa makin seru dgn kegiatan api unggun dan makan kambing guling. Sebelum pulang, peserta JPG Gathering mengikuti off road lagi. Kali ini melalui rute belantara hutan pinus dan jalan tanah setapak. Tentu seru dan mengasyikkan.

.“JPG Gathering sebelumnya pernah diadakan sekitar tahun 2002,“ kata Ketua Umum Pengurus JPG Agustinus Heryanto. Meski belum didukung Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia, JPG sdh beberapa kali membuat kompetisi sepeda gunung. Tahun 2009, pengurus JPG hanya menyelenggarakan satu kompetisi sepeda Gunung untuk Trek Cross Country (XC). Tahun 2010, kita akan mengadakan tiga kali kompetisi,“tutur Agus.

Salah satu peserta JPG Gathering yg warga Italia, Caletti Gianardo (48), terlihat senang dan bugar meski capai setelah melahap tanjakan maut off road di hari pertama.“Treknya lumayan berat, tetapi menyenangkan,“katanya. Dia bersama lima orang lainnya dari perusahaan keramik Essenza sengaja ikut kegiatan JPG Gathering. Tentu saja dari acara itu banyak cerita yg di dapat, mulai dari rapat panitia yg melelahkan, mobil team advance yg kecebur got, membuka jalur off road ditengah desingan peluru TNI yg sedang latihan di kawasan Gunung Bunder, protes dari keluarga, berhimpitan di truk yg mengangkut sepeda, hingga tanjakan yg tak ada habisnya. Ditambah lagi dengan kehujanan saat camping bersama. Yang tak kalah seru adalah mandi bersama di air terjun, kedinginan di malam hari, serta mendorong sekaligus memanggul sepeda di jalan setapak yg sulit digowes. Sungguh suatu pengalaman tak terlupakan.[-O-]