ICT memang berperan sangat besar di masa depan. Indikasinya dpt dilihat dari sekarang. Perhatikan saja lingkungan di sekitar anda. Mulai dari benda-benda kecil hingga skala yg yg besar tak lepas dari ICT. Hal serupa pun terjadi di dunia kerja.
Sebagai contoh, dulu seorang sarjana akuntansi dituntut utk menguasai ilmu akuntansi, seperti melakukan pembukuan secara manual. Kini seiring dgn kemajuan teknologi, seorang sarjana akuntansi diwajibkan juga menguasai ICT. Tak heran jika beberapa sarjana, mengikuti kursus komputer utk memperdalam kemampuannya dibidang ICT. Hal ini dilakukan utk menambah kompetensi mereka di dunia kerja nanti.
ICT
Melihat kondisi tsb, beberapa Perguruan Tinggi memberikan penekanan lebih pd pentingnya ICT ini. Salah satunya adalah Univ Multimedia Nusantara (UMN).
Johannes S Prajitno, M.Sc, Executive Rector UMN menuturkan, agar dpt bersaing di dunia kerja nanti, UMN berposros pd ICT. Jadi, semua jurusan diberikan mata kuliah pengenalan ICT. Kelebihannya, setelah lulus, mahasiswa akan memiliki kemampuan sesuai dgn bidang ilmu, ditambah kemampuan di bidang ICT.
Kemampuan ICT memang akan menjadi nilai tambah di sebuah perusahaan. Bayangkan saja, jika anda adalah seorang Sarjan Ekonomi yg ingin mencari pekerjaan di sebuah perusahaan, tentu anda harus bersaing dgn banyak competitor lain dari bidang yg sama. Nah, jika anda memiliki kemampuan lain, seperti ICT, kemampuan andapun akan lebih dipertimbangkan perusahaan. ICT dpt dikatakan ilmu masa depan yg bersifat inovatif. Tak heran jika seseorang yg memiliki kemampuan di bidang dpt embuka usaha sendiri. Jadi, mereka dapat memilih antara menjadi seorang professional, akademisi (peneliti), hingga technopreneur (wiraswasta di bidang ICT).
Jiwa wiraswasta memang tak mudah utk dibentuk. Namun, program magang dpt menjadi salah satu solusinya. Melalui magang, anda akan dihadapkan pd dunia kerja yg sebenarnya. ”Magang diharapkan dpt membuat mahasiswa tergerak jiwa wiraswastanya. Apalagi kami memiliki program kerja libur pd tahun pertama dan kedua, serta magang di perusahaan-perusahaan baik dalam maupun luar negri pd tahun ketiga," jelas Prajitno.
Karakter
Dr.Ir. Sugiarto M.Sc, Deputy Rector I UMN menuturkan, selain kemampuan akademik, pembentukan karakter pun penting utk bersaing di masa depan. "Oleh sebab itu, sekolah kami setiap tahunnya mengadakan tes urine, utk mencegah mahasiswa dari kecanduan narkoba," ujarnya.
Selain itu, jika mahasiswa terlambat lebih dari 15 menit, mereka tetapboleh masuk, ttapi tak boleh mengisi daftar hadir. Jika mereka bolos hingga tiga kali, mereka tidak boleh ikut UAS.
Aturan di atas memang terasa membebani mahasiswa. Namun, perlahan-lahan mahasiswa menjadi terbiasa disiplin. Orang tuapun merasa lebih tenang dan senang, sebab anaknya menjadi lebih disiplin dan terhindar dari bahaya narkoba.
Sistem ini berdampak positif dan tak mengurangi jumlah animo masyarakat menyekolahkan anaknya di tempat kami. Terbukti dgn semakin meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahun," ujar Prajitno.
Melihat perkembangan pendidikan ICT yg semakin maju di Indonesia, bukan hal yg muluk rasanya jika berharap negara Indonesia tak sekadar jadi pengguna, tetapi menjadi negara pencipta teknologi.[-O-]
Karakter
Dr.Ir. Sugiarto M.Sc, Deputy Rector I UMN menuturkan, selain kemampuan akademik, pembentukan karakter pun penting utk bersaing di masa depan. "Oleh sebab itu, sekolah kami setiap tahunnya mengadakan tes urine, utk mencegah mahasiswa dari kecanduan narkoba," ujarnya.
Selain itu, jika mahasiswa terlambat lebih dari 15 menit, mereka tetapboleh masuk, ttapi tak boleh mengisi daftar hadir. Jika mereka bolos hingga tiga kali, mereka tidak boleh ikut UAS.
Aturan di atas memang terasa membebani mahasiswa. Namun, perlahan-lahan mahasiswa menjadi terbiasa disiplin. Orang tuapun merasa lebih tenang dan senang, sebab anaknya menjadi lebih disiplin dan terhindar dari bahaya narkoba.
Sistem ini berdampak positif dan tak mengurangi jumlah animo masyarakat menyekolahkan anaknya di tempat kami. Terbukti dgn semakin meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahun," ujar Prajitno.
Melihat perkembangan pendidikan ICT yg semakin maju di Indonesia, bukan hal yg muluk rasanya jika berharap negara Indonesia tak sekadar jadi pengguna, tetapi menjadi negara pencipta teknologi.[-O-]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar