Sabtu, 27 Februari 2010

Kenali "Sick Building Syndrome"

Apakah yg dimaksud dgn Sick Building (SBS)? SBS merupakan keluhan dan kumpulan permasalahan kesehatan yg timbul berkaitan dgn waktu yg dihabiskan dalam suatu bangunan dan berhubunhan dgn kualitas udara dalam lingkungan.

Gejala yg ditimbulkan tidak spesifik, seperti, sakit kepala, iritasi mata, badan cepat letih, perut terasa kembung, hidung berair, tenggorokkan gatal, kesulitan dalam berkonsentrasi, kulit terasa kering serta batuk kering yg tidak kunjung sembuh.

Penyebab dari SBS antara lain, kualitas udara dalam ruang tercemar oleh radikal bebas (bahan kimiawi) yg berasal dari dalam maupun luar ruangan. Contohnya, tercemar oleh mikroba ataupun disebabkan oleh ventilasi udara yg kurang baik. Penyebab lainnya adalah polutan yg bisa mencemari ruangan, misalnya asap rokok, ozon yg berasal dari mesin foto kopi dan printer, volatile organics compounds yg berasal dari karpet, perabotan cat, bahan pembersih, debu carbon monoxide, formaldehyde, dll.

"Akumulasi radikal bebas tersebut tanpa kita sadari dapat menimbulkan berbagai penyakit. Radikal bebas ini dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan jangka pendek. Jangka panjang berupa penyakit kronis seperti kanker dan jantung koroner, sedangkan jangka pendek menyebabkan kerusakan sel-sel daya tahan tubuh sehingga kita mudah terserang penyakit," kata dr. Handy Purnama, Medical Marketing Manager Bayer Healthcare Consumer Care.

Dampak jangka panjang yg dapat ditimbulkan oleh SBS adalah, berbagai gangguan saluran pernafasan, seperti pneumonia, paru-paru, jantung dan penyakit kronis lain yg terkait pencemaran udara. Beberapa penyakit kronis lain adalah gagal ginjal, gangguan sistem reproduksi, system syaraf, kanker, penurunan usia harapan hidup, dan penyakit paru serta jantung. “Resiko menderita gangguan SBS terkait erat dengan faktor lingkungan yg menjadi media pencemar fisik, kimia, biologis dan radiasi dimana kita kontak relative lama terjadi. Terutama di tempat kerja, faktor resiko lingkungan tersebut akan kontak dgn karyawan paling tidak 8 jam sehari, sehingga peluang resiko untuk terpaian dan mengalami SBS akan semakin besar”, kata Dr. Budi Haryanto, Phd, MSc dari IAKMI/FKM-UI.

Paparan radikal bebas memang sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, dibutuhkan asupan anti oksidan yg bisa menangkal radikal bebas berlebih dalam tubuh. Salah satu asupan antioksidan yg bisa anda pilih adalah suplemen nutrisi anti oksidan yg diperkaya vitamin C, E, Zinc dan Selenium.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar