Tampilkan postingan dengan label Wisata Boga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Boga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 September 2010

Kalau Jakarta Berpesta Kuliner

Sebagai ibukota negara, Jakarta selalu punya cerita. Selalu ada hal yg baru yg menarik utk diungkap, tak pernah sepi dari hingar bingar kehidupan metropolitan.
Bulan November ini misalnya, selama 4-29 November 2009 ada Jakarta Culinary Festival. Sebuah even besar yg mengagungkan dunia kuliner, garapan group Ismayah yg selama tujuh tahun ini meramaikan jagad dunia kuliner dan hiburan di ibukota.
Para pecintan kuliner diajak bertualang rasa dibeberapa tempat yg turut serta dlm festival ini, yaitu Social House, Puro Ristorante, e Bar, Blowfish Kitchen & Bar, Pizza e Birra, Miele House, dan Steak House di Four Seasons Hotel.
Event ini menampilkan karya para chef terbaik dgn kreasi unik mereka dlm bertualang gastronomi, seperti Chris Salans, Paul Wilson, Will Meyrick, dan ahli anggur Nick Stock. Festival ini mengangkat para chef lokal, antara lain Executive Chef of Social House Aldo Volpi, Executive Chef of Blowfish Hugo Adrian, Executive Chef of Four Seasons Vindex Tengker, Chef/Owner of Java Bleu Antoine Audran, dan pegang penghargaan Sommelier Suyanto.
Festival ini dpt sambutan hangat dari para pecinta kuliner di Jakarta sejak hari pertama pembukaan. Memasuki minggu kedua, bisa ditemui rangkaian kreasi para chef lokal, seperti demo memasak Aldo Volpi si Social House pd 11 November 2009, yg mengajak bertualang rasa ke Italia Selatan dgn citarasanya yg kaya.
Di hari yg sama, Hugo Adrian mengajak bersantap malam dalam "Japanese Wine Pairing Dinner", di Blowfish Kitchen & Bar. Restoran ini memang begitu terkenal dgn masakan Jepang modern, terutama utk fushion sushi-nya. yg sangat beragam. Bahkan, seorang pelanggan yg telah pindah ke Afrika Selatan, ketika dalam sebuah lawatan bisnisnya ke Jakarta, hal pertama yg langsung dilakukannya adalah menyambangi Blowfish demi melepas rindu dgn sushi roll khasnya.
Demikian pula dgn Vindex Tengker, tokoh di balik nama harum Steak House. Ia dikenal dgn keahliannya memadukan bahan dan bumbu lokal utk penyajian yg sulit ditampik. Selama festival ini pun ia menyajikan menu spesial yg tersedia di Steak House, yaitu racikan Whita (Alba) Truffles yg segar dan hanya tersedia selama 12-14 November.
Tentu saja, ada event-event spesial lainnya yg bisa ditemui dan sayang utk dilewatkan. Untuk informasi selengkapnya kunjungi www.jakartaculinaryfestival.com. [-O-]

Jumat, 10 September 2010

Untuk Pengalaman Bersantap Yang Berbeda

Tiap individu tentu punya pemaknaan tersendiri saat bersantap. Ada yg terima jadi apa adanya, ada yg lebih senang membumbui hingga menghasilkan cita rasa sesuai selera, sementara ada pula yg lbh senang terlibat dalam proses pembuatan atau memasaknya. Semua itu pd akhirnya menciptakan sensasi tersendiri yg menambah nikmat saat bersantap.
Restoran siap sajipun pd akhirnya memberi sentuhan berbeda seperti yg bisa ditemui di Pepper Lunch. Restoran siap saji asal Jepang ini menyajikan santapan lezat berupa daging dan sayuran segar.
Bahan bakunya pun dijaga kualitasnya dgn mengambil daging steak kualitas premium dari Australia dan New Zealand, salmon dari Norwegia, dan daging ayam pilihan. Demikian pula utk butter dan sausnya yg masih diimpor langsung dari Jepang.
Bukan cuma kualitas masakan, Pepper Lunch juga memberi petualangan memasak tersendiri diman tiap pengunjung harus harus memasak sendiri santapannya. Tiap pengunjung diberi kebebasan utk meracik sendiri bumbu dan saus yg sudah disediakan utk menghasilkan citarasa sesuai selera.
Menu yg punya banyak penggemar antara lain Beef Pepper Rice, Teriyaki Pepper Hamburger, dan seri Salmon. Tingkat kematangannya juga bisa diatur sendiri, mau medium atau well done, tergantung selera.
Hal ini dimungkinkan dgn digunakannya Hot plate sbg media memasak. Menggunakan special electromagnetic cooker, iron plate ini mampu menghasilkan panas hingga 260 derajat celcius dlm waktu 70 detik dan tetap panas (dlm suhu 80 derajar celcius) selama 20 menit. Inilah rahasia utama dari pepper lunch, sehingga daging dimasak pd suhu yg tepat dan tetap segar saat disantap.
Hal ini pulalah yg membawanya makin dikenal di berbagai negara hingga lebih dari 200 outlet. Dari Jepang, Pepper Lunch juga bisa ditemui di Singapura, Filipina, Malaysia, China, Taiwan, dan Hongkong. Di Indonesia sendiri ada 9 outlet, dgn tujuh diantaranya berada di jakarta. Yaitu di Plaza Senayan Level 3, Plaza Indonesia level basement, mall Taman Anggrek Level 4, dan Pepper Lunch Express di Senayan City Food Court Level 5, Emporium Pluit Level 4, Mall Kelapa Gading Level 3, serta Puri Indah Foodcourt Level 2.[-O-]

Minggu, 25 Juli 2010

Sepotong Segara Untuk Hidangan Malam

SEGARA atau laut adalah sebuah paradoks. Seolah memiliki dua sisi kepribadian, dgn segala daya magisnya laut menampilkan dua sosok yg berbeda. Begitu menggoda utk diajak bercengkrama saat matahari menyongsong, dan begitu misterius sat matahari tenggelam di ufuk barat.

Sembari diiringi angin yg bertiup semilir di malam yg hangat, setiap elemen alam yg hadir berpadu harmonis dgn sepotong segara dalam pandangan yg menjadi pendamping tepat saat bersantap.

Jika bertandang ke Ocean Terrace Restaurant, di The Laguna Resort & Spa, Nusa Dua, Bali, sensasi seperti itulah yg segera terasa.

Atmosfer yg ditata secara detil ini pun menjadi pengiring yg sangat tepat saat menyantap Pan seared ”rouge” fole grass yg terasa begitu lembut saat bersentuhan dgn lidah.

Hidangan selanjutnya pun tak kalah menggugah selera. Yaitu Wagyu tenderloin M9 yg menurut sang koki merupakan jenis daging Wagyu kelas terbaik, disajikan dgn snow peas, stroberi, turnip, dan pendfolds glace.

Sudah terasa kenyang setelah menyantap dua makanan itu? Sebaiknya jangan dulu. Karena masih ada banyak hidangan penutup yg bisa dipilih dan salah satunya adalah rendevous of chocolate and chilli. Sesuai dgn namanya, hidangan penutup semacam Brownise cokelat ini bukan hanya menghadirkan cita rasa manis yg biasa dikenal. Namunada sedikit rasa hangat dan pedas yg memberi sensasi baru bagi petualangan indera pengecap anda.

Sulit memang, jika hanya membayangkannya. Satu-satunya cara, bertandang langsung ke Ocean Terrace Restaurant saat sedang berlibur atau dalam perjalanan bisnis ke Nusa Dua, Bali.[-O-]

Selasa, 29 Juni 2010

Hidangan Indonesia untuk Berbuka

PEDULI budaya sendiri, kini makin gencar diserukan, seiring munculnya berbagai persoalan terkait seni dan budaya. Namun, sekedar peduli tidaklah cukup, tetapi juga adanya tindakan nyata dalam hidup sehari-hari. Selain lewat beragam karya seni, kulinari Nusantara juga bias menjadi wadah mendalami budaya sendiri.

Beruntung, sekarang tak perlu berkeliling Indonesia demi mengenali tiap varian kulinernya. Banyak tempat yg menyajikan hidangan Nusantara istimewa. Salah satunya kafe teluk Jakarta, yg selama bulan Ramadhan memiliki paket buffet istimewa untuk berbuka, mulai dari tajil hingga hidangan utama, hanya dgn Rp. 100.000

Racikan khas dari berbagai daerahpun bisa ditemui, mulai dari Betawi, Jawa, Sunda, Padang, Bali, Manado, ataupun Kalimantan. Jika melangkah kaki ke sudut traditional stall, di sisi menu buffet, biasanya terdapat ikon-ikon makanan dari sebuah daerah yg diangkat menjadi tema. Setiap makanan pun diracik dengan otentisitas resep sehingga cita rasa asli tetap terasa.

Yang jelas, jgn lewatkan Soto Mie khas Betawi dgn kuahnya yg begitu gurih dan segar, cocok untuk membasahkan kembali tenggorokan yg kering. Menu andalannya yg akan memanjakan perut adalah nasi khas Tegal, atau tak lain adalah Nasi Bogana.

Disajikan dalam piring besar, Nasi Liwet gurih berteman lauk pauk yg sangat lengkap : beberapa potong daging serundeng, suwiran ayam opor, telor pindang, tumis tempe cabe hijau, tumis kacang panjang,, dan daging bumbu ragi. Bagi yg ingin segera ingin melahap dalam porsi besar, inilah menu yg tepat.

Masih banyak lagi menu lain yg menggoda utk dicicipi. Sembari lidah berkelana, diripun seolah diajak mengenal lebih dalam kekayaan kuliner Indonesia.[-O-]

Jumat, 26 Februari 2010

Yang Baru untuk Bertualang Rasa

BERTUALANG dalam dunia kuliner hampir selalu memberikan kenikmatan tersendiri. Tak hanya memanjakan indera pengecap dan gastronomi, tak jarang dari sepiring menu terkuak beragam hal yg tak kalah menarik. Seorang teman pun berujar, dari sepiring menu kita bisa tahu budaya asal makanan tersebut. kebiasaan masyarakatnya, atau bagaimana sejarahnya." Dan Jakarta adalah salah satu tempat yg tak pernah kehabisan cara untuk memuaskan rasa penasaran para pecinta kuliner. Mandarin Oriental hotel, yg kembali hadir pada Oktober 2009 setelah direnovasi besar-besaran, pun menyuguhkan empat restoran baru.
Hotel yg berada di barisan awal dalam memoles Jakarta menjadi kota metropolitan sejak tahun 1978 itu menyuguhkan varian menu dari Asia hingga Eropa. Ada Cinnamon yg menghadirkan makanan Asia. dimana semua masakan disiapkan dengan cara "a la minute" demi kesegaran dan otentisitas rasa.
Ada pula Xin Hwa yg menyajikan menu-menu Kanton dan Szechuan, sementara Azure bisa menjadi tempat yg tepat untuk relaksasi setelah kesibukan bekerja. Terletak di balkon lantai 5, Azure menghadirkan gaya resort ke tengah kota dan menyajikan kudapan lezat yg memadukan gaya Amerika dan Asia.
Ada
pula Lyon, yg resmi dibuka pada hari Selasa (12/1). Dalam balutan desain modern klasik yg kental, setiap orang diajak untuk menjelajah kuliner tradisional Perancis. Menu yg ditawarkan pun amat beragam, dan seolah ingin mengingatkan pada penggemar penggemar kuliner Perancis, bahwa masakan ini berakar dari Italia. Jadi jangan heran kalau menemui Resoto yg diracik dgn gaya perancis yaitu dgn menggunakan Wild mushroom, truffle, dan keju Parmesan ataupun Penne Pasta dgn tomatto concasse, Comte cheese dan fresh basil.
Yang jelas siapkan diri anda untuk mencicipi menu dari hidangan pembuka hingga penutup yg masing-masing menciptakan petualangan tersendiri. Menu utamanya sendiri bisa dipilih antara pasta, ikan, ataupun daging, salah satunya griled lamb chops yg terasa begitu lembut dgn thyme segar danmashed potatoes.[-O-]


Kamis, 25 Februari 2010

Menyelami Dunia Kulinari Tradisional China

TAK hanya mampu memikat indera pengecap, masakan dari Negeri Tirai Bambu memberi keasyikan tersendiri saat menelusuri sejarah dari tiap menu yg menyimpan legenda menarik.

Misalnya Buddha Jump Over the Wall Soup. Alkisah, sang Buddha yg sedang berjalan tergelitik aroma masakan hingga membuatnya melompat tembok demi mendapati sumber aroma.

Sup non vegetarian ini memang punya aroma yg tak segan-segan membuat lidah ingin segera mencicipi meski masih sangat panas. Isinya antara lain, abalone, teripang, dried scallop, ayam, cordycep flower, dan Chinese herbs dengan rasa ginseng yg tegas. Berkat racikan itu pula, sup ini terkenal bermanfaat bagi kesehatan.

Menu ini bisa ditemukan di Table 8, restoran China terbaru dari Hotel Mulia Senayan, yg hadir 8 Februari lalu. Jika ingin mencicipinya, disarankan reservasi minimal 6 jam sebelumnya, mengingat soup ini butuh proses memasak yg lama.

Yang tak kalah unik adalah Beggar’s Chicken. Konon berasal dari kisah seorang pengemis yg kelaparan kemudian memasak ayam dengan dibungkus tanah liat. Tanpa mengurangi seni memasaknya, Table8 menyajikan satu baby chicken utuh yg dibungkus daun teratai agar wangi dan empuk, kemudian dilapisi aluminium foil, dan adonan roti sebagai pembungkus terluar, kemudian dipanggang.

Ayam pun diisi potongan jamur, rebung, dan chinesse herbs, yg berhasil mengangkat cita rasa ayam yg segar.

Akan halnya Fresh Steamed Bun dgn beberapa pilihan isi. Untuk yg berisi bebek, kecaplah sensasi beberapa di tiap gigitannya. Roti yg begitu empuk di gigitan pertama, segera tergantikan oleh gurihnya kulit bebek yg garing, menyelimuti daging bebek yg juicy.

Ada ratusan jenis menu di Table8 untuk dicicipi. Agar tak bingung, pilih saja 7 macam set menu eksklusif yg telah dirangkai khusus. Jangan lewatkan mencicipi menu di deretan buffet yg antara lain dilengkapi koleksi 28 item dinsum.

Tetapi tak hanya lidah, indera penglihatan juga dibawa bertualang pada tiap elemen desain dalam langgam chinoiserie yg menampilkan paduan gaya klasik eropa dan oriental, lengkap dgn 24 Pagoda dan lukisan cantik di langit-langit tinggi. Penasaran? segera reservasi di (021)5747777.[-O-]


Menyelami Dunia Kulinari Tradisional China

TAK hanya mampu memikat indera pengecap, masakan dari Negeri Tirai Bambu memberi keasyikan tersendiri saat menelusuri sejarah dari tiap menu yg menyimpan legenda menarik.

Misalnya Buddha Jump Over the Wall Soup. Alkisah, sang Buddha yg sedang berjalan tergelitik aroma masakan hingga membuatnya melompat tembok demi mendapati sumber aroma.

Sup non vegetarian ini memang punya aroma yg tak segan-segan membuat lidah ingin segera mencicipi meski masih sangat panas. Isinya antara lain, abalone, teripang, dried scallop, ayam, cordycep flower, dan Chinese herbs dengan rasa ginseng yg tegas. Berkat racikan itu pula, sup ini terkenal bermanfaat bagi kesehatan.

Menu ini bisa ditemukan di Table 8, restoran China terbaru dari Hotel Mulia Senayan, yg hadir 8 Februari lalu. Jika ingin mencicipinya, disarankan reservasi minimal 6 jam sebelumnya, mengingat soup ini butuh proses memasak yg lama.

Yang tak kalah unik adalah Beggar’s Chicken. Konon berasal dari kisah seorang pengemis yg kelaparan kemudian memasak ayam dengan dibungkus tanah liat. Tanpa mengurangi seni memasaknya, Table8 menyajikan satu baby chicken utuh yg dibungkus daun teratai agar wangi dan empuk, kemudian dilapisi aluminium foil, dan adonan roti sebagai pembungkus terluar, kemudian dipanggang.

Ayam pun diisi potongan jamur, rebung, dan chinesse herbs, yg berhasil mengangkat cita rasa ayam yg segar.

Akan halnya Fresh Steamed Bun dgn beberapa pilihan isi. Untuk yg berisi bebek, kecaplah sensasi beberapa di tiap gigitannya. Roti yg begitu empuk di gigitan pertama, segera tergantikan oleh gurihnya kulit bebek yg garing, menyelimuti daging bebek yg juicy.

Ada ratusan jenis menu di Table8 untuk dicicipi. Agar tak bingung, pilih saja 7 macam set menu eksklusif yg telah dirangkai khusus. Jangan lewatkan mencicipi menu di deretan buffet yg antara lain dilengkapi koleksi 28 item dinsum.

Tetapi tak hanya lidah, indera penglihatan juga dibawa bertualang pada tiap elemen desain dalam langgam chinoiserie yg menampilkan paduan gaya klasik eropa dan oriental, lengkap dgn 24 Pagoda dan lukisan cantik di langit-langit tinggi. Penasaran? segera reservasi di (021)574777.[-O-]