Jumat, 15 Januari 2010

Silahturahim di Gunung Bunder


Walaupun jarum jam masih menunjukkan pukul 06.00, cahaya matahari pada Sabtu (12/12) itu sudah terang benderang dan menusuk badan. Hari itu, para pesepeda dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya sudah berkumpul di Ocean Park, Bumi Serpong Damai.

Mereka berkumpul di tempat itu utk mengikuti touring dan camping di kawah Ratu Gunung Bunder di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Sepeda Gunung Jalur Pipa Gas (JPG) yg berbasis di desa Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang Selatan, provinsi Banten. Tidak tanggung-tanggung, jumlah perserta yg mengikuti acara tsb 170 orang, dua orang diantaranya warga negara asing yg bekerja di Jakarta. Tidak hanya pesepeda pria, empat pesepeda perempuan juga ikut serta dalam JPG Gathering ini. Sebagian besar peserta menuju lokasi di Gunung Bunder dgn menggunakan truk yg disediakan Panitia. Beberapa diantaranya ada juga yg membawa kendaraan sendiri ke Gunung Bunder.

Sementara 22 pesepeda lainnya termasuk Kompas, bersepeda ramai-ramai melalui jalan raya (on road) menuju G Bunder dgn jarak tempuh sekitar 60 km. Walaupun melewati jalan raya, kontur jalan yg dilalui pesepeda cukup bervariasi dan sebagian besar jalan yg ditempuh berupa tanjakan yg cukup menguras tenaga. Meski melelahkan, bersepeda secara berombongan sangat mengembirakan sehingga rasa letihpun nyaris tdk terasa. Bahkan ada juga di antara rombongan pesepeda on road itu yg menggunakan sepeda lipat dgn ukuran ban 20 inci, sementara kebanyakan pesepeda yg menggunakan sepeda gunung memakai ban berukuran 26 inci.

Petualangan Bersepeda

Rute yg ditempuh melalui jalan raya Serpong- Parung- Ciseeng- Ciampea- Gunung Bunder.“Ini baru sepertiga perjalanan,“kata Herjuno Cahyo Nugroho saat rehat setelah menempuh perjalanan sekitar 21 km di sekitar Ciseeng, Bogor. Perjalanan menanjak yg melelahkan terutama dirasakan pd 14 tahun menjelang kawasan taman Nasional Gunung Halimun Salak di kaki Gunung Bunder.

Setelah tiba di tujuan, peserta JPG Gathering istirahat beberapa jam, kemudian melanjutkan petualangan bersepeda di jalur off road, melewati jalan menurun dan tanjakan curam berbatu sepanjang 11 km. Malam harinya, acara camping diisi silahturahim antara pengurus JPG dan para pesepeda. Acara terasa makin seru dgn kegiatan api unggun dan makan kambing guling. Sebelum pulang, peserta JPG Gathering mengikuti off road lagi. Kali ini melalui rute belantara hutan pinus dan jalan tanah setapak. Tentu seru dan mengasyikkan.

.“JPG Gathering sebelumnya pernah diadakan sekitar tahun 2002,“ kata Ketua Umum Pengurus JPG Agustinus Heryanto. Meski belum didukung Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia, JPG sdh beberapa kali membuat kompetisi sepeda gunung. Tahun 2009, pengurus JPG hanya menyelenggarakan satu kompetisi sepeda Gunung untuk Trek Cross Country (XC). Tahun 2010, kita akan mengadakan tiga kali kompetisi,“tutur Agus.

Salah satu peserta JPG Gathering yg warga Italia, Caletti Gianardo (48), terlihat senang dan bugar meski capai setelah melahap tanjakan maut off road di hari pertama.“Treknya lumayan berat, tetapi menyenangkan,“katanya. Dia bersama lima orang lainnya dari perusahaan keramik Essenza sengaja ikut kegiatan JPG Gathering. Tentu saja dari acara itu banyak cerita yg di dapat, mulai dari rapat panitia yg melelahkan, mobil team advance yg kecebur got, membuka jalur off road ditengah desingan peluru TNI yg sedang latihan di kawasan Gunung Bunder, protes dari keluarga, berhimpitan di truk yg mengangkut sepeda, hingga tanjakan yg tak ada habisnya. Ditambah lagi dengan kehujanan saat camping bersama. Yang tak kalah seru adalah mandi bersama di air terjun, kedinginan di malam hari, serta mendorong sekaligus memanggul sepeda di jalan setapak yg sulit digowes. Sungguh suatu pengalaman tak terlupakan.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar