Senin, 01 Februari 2010

Menampilkan SEJARAH dan KEPAHLAWANAN

Siapa bilang tujuan wisata hanya berupa tamasya alam yg menawan atau hasil karya budaya-baik yg tradisional atau atau yg modern? Cerita sejarah dan kepahlawanan juga layak dijual, bahkan menarik disimak. Asal saja dikemas apik dan cerdas.
TENGOK misalnya bagaimana menghargai Bapak Bangsanya. Katanya, bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa pahlawannya. Nah, bangsa Taiwan memiliki Chiang Kai-shek Memorial Hall yg kini menjadi salah satu obyek turisme. Mengingat jasanya yg begitu besar untuk membangun dan menjadikan Taiwan menjadi salah satu negara modern di Asia, wafatnya Chiang Kai-shek pada 5 April 1975 membuat bangsa itu sangat kehilangan. Hanya berselang dua bulan seluruh lingkaran masyarakat akhirnya sepakat dengan gagasan untuk mendirikan sebuah tempat kenangan sebagai wujud penghargaan kepada sang pemimpin.
Selanjutnya, pemerintah
mengumpulkan gagasa dari arsitek-arsitek Taiwan baik di dalam maupun di luar negri, dan akhirnya pilihan dijatuhkan pada konsep yg ditawarkan Yang Zhao-cheng. Pada 31 Oktober 1976, peletakan batu pertama pembangunan Chiang Kai-shek Memorial Hall dilakukan. Dibutuhkan waktu sekitar empat tahun utnuk merampungkan pembangunan dan pada akhir Maret 1980 proses konstruksi pun selesai. Bangunan ini dibuka secara resmi kepada Republik pada 5 April 1980.

Asri

Chiang Kai-shek Memorial Hall dapat dicapai naik bus atau naik MRT. Jika naik MRT, pengunjung dapat keluar di Exit 5, Chiang Kai-shek Memorial Hall Station. Lebih dari sekedar tugu peringatan, kompleks seluas 250 ribu meter persegi ini mencerminkan kekayaan dan kebijaksanaan budaya China, seperti tercermin dari konsep desain dan arsitekturnya. Tengok saja misalnya pintu masuk Liberty Square Gate yg megah. Menghadap ke Jhongshan S Road, LibertyGerbang ini menghadirkan bangunan yg terdiri dari lima pintu, enam pilar, dan sebelas tingkatan. Berdiri kokoh setinggi 30 meter, gerbang ini memiliki atap berwarna biru dan pilar berwarna putih., yg disesuaikan dengan permainan warna dari keseluruhan kompleks memorial hall. Square Gate merupakan pintu masuk yg terbesar di Taiwan.

Sekeliling kompleks yg berhadapan dengan jalan Sinyi Road, Hangjhou S Road, dan Aiguo E Road sepanjang 1.200 meter dibangun koridor. Jendela khas Cina berbentuk lentera tampak di sepanjang dinding setiap sekitar lima meter. Ada empat paviliun yg dibangun untuk menghubungkan setiap sudut koridor dengan bentuk menyerupai gerbang, yakni atap biru dan pilar putih.

Memasuki halaman kompleks, suasana anggun yg asri menyergap dengan kehadiran taman dan kolam. Ada dua kolam tepat di hadapan kedua sisi Memorial Park, yaitu Yunhan Pon dan Guang-Hua Pond. Kedua kolam berbentuk tidak beraturan dengan luas total 3.000 meter persegi. Keasrian lingkungan berpadu serasi dengan kemegahan yg terasa ketika berjalan menyusuri Democracy Boulevard menuju gedung Utama Memorial Hall. Area terbuka ini dapat dimanfaatkan untuk beragam aktivitas. Mulai dari sekedar menikmati pemandangan dan suasana, olah raga ringan, atau menyerap keteduhan hijaunya tumbuh-tumbuhan dan Bonsai di taman. Sungguh merupakan tempat yg menenangkan dan mengembalikan kesegaran setelah bertikai dengan pikuknya suasana kota.


Sarat Makna

Sementara itu, bangunan utama berupa aula tempat terdapatnya patung sang pemimpin, tegak berdiri setinggi 70 meter dan terbuat dari dinding marmer putih. Bangunan ini sarat dengan ornamen dan bagian yg penuh makna. Tengok misalnya atap oktagonal berwarna biru yg bentuknya menyerupai ”Ren” yg berarti ”manusia” dan menunjuk langsung ke langit. Dalam budaya Cina, hal ini merupakan lambang yg mencerminkan harmoni antara manusia dan alam.

Sementara itu, altar dengan bunga-bunga berwarna merah di depan aula berpadu indah dengan bangunan tersebut. Sangat bersesuaian dengan bendera Nasional Taiwan yg menggemakan lagi pesan tentang kebebasan, persamaan, dan filantropi. Sementara itu, setiap elemen struktur juga memiliki arti dan pesan, seperti misalnya tangga masuk yg berjumlah 89 anak tangga, yaitu usia Chiang ketika wafat.

Selain patung Chiang Kai-shek yg megah, memorial hall ini juga berisi benda bersejarah dimana pengunjung dapat mengenal lebih jauh pemikiran dan kehidupan sang pemimpin. Di dalam gedung utama juga terdapat galeri seni dan tempat pameran yg kerap dipakai untuk kegiatan-kegiatan seni. Selain gedung utama, ada dua gedung lagi yg terletak berhadapan, tak jauh dari gerbang utama Liberty Square Gate, yaitu National Concert Hall dan National Theatre. Di kedua gedung ini, kerap diadakan berbagai kegiatan.

Mengingat banyaknya tempat yg dapat disimak di dalam kompleks ini, ada dua rute yg dianjurkan buku panduan. Yang pertam, pengunjung dapat memulai dari salah satu gerbang yaitu Great Loyalty Gate, kemudian mengagumi bangunan memorial hall, dilanjutkan menyusuri ruang-ruang pameran yg memuat benda-benda bersejarah, terus ke galeri-galeri, baru masuk ke ruang patung dan berakhir di memorial park. Sementara, rute yg lain adalah kebalikannya, dimulai dari memorial park dan berakhir di gerbang Great Loyalty Gate.[-O-]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar