Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Februari 2011

Dede dan Rumah Kedua

Cimaja atau Kuta? Dua pilihan berat bagi Dede Suryana tujuh tahun lalu. Tetapi, kini bagi Dede (23), pilihan pindah ke Kuta, Bali, dari kampung halamannya di Cimaja, Sukabumi, Jawa barat, sama sekali tidak keliru. Kuta yg menentramkan sekarang bagai rumah kedua baginya.

"Cinta saya terbesar mungkin kepada ombak. Ombak Cimaja tetap selalu di hati, mengejar dan kukejar. Tetapi, ombak Kuta telah membuat saya hidup dalam kegairahan. Asal saya dari Cimaja, tetapi Kuta adalah rumah kedua saya," kata Dede, seusai merebut emas kelas "aerial" putra di Pantai Kuta, Rabu (22/10).

Hidup Dede memang dari mengejar dan dikejar ombak di atas papan selancar. Hal itu dilakoninya sejak usia tujuh tahun. Beberapa kali ia mengikuti kejuaraan selancar ditingkat lokal dan menjadi juara. Demi karirnya di atas papan selancar, selepas lulus SMA ia bulat hati memilih hijrah di Kuta. Di Kuta, kemampuannya terus terasah, dgn level kompetisi yg lebih tinggi hingga level internasional.
"Karier surfing saya meningkat tajam di Kuta. Hal itu didukung dgn komunitas peselancar yg banyak. Berselancar dgn peselancar dari luar negri di Kuta juga sangat bermanfaat meningkatkan kemampuan," kata Dede. Jika sejumlah orang menjadikan selancar sebagai bagian dari gaya hidup yg dimodifikasi dalam banyak hal, Dede justru menempatkannya sebagai jalan hidup. Itu adalah konsekuensi dari panggilan jiwanya terhadap selancar.
Sejumlah kejuaraan tahunan di Bali hingga Australia dan AS telah dimenanginya. Pencapaian fenomenal baginya adalah saat tampil di Kejuaraan Tood Cheeser di Hawaii tahun 2003. Ia berhak menjadi juara setelah mengalahkan juara dunia sembilan kali, Kelly Sleter asal AS.
Namun besar Dede di dunia selancar tidak membuatnya tinggi hati. Ketika diminta masuk menjadi salah satu tulang punggung Indonesia di ajang ABG I, ia langsung menerimanya. "Tampil membela negara, itu sebuah kebanggaan, tantangan, sekaligus penghargaan. Apalagi ini tampil di Bali," kata Dede.[-O-]

Rabu, 19 Januari 2011

GOWES Untuk Lingkungan

Penyanyi dan Pemain sinetron Tasya (17) memberi kejutan kpd ratusan peserta sepeda santai dalam rangka ulang tahun ke 1.326 Kota Palembang. Pasalnya, peserta semula mengira hanya akan bertemu Meneg LH Rahmat Witoelar dan Walikota Palembang Eddy Santana Putra.
Penyanyi bernama asli hafa Tasya Karmila memang muncul tiba-tiba, berputar-putar diantara peserta dan sepedanya. "Saya diajak pak Mentri (rahmat Witoelar) karena saya kebetulan jadi Duta Lingkungan Hidup sejak 2006. Bersepeda bagian dari upaya menjaga lingkungan hidup dgn mengurangi emisi gas buang dari sektor transportasi," ujar Tasya.
Saat disinggung keahliannya bersepeda, Tasya yg kini duduk di kelas II SMA Al Azhar Pondok Labu, Jaksel, ini mengaku sdh terbiasa bersepeda, setidaknya sekali dlm seminggu gowes di Jakarta.
Tasya lalu mendampingi Mentri LH menanam pohon damar di Taman Kota Kambang Iwah Palembang dan meresmikan lajur sepeda utk para penggowes di tengah kota Palembang. Oh iya, dia tidak lupa menyapa dan tersenyum kepada semua orang di sekitarnya, memperlihatkan lesung pipit yg menjadi ciri perempuan mungil ini.[-O-]

THESSA KAUNANG
Apa kabar Thessa Kaunang? Pemain sinetron dan presenter ini kini kembali muncul di layar kaca, kali ini dalam program komedi situasi kungfu Komeng, ditayangkan ANTv setiap Rabu, Kamis dan Jumat pukul 19.00. Ibu dua anak itu tampil bersam Komeng yg dulu kerap menjadi mitranya dalam acara komedi."Diprogram ini saya sekalian nostalgia dgn Komeng. Reuni," ujarnya.
Jika dipasangkan dgn Komeng, Thessa yg berwajah lembut ini mendadak bisa pintar melucu. Keduanya terakhir berduet di acara Impressario pd 1999. Sepuluh tahun berlalu, apa Thessa masih bisa kompak dgn Komeng? "Saya merasa chemistry saya masih bisa cocok dgn dgn Komeng," sahut dia.
Thessa bercerita, dulau waktu pertama kali berakting di program komedi, ia kerap bertanya, bagaimana agar bisa kompak dgn pemain lain yg lucu-lucu. "Ternyata enggak usah dipikir. Ngalir aja, tahu-tahu nyambung sendiri," tutur Thessa.
Banyak berimprovisasi dialog dan adegan yg ia lakukan. "Begitu dialognya pas, saya langsum nyamber utk melucu," imbuh dia.
Di Kungfu Komeng, Thessa berperan sbg Mpok Thessa yg genit dan centil. "Ceritanya di sebuah perguruan China, padepokan silat. "Saya jadi istri Opie Kumis," kata Thessa diiringi tawa.[-O-]

Kamis, 09 September 2010

Camat Bantargebang Rekaman.

Basofi Sudirman, Gubernur Jawa Timur saat itu, sukses menjadi penyanyi. Kini, langkah itu ada di Bekasi. Edy Rosyadi, Camat Bantargebang, mulai latihan dangdut. "Hanya menyalurkan hobi dan utk menghibur masyarakat," katanya saat ditanya alasan rekaman lagunya.

Langkah rekaman ditempuh ketika hobi bernyanyi dangdut sudah lama ditemui oleh pria asal Indramayu ini. Karena menjabat Camat Bantargebang, maka tema lagu andalanpun terkait dgn "sampah" di TPA Bantargebang.

Bukan tanggung-tanggung ketika masuk dapur rekaman di Tiryani Record, Duren Sawit, melibatkan Maxie Mamiri sbg produser. Bahkan lagu andalan "nasib Pemulung" karya Leo Waldi, pengambilan Video Klipnya di lokasi TPA Bantargebang. Lagu andalan lain yakni "warteg", Duh Eneng, maupun Mawar Merah.

Pria yg dikenal di kalangan Camat sbg "Rhoma Irama2 ini memang sering diminta tampil dalam setiap acara hiburan.

"Dalam waktu dekat sdh beredar kasetnya," katanya.

Tidak mengganggu kerja? "Kita khan hanya hobi. Dan mengambil waktu di luar jam kerja. Pelayanan masyarakat harus tetap diutamakan," katanya. [-O-]

Senin, 17 Mei 2010

Shanti Digemari Anak Kecil.

Ketika berpindah tugas ke halte lain, banyak anak kecil yg merasa kehilangan.
WANITA berparas cantik ini melayani penumpang bus Transjakarta di Koridor III (Kalideres-Harmoni) sebagai petugas tiketing. Tetapi, tugasnya sebagai petugas tiketing tidaklah hanya disatu halte, melainkan berpindah di sepanjang koridor III.

Shanti, namanya. Sebelumnya dia menjadi satgas on board di Koridor VI (Ragunan-Kuningan). Lantaran tugasnya cukup berat, dia mengundurkan diri setelah sempat bertahan seminggu. Dia pun menganggur selama seminggu, kemudian dipanggil lagi oleh pihak Transjakarta untuk bertugas menjadi petugas tiketing.

”Waktu saya menjadi satgas terasa capek sekali. Karena badan saya agak kecil jadi ya terdorong-dorong penumpang. Saya nggak kuat, akhirnya saya mengundurkan diri,” ujar wanita kelahiran Jakarta 24 Maret 1980 ini.

Shanti ternyata suka dengan anak kecil. Ketika bertugas di halte Jembatan Gantung, dia suka menyapa anak kecil. Lantas, setelah berpindah tugas ke halte Kali deres, banyak penumpang, terutama anak-anak kecil yg pernah mengenalnya menanyakan dimana Shanti. Teman-temannya suka menyampaikan pesan ada penumpang di Jembatan Gantung sering menanyainya.

”Saya paling senang dengan anak kecil. Kalau ada anak kecil, saya menyapanya,” ujar Shanti.

Shanti cukup banyak mengambil hikmah ketika melayani penumpang. Dia dapat melihat berbagai macam karakter manusia, mulai dari yg menyenangkan hingga yg menjengkelkan.

”Ada juga saya menemukan penumpang yg gak mau mengerti dengan kondisi yg ada. Ketika itu uang yg diberikan cukup besar. Karena masih pagi maka belum ada recehan untuk kembalian. Tetapi, penumpang itu tak percaya kalau nggak ada uang recehan.
Saya minta menunggu, dia nggak mau tapi tetap saja ngomel-ngomel dan berdiri di situ. Akhirnya dia nunggu juga dan masuk ke dalam halte,” tukas anak dari Suri dan Almarhum Mintarsih ini.[-O-]

Senin, 15 Februari 2010

MENGENAL SOSOK NYOMAN GUNARSA

Nyoman Gunarsa adalah salah satu dari sekian Maestro seni lukis Indonesia yg memiliki reputasi berkesenian yg luar biasa dan dedikasinya di dalam duni pendidikan seni rupa. Beliau adalah lulusan sarjana seni lukis alumnus ISI Yogyakarta yg pernah mengalami sistem pendidikan yg panjang dari Akademis lalu menuju Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia hingga sekarang. Suatu perjalanan yg sangat mahal dan jarang dilalui oleh seniman-seniman Indonesi sekarang dalam menimba ilmu kesenian. Penjelajahannya ke berbagai negara di dunia baik untuk pameran, ceramah-ceramah , seminar-seminar maupun menunjukkan kepiawaiannya dalam penciptaan, membuat para pencinta seni mengaguminya.

Nyoman Gunarsa (staf Dosen ISI Yogyakarta dan Dewan Penyantun ISI Denpasar) di tahun 1987 membangun Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia di Yogyakarta sebagai media pelestarian dan obyek wisata, juga mendirikan Museum Seni Lukis Klasik Bali di Klungkung Bali dengan bangunan yg super megah (termegah di Bali) dan terdapat koleksi lukisan-lukisan Bali antik yg telah berusia beberapa abad di dalamnya.

Dari periode akademis, Nyoman Gunarsa sangat tekun dgn mata pelajaran melukis alam, wajah, gambar bentuk, sketsa, ilmu anatomi termasuk teori-teori seni seperti panggung Sejarah Seni Rupa Dunia, sejarah kebudayaan, filsafat seni, sehingga beliau menguasai gambar bentuk yg piawai dan setiap goresan lukisannya terlihat sangat mantap, artistik, berenergi dan eskpresif. Apa lagi dikelilingi dgn bingkai bertahta pahatan yg memang sudah menjadi ciri khasnya semenjak tahun 1970-an.

Di periode Arringit, Nyoman Gunarsa terus bergulir mencari inspirasi ke dunia”Tari” atau gerakan-gerakan tari yg dinamis (Movement in Space). Dengan profil-profil wajah penari yg cantik-cantik, pemirsa banyak yg jatuh cinta dgn karya-karyanya. Bahkan sampai menyeret beberapa oknum pelanggaran Hak Cipta (terbius oleh kehebatan maha karyanya yg telah menggetarkan dunia) karena tergiur untuk memalsukan lukisannya. Sang Maestro dengan tegar dan kukuh bersaksi dalam pembuktian di pengadilan untuk mencari kebenaran dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai pencipta.

Nyoman Gunarsajuga pernah menjadi bintang iklan Master Card yg tersebar di seluruh belahan dunia dgn dilatari lukisan penari legong, merupakan salah satu kepercayaan dunia, bahwa karya-karyanya memang benar benar ciptaan ”Tangan Emas” seniman Maestro Indonesia yg patut dibanggakan. Tidak mengherankan jika pemerintah Indonesia memberikan penghargaan ”Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden” kepada beliau mengingat perjalanan karirnya sebagai pelukis Indonesia sangat panjang.

Diperiode Moksa, Nyoman Gunarsa lebih menekankan pada isi atau roh dari karya ciptaannya yg telah dilalui dari berbagai periode itu untuk menggolkan "Jiwa Ketoknya" yg kreatif dan mantap. Nyoman mengartikan kata moksa sebagai kias yg lebih cenderung mengarah pada kebebasan pribadinya. Dalam pameran kali ini yg di sponsori oleh Artha Gallery di hotel Grand candi, Semarang, mengemukakan Tema "Opera Khayangan" yg mengedepankan keindahan, kecantikan, dinamika, ekspresi gerak tari, mata, kaki, penari Bali (Khayangan), dengan berbagai thema tarian yg merupakan suatu opera gerakan tari yg memukau.[-O-]


Selasa, 22 Desember 2009

PERCAYA DIRI

Percaya diri. Itulah kata kunci yg dipegang pemain film & penyanyi, juga bintang Disney, Miley Cyrus (17). Percaya dirinya bahkan dianggap terlalu tinggi. Namun karena percaya diri itu pula yg membuat Cyrus tak pernah grogi atau minder ketika hadir di tengah artis top dunia lainnya.
Bintang serial televise Hanna Montana ini mengaku, ketika berada di jajaran orang-orang top, dia harus membangun rasa percaya diri bahwa dirinyalah yg paling keren.. Hanya dengan cara itu, Cyrus tidak pernah canggung memasuki gemerlap dunia hiburan. “Saya tak pernah merasa minder berhadapan dgn artis-artis lainnya, walaupun saya tahu dia artis top dunia. Saya merasa lebih cantik dan lebih keren dibandingkan yg lain,” katanya.
Cyrus memang bukan seperti remaja normal lainnya, prestasinya meroket sejak usia muda. Namanya semakin ternary ketika ikut membintangi film High School Musical bersama actor pujaan para perempuan, Zac Efron.
Media massa sempat memberi predikat kepada cyrus sebagai remaja yg tak pernah tumbuh normal. “Memang tak banyak sisi normal dari saya sebagai remaja, tetapi hal normal yg dirasakan remaja perempuan lainnya, dan juga saya rasakan, adalah anggapan bahwa Zac Efron itu memang keren dan seksi,” kelakarnya