Rabu, 06 Januari 2010

MARI MENULIS


Banyak sekali orang mengeluh tentang susahnya menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan. Padahal, pada saat yg sama ia biasa menulis surat, mengisi buku Diary, menyusun laporan, skripsi, tesis, disertasi dan lain-lain.

Sebenarnya, menulis merupakan sesuatu yg mudah dilakukan apalagi diiringi dgn banyak membaca buku dan rutin mencatat apa saja yg ingin kita tulis. Berarti, menulis (mengarang) itu bukanlah monopoli mereka yg berbakat. Menulis bukan sekedar menebar karya sbg pembuktian adanya kemampuan yg kita miliki. Menulis ternyata dapat kita tangkap sbg proses pembangunan pribadi. Tulisan yg telah kita karyakan tak hanya memberikan kepuasan saat dimuat di Koran-koran, majalah, ataupun tabloid yg dibaca public. Jika mau menilik kembali dan mencermati secara keseluruhan, kita juga akan dapat melihat bagaimana diri kita berkembang seiring dgn berjalannya waktu.

Apa yg kita tuliskan mencerminkan bagaimana berpikir dan menyikapi sesuatu keadaan. Segala pengalaman yg pernah kita alami akan terabadikan dalam tulisan. Melalui tulisan kita dapat melihat dan memahami perilaku manusia yg tdk tampak, yaitu berpikir. Melihat apa yg terjadi dalam diri kita, memahaminya, menjelajah apa kelemahan dan kelebihan diri hingga kita menyadari diri kita apa adanya dan menggugah semangat utk senantiasa menjadi lebih baik.

Lalu timbul pertanyaan,”Bisakah mengandalkan hidup dari menulis? Pertanyaan seperti ini kerap kali diajukan kepada orang-orang yg berprofesi sbg penulis.Menjawab pertanyaan seperti ini tidak mudah. Sebab faktanya, meski banyak orang yg kaya dari menulis, namun tak sedikit pula sebaliknya.

Maria Adelia (17 tahun) adalah contoh sosok penulis yg sukses dari segi materi. Siapa sangka, Novel “aku vs sepatu hak tinggi” yg dikirimnya secara isen-iseng ke Penerbit Gramedia, menjadi laku keras di pasaran. Kini, novelnya sudah diangkat ke layer kaca, bahkan dijadikan sinetron berseri. Tentu royaltipun membanjiri dompet Maria Adelia. Dalam sebulan, ia mendapat penghasilan kotor sekitar lima juta rupiah

KENAPA KITA MENULIS?

Pertanyaan ini merupakan kunci motivasi seorang Penulis. Untuk apakah kita menulis? Mari kita simak jawabannya melalui kisah nyata di bawah ini :

Usianya masih sangat muda, 13 tahun. Kala itu Juni 1942, pertama kalinya ia menulis dalam buku Diarynya. Beberapa bulan kemudian, bersama orang tuanya, ia bersembunyi di sebuah loteng gelap karena sedang diburu oleh Rasisme Nazi. Seringkali ia mendengar suara deru pesawat tempur dan rentetan senjata api yg mengawang di atas Secret Annex itu.

Untuk mengisi hari-hari panjangnya dan utk mengatasi rasa takut, ia mencurahkan segala perasaannya dalam sebuah buku Diary, catatan harian, yg dikemudian hari menghantarkannya menjadia seorang “pengisah sejati” yg terkenal di seluruh dunia. Gadis itu bernama Anne Frank.

.”Aku berharap…,” demikian ia mengawali tulisannya pada Diarynya yg diberinya nama Kitty.”Aku bias mencurahkan isi hatiku padamu dgn cara yg belum pernah aku lakukan pada siapapun sebelumnya, aku harap kamu dapat memberi rasa nyaman dan semangat untukku.”

Bersama dgn impian remaja dan cita-citanya, akhirnya Anne Frank meninggal dunia karena terlalu lelah, sakit dan lapar. Mayatnya di buang ke sebuah pemakaman umum Bergen-Belsen. Ia mati dalam usia belasan tahun tanpa sempat tahu bahwa beberapa tahun kemudian, setelah perang usai, diary-nya ditemukan oleh petugas berceceran di lantai Secret Annex yg akhirnya menjadi sebuah dokumen sejarah yg dipublikasikan ke seluruh dunia.

Dari kisah di atas kita dapat memetik pelajaran penting bahwa menulis adalah sebuah cara untuk mendokumentasikan segala pikiran, pengalaman dan imajinasi, seperti yg dikatakan Anne Frank : “saat aku menulis, aku dapat meluruhkan seluruh deritaku. Ketakutanku lenyap, gairah hidupku bangkit kembali….!

Sebetulnya, dipelajari atau tidak, menulis itu tetap mengiringi hidup kita sehari-hari karena memang sudah menjadi kebutuhan. Sekarang berpulang pada pembaca untuk menuliskan pengalaman pribadi, mencurahkan hati dan menuangkan isi pikiran serta mendokumentasikan imajinasi dalam bentuk tulisan.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar