Perkataan bahwa Vatikan adalah pusat Gereja katolik Roma, bukan hal baru lagi utk diketahui. Setiap tahunnya, Negara merdeka terkecil di dunia dgn luas hanya 44 hektar ini kedatangan jutaan peziarah tiap tahunnya.
Peziarah dari Indonesia pun tak kalah banyak setiap tahunnya. Salah satunya karena terdapat makam Santo Petrus, salah satu murid Yesus yg menyebarkan injil hingga ke benua Eropa. Namnya pulalah yg diabadikan menjadi landmark kota Vatikan, yaitu Basilika Santo Petrus. Di Indonesia sendiri ada banyak biro Perjalanan yg mengantarkan ke kota penting bagi sejarah umat Nasrani tsb, seperti Ritz Tour.
Namun terlepas dari itu, Vatikan yg dijubeli berbagai peninggalan dari masa lalu itu juga menjadi surga para penikmat karya maestro dunia. Dimulai dari basilika Santo Petrus yg dibuat oleh arsitek termasyur pd massanya. Yaitu Bramante, Michelangelo, Giacomo della Porta, Maderno, dan Bernini yg terkenal dgn karyanya dgn arsitektur khas masa Renaisance.
Demikian pula dgn Kapel Sistine, yg dibangun di abad ke -15. Kapel ini dihiasi dgn lukisan yg memenuhi dinding dan langit-langitnya yg mengagumkan, dimana sebagian besar dikerjakan oleh seniman besar Michaelangelo.
Sementara museum Vatikan, yg kedatangan lebih dari empat juta pengunjung per tahun itu menjadi rumah bagi peninggalan sejarah, dan sains penting di dunia. Tak heran jika semua ini menjadikannya masuk dalam kategori World Heritage Sites oleh UNESCO pd tahun 1984.
Hal lain yg tak kalah menarik perhatian adalah saat memerhatikan para pasukan penjaga resmi negara yg dikenal dgn Garda Swiss Sri Paus atau Pasukan Pegawai Swiss. Pasukan ini dibentuk sejak akhir abad ke -15 yg dikenal dgn reputasinya yg sangat disiplin dan sangat setia.
Seragam berwarna biru, merah, orange, dan kuning yg membalut tubuh mereka adalah peninggalan dari masa Renaisance. Hampir tiap sudut Vatikan memang seolah bercerita dan bukan sekadar bangunan yg diciptakan utk memperindah kota. Menelusurinya pun seakan dibawa masuk ke lorong waktu, menyibak kembali kebesaran masa lalu. Hal ini menjadi pencerahan tersendiri bagi tiap mata yg melihatnya, bahwa masa lalu bisa menjadi cerminan utk proses perjalanan di masa sekarang, yg tak selayaknya dihancurkan.[-O-]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar