Mempercantik diri saat menyambut Natal menjadi kesibukan tersendiri bagi para perempuan di Ende, Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur. Sepekan menjelang Natal, para remaja putri, gadis, dan ibu-ibu ramai-ramai menyerbu salon kecantikan utk meluruskan rambut (rebonding). Sangking banyaknya yg datang, pemilik salon pun sampai kewalahan melayani permintaan pelurusan rambut setiap hari. Bahkan sampai ada yg tidak terlayani.
Salon yg penuh tidak menyurutkan niat mereka utk meluruskan rambut. Santi misalnya. Gadis asal desa Nagenai, Boawae, Kabupaten Nagekeo, Flores, yg bekerja sebagai pelayan ini rela mendatangi beberapa salon. Beruntung masih ada salon yg mau menerima permintaan pelurusan rambutnya dgn ongkos Rp. 250.000. “Saya ingin rambut rebonding. Karena kalau Natal kan biasanya serba baru, makanya saya juga ingin rambut baru,” ungkap gadis yg rambutnya bergelombang itu.
Para pemilik salon di Ende mengakui, sejak awal Desember salon ramai dikunjungi remaja putri, gadis, dan ibu-ibu yg mau meluruskan rambutnya. Puncaknya adalah tanggal 24 Desember nanti. Menjelang Natal, pengunjung salon rata-rata 15 orang per hari. Salon terpaksa buka hingga pukul 20.30. Biaya rebonding berkisar Rp. 150.000 hingga Rp. 300.000 per orang, tergantung panjang pendeknya rambut. Dalam sehari, omzet pemilik salon mencapai Rp. 3 juta. Padahal, di luar hari raya, pengunjung tdk sampai lima orang per hari, dan pukul 16.00 salon sdh tutup. Sangking banyaknya orang yg mau meluruskan rambut, permintaan utk potong dan semir tdk terlayani.
.”Kami melayani sampai malam, sebab, sekali rebonding memakan waktu sampai empat jam. Yang berat karena umumnya rambut orang sini (ende) kribo,” ujar Seany Laysana, pemilik salah satu salon.
Warga kota Ende yg ramai-ramai meluruskan rambut memang fenomena unik. Mungkin kerena mereka merasa rambut keriting kurang menarik atau karena ingin memiliki rambut yg lurus dan bercahaya seperti rambut para artis di layar kaca. Mungkin juga dgn meluruskan rambut, mereka merasa gengsi mereka sedikit naik karena tarif meluruskan rambut mencapai ratusan ribu. Terlepas dari itu semua, bagi perempuan di Ende, yg penting pd hari Natal adalah rambut lurus.[-o-]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar