Senin, 15 Februari 2010

MENGENAL SOSOK NYOMAN GUNARSA

Nyoman Gunarsa adalah salah satu dari sekian Maestro seni lukis Indonesia yg memiliki reputasi berkesenian yg luar biasa dan dedikasinya di dalam duni pendidikan seni rupa. Beliau adalah lulusan sarjana seni lukis alumnus ISI Yogyakarta yg pernah mengalami sistem pendidikan yg panjang dari Akademis lalu menuju Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia hingga sekarang. Suatu perjalanan yg sangat mahal dan jarang dilalui oleh seniman-seniman Indonesi sekarang dalam menimba ilmu kesenian. Penjelajahannya ke berbagai negara di dunia baik untuk pameran, ceramah-ceramah , seminar-seminar maupun menunjukkan kepiawaiannya dalam penciptaan, membuat para pencinta seni mengaguminya.

Nyoman Gunarsa (staf Dosen ISI Yogyakarta dan Dewan Penyantun ISI Denpasar) di tahun 1987 membangun Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia di Yogyakarta sebagai media pelestarian dan obyek wisata, juga mendirikan Museum Seni Lukis Klasik Bali di Klungkung Bali dengan bangunan yg super megah (termegah di Bali) dan terdapat koleksi lukisan-lukisan Bali antik yg telah berusia beberapa abad di dalamnya.

Dari periode akademis, Nyoman Gunarsa sangat tekun dgn mata pelajaran melukis alam, wajah, gambar bentuk, sketsa, ilmu anatomi termasuk teori-teori seni seperti panggung Sejarah Seni Rupa Dunia, sejarah kebudayaan, filsafat seni, sehingga beliau menguasai gambar bentuk yg piawai dan setiap goresan lukisannya terlihat sangat mantap, artistik, berenergi dan eskpresif. Apa lagi dikelilingi dgn bingkai bertahta pahatan yg memang sudah menjadi ciri khasnya semenjak tahun 1970-an.

Di periode Arringit, Nyoman Gunarsa terus bergulir mencari inspirasi ke dunia”Tari” atau gerakan-gerakan tari yg dinamis (Movement in Space). Dengan profil-profil wajah penari yg cantik-cantik, pemirsa banyak yg jatuh cinta dgn karya-karyanya. Bahkan sampai menyeret beberapa oknum pelanggaran Hak Cipta (terbius oleh kehebatan maha karyanya yg telah menggetarkan dunia) karena tergiur untuk memalsukan lukisannya. Sang Maestro dengan tegar dan kukuh bersaksi dalam pembuktian di pengadilan untuk mencari kebenaran dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai pencipta.

Nyoman Gunarsajuga pernah menjadi bintang iklan Master Card yg tersebar di seluruh belahan dunia dgn dilatari lukisan penari legong, merupakan salah satu kepercayaan dunia, bahwa karya-karyanya memang benar benar ciptaan ”Tangan Emas” seniman Maestro Indonesia yg patut dibanggakan. Tidak mengherankan jika pemerintah Indonesia memberikan penghargaan ”Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden” kepada beliau mengingat perjalanan karirnya sebagai pelukis Indonesia sangat panjang.

Diperiode Moksa, Nyoman Gunarsa lebih menekankan pada isi atau roh dari karya ciptaannya yg telah dilalui dari berbagai periode itu untuk menggolkan "Jiwa Ketoknya" yg kreatif dan mantap. Nyoman mengartikan kata moksa sebagai kias yg lebih cenderung mengarah pada kebebasan pribadinya. Dalam pameran kali ini yg di sponsori oleh Artha Gallery di hotel Grand candi, Semarang, mengemukakan Tema "Opera Khayangan" yg mengedepankan keindahan, kecantikan, dinamika, ekspresi gerak tari, mata, kaki, penari Bali (Khayangan), dengan berbagai thema tarian yg merupakan suatu opera gerakan tari yg memukau.[-O-]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar