Enam hari menganggur tak membuat Iyus bugar. Wajahnya lusuh, kantong bawah matanya mengantung karena kurang tidur, badannya demam dan sesekali bersin. Tinggal bersesakan bersama ribuan orang di pengungsian, perjuangan berat baginya.
Putri kedua Iyus, Risma (4), menangis di gendongan, Jumat (26/3). Ruangan sumpek, udara lembab, dan angin malam membuat Risma demam dan batuk. Kerokan Engkas (31), ibu Risma, di punggung tdk meringankan sakit Risma.
Ruang berukuran 9x12 meter di Gedung Juang 45, Kelurahan Kerawang, Kulon, Kecamatan Kerawang Barat, Kabupaten Kerawang, Jawa barat, tempat Iyus dan enam anggota keluarganya mengungsi, diisi lebih dari 300 orang. Pengungsi umumnya berasal dari Kampung Poponcol, Kelurahan Kerawang Kulon, yg rumahnya kena luapan sungai Citarum.
Ratusan pengungsi lain memenuhi lorong, emperan, dan lahan parkir gedung. Mereka tdk berdesakkan di tikar, karpet atau kasur lipat. Pagar tanaman, pagar besi, dan kabel telepon menjadi tempat jemuran, sekaligus sekat antar lorong dan "daerah kekuasaan".
Kantor Inspektorat Kabupaten Karawang yg menempati beberapa ruang di gedung Juang 45 tenggelam oleh suasana pengungsian. Sepekan terakhir, bocah-bocah berlarian, pengurus kelompok hilir mudik mengurus makanan anggotanya, dan warga berobat ke posko kesehatan
Gelisah
Seperti iyus, Ujang Adih (38) juga dibuat repot oleh banjir. Ia harus mondar-mandir antara pengungsian dan rumahnya utk mengecek harta benda yg ditinggal, seperti sepeda motor, televisi, kulkas dan kasur.
Ujang yg sehari-harinya berjualan bubur kacang ijo terpaksa tdk berjualan utk sementara. Waktu dan tenaganya habis utk mengurus keluarga serta bergiliran jaga malam hari. "Ada tetangga yg kehilangan televisi, rice cooker, dan tabung gs. Pencuri berpura-pura berpatroli atau membantu evakuasi dgn rakit bambu atau perahu," katanya.
Pencuri membuat Ujang, Iyus dan pengungsi lain gelisah. mereka juga menghadapi ketidak pastian kapan banjir surut, kapan bisa bekerja atau sekolah lagi, dan bagaimana kondisinya harta bendanya setelah terendam air berhari-hari.
Mereka juga kehilangan sumber penghasilan. Deretan rumah di perumahan Galu Mas, Kecamatan Teluk Jambe Timur, yg sedang dikerjakan Iyus bersama kuli bangunan lain, juga tergenang banjir. Rute dagang bubur Ujang sepekan terakhir terputus banjir.
Kerepotan juga dialami Andung (47) yg mengungsi di Rusunawa Adiarsa, Kelurahan Adiarsa barat; Hasan (36) di kompleks masjid Al Jihad, Kelurahan Karangpawitan; serta Yayan (50) di perum Karaba Indah, Desa Wadas. Ribuan pengungsi di Kabupaten Karawang kini bergantung pd bantuan makanan yg terkadang tidak genap tiga kali sehari.
Hingga hari kesembilan banjir di Karawang, jumat siang, Dinas sosial Karawang mencatat, ada 23.243 rumah yg dihuni oleh 100.120 jiwa, dan tersebar di 10 kecamatan di sepanjand daerah aliran sungai Citarum, tergenang banjir. Situasi ini sangat menyiksa. para pengungsi tidak tahu sampai kapan harus berjuang hidup di Gedung Juang...[-O-]
Pencuri membuat Ujang, Iyus dan pengungsi lain gelisah. mereka juga menghadapi ketidak pastian kapan banjir surut, kapan bisa bekerja atau sekolah lagi, dan bagaimana kondisinya harta bendanya setelah terendam air berhari-hari.
Mereka juga kehilangan sumber penghasilan. Deretan rumah di perumahan Galu Mas, Kecamatan Teluk Jambe Timur, yg sedang dikerjakan Iyus bersama kuli bangunan lain, juga tergenang banjir. Rute dagang bubur Ujang sepekan terakhir terputus banjir.
Kerepotan juga dialami Andung (47) yg mengungsi di Rusunawa Adiarsa, Kelurahan Adiarsa barat; Hasan (36) di kompleks masjid Al Jihad, Kelurahan Karangpawitan; serta Yayan (50) di perum Karaba Indah, Desa Wadas. Ribuan pengungsi di Kabupaten Karawang kini bergantung pd bantuan makanan yg terkadang tidak genap tiga kali sehari.
Hingga hari kesembilan banjir di Karawang, jumat siang, Dinas sosial Karawang mencatat, ada 23.243 rumah yg dihuni oleh 100.120 jiwa, dan tersebar di 10 kecamatan di sepanjand daerah aliran sungai Citarum, tergenang banjir. Situasi ini sangat menyiksa. para pengungsi tidak tahu sampai kapan harus berjuang hidup di Gedung Juang...[-O-]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar