Minggu, 21 Februari 2010

Cegah Diabetes dengan Jalan Kaki

Melangkah minimal 7.500 kali langkah tiap hari bisa menjadikan orang tetap sehat dan terhindar dari penyakit diabetes melitus. Hal itu dikemukakan ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) cabang Malang Dr dr Achmad Rudijanto dalam Kongres Nasional VII Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), Kamis (23/10) di kota Batu, Jawa Timur. Kongres Nasional diikuti 600 dokter se Indonesia, 300-an peserta non medis, dan berlangsung 23-26 Oktober 2008.
“Untuk berjalan kaki, yg dibutuhkan hanya alas kaki dan baju kaos, namun yg akan kita dapatkan adalah kesehatan yg tidak ternilai harganya,“ tutur Rudijanto. Untuk menurunkan berat badan, orang hanya perlu rutin berjalan kaki sekitar 10.000 langkah perhari. Untuk membakar 1 kalori, orang butuh berjalan kaki sebanyak 25 langkah. Sebagai gambaran, untuk membakar 16 kalori yg terkandung dalam sebuah permen, dibutuhkan jalan kaki 400 langkah.
“Banyak masyarakat kita yg beranggapan, diabetes hanya menjangkiti orang yg suka makan fastfood. Pendapat itu benar, tapi makanan tradisional seperti nasi yg dimakan dengan jumlah yg berlebihan juga bisa menyebabkan diabetes,“ ujarnya. Ahli diabetes dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar Malang, Prof Dr Joko Wahono Soeatmadji, mengatakan bahwa Indonesia saat ini menjadi negara peringkat keempat dengan jumlah penderita diabetes terbanyak setelah Cina, India, dan Amerika.
Total penderita diabetes melitus di Indonesia, berdasarkan data WHO, saat ini sekitar 8 juta jiwa dan jumlahnya tersebar di seluruh wilayah. Tahun 2025 diprediksi jumlahnya melebihi 21 juta jiwa. Sementara itu, jumlah penderita diabetes di dunia mencapai 200 juta jiwa. Tahun 2020 diprediksi menjadi 350 juta jiwa.
"Untuk menekan jumlah pengidap diabetes, ada baiknya trotoar dalam kota diperbaiki sehingga masyarakat nyaman berjalan kaki,“ kata Ketua Panitia Kongres Nasional Persadia, Putu Moda Arsana.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar