Rabu, 20 Januari 2010

Lanjar Pulang ke Rumah...

Matahari telah kembali ke peraduannya dan tanda waktu menunjukkan pukul 18.00. Sebuah mobil berwarna biru berhenti. Ketika pintunya dibuka, yg disusul dgn keluarnya sesosok laki-laki berpeci hitam dan bersandal jepit, tepuk tangan pun membahana. Kerumunan warga yg mengelilingi laki-laki bernama Lanjar Sriyanto (36) itu tersibak saat seorang bocah berkaus merah bergambar naga, datang menghampiri. Spontan sang bocah, Samto Waluyo (10) melompat ke gendongan Lanjar, sambil berteriak, “Bapak”….

Tangis haru mengiringi pertemuan ayah dan anak yg lebih dari sebulan tidak bertemu itu. Mata puluhan warga Rt 3, Rw 6, kampong Jajar, Lawean, Solo, Jawa Tengah yg hadir tampak berkaca-kaca, terutama saat mereka mengantar Lanjar dan Warih masuk ke rumah kontrakan mereka.

Penangguhan

Lanjar dikeluarkan dari tahanan setelah permohonan penangguhan tahanannya dikabulkan mejelis hakim yg dipimpin Demon Sembiring. Hal itu disampaikan seusai persidangan di Pengadilan Negri Karanganyar, di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (14/1). Syaratnya, Lanjar wajib lapor ke Pengadilan Negri Karanganyar sekali sepekan.

Ironisnya, awalnya Lanjar tidak memahami arti penangguhan penahanan. Wajahnya datar saja saat hakim mengumumkan pengabulan permohonan yg disampaikan tim penasihat hukumnya, Muhammad Taufiq, Budhi Kuswanto, dan Yossy Eka. Lanjar yg buta hukum baru mengerti istilah itu setelah diberi penjelasan oleelah budhi. ”Syukur Alhamdulillah, saya senang bisa keluar dari tahanan. Saya berterima kasih utk semua orang yg telah membantu saya.,“katanya lirih.

Anaknya semata wayang, Warih, yg biasanya sangat tertutup dan pelit bicara,sambil tersenyum mengatakan senang bisa bertemu kembali dgn ayahnya. Ia berjanji akan bersekolah pada Jumat ini. Kemarin Lanjar sempat menunjukkan kebingungan ketika diberitahu anaknya baru-baru ini mogok sekolah setelah mendengar dirinya ditahan. Wajahnya pucat dan mengatakan tdk tahu harus berkata apa sat ditemui dibalik jeruji sebelum siding dilangsungkan.

Lanjar pamit kepada Warih akan pergi cukup lama utk bekerja. Permainan Play Station pun akhirnya menjadi teman Warih sehari-hari setelah Lanjar ditahan pd 9 Desember lalu dan ibunya telah tiada akibat kecelakaan yg berujung pd penyidangan Lanjar. Saat Warih mogok sekolah, guru dan teman-temannya bergantian datang menemaninya. Kepalah Sekolah Dasar Karangasem 3 Sri Purwaningtyas, misalnya, datang 2-3 kali sehari utk mendongeng atau mengajak bocah itu mengobrol. Teman-teman sekolahnya menemani bermain atau mengajak belajar berkelompok. Purwaningtyas mengaku, dia juga sdh meminta psikolog Maya Savitri utk memberi masukan tentang perlakuan terbaik bagi Warih.

Lanjar mengaku sangat bersyukur telah menjadi tahanan luar. Meski masih akan menjalani sidang-sidang yg bisa berlangsung berbulan-bulan, Lanjar mengaku, dengan status barunya itu, dia tetap bisa menemani dan merawat anaknya.

Kisah pertemuan ayah dan anak itu kemarin berawal dari kecelakaan pada 21 September 2009, atau hari kedua Lebaran. Saat itu sepeda motor yg ditumpangi Lanjar, Saptaningsih dan Warih terjatuh dalam perjalanan pulang dari Bayolali, rumah orang tua Saptaningsih. Di jalan Adisucipto, Colomadu, Karanganyar, motor mereka menabrak mobil Suzuki Carry yg berada di depannya. Sapta dan Warih terpental. Saat bersaman, dari arah berlawanan, mobil Isuzu Panther datang dan langsung menghantam Saptaningsih hingga tewas.

Terkait insiden itu, polisi menetapkan Lanjar sbg tersangka. Ia dinilai lalai sehingga menyebabkan tewasnya Saptaningsih. Sementara sopir Isuzu Panther hanya ditetapkan sbg saksi. Komitmen Jaksa, Hakim dan penasihat hokum tengah diuji untuk mempormulasikan keadilan.[-O-]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar