Jumat, 27 Agustus 2010

Ledakan di Cikini

Gas Metan hasil fermentasi bahan organic diduga menyebabkan ledakan kecil di delapan titik di jalan Cikini Raya, menteng, sekitar pukul 09.30, Selasa (24/8).
Tidak ada korban jiwa akibat ledakan ini. Tujuh ledakan berada di trotoar jalan dan merusak paving trotoar, akibat terdorong gas dari bawah. Di bawah trotoar ada saluran air. Satu ledakan lg berada di dalam areal SPBU Cikini dan berjaran 2,5 meter dari tangki BBM SPBU itu.
Dina, pemilik warung kaki lima di situ, mengatakan, asap tebal berwarna kehitaman mengiringi terjadinya ledakan. ”Timbul juga bau seperti belerang dari lubang ledakan,” katanya.
Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hamidin mengatakan, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor utk memastikan penyebab ledakan tsb. Polisi meminta keterangan dari dua saksi yg mengetahui awal kejadian itu. ”Kemungkinan sementara, ledakan dipicu biogas seperti septic tank dan sampah,” kata Hamidin.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar menjelaskan, menurut penyelidikan PT Perusahaan Gas Negara, ledakan di Jalan Cikini bukan terjadi di pipa gas.
Kepala SBU Wilayah I PT PGN Jobi Trianada menyatakan, berdasarkan hasil penelitian di lokasi, tdk ada indikasi kebocoran gas atau kerusakan pd jaringan pipa PGN yg berlokasi di seberang tempat kejadian.
Pipa itu menyalurkan gas utk pelanggan, seperti rumah sakit, restoran, dan rumah tangga di Cikini dan Kramat Raya. ”Konsumen tdk ada yg protes sehingga pasokan gas dipastikan lancar dan tdk ada kebocoran,” kata Rahmat Hutama, Humas PT PGN.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar