Jumat, 20 Agustus 2010

Saatnya Beralih ke Edutainment

Ketua Eksekutif Komisis Nasional Indonesia untuk UNESCO yg berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, Prof. DR Arief Rachman MPd, Rabu (27/5), mengatakan, pendidikan nasional tertinggal bukan semata karena terkendala masalah sistem atau anggaran yg terbatas.
Menurut Arief, justru proses mengajar di kelas yg cenderung kaku dan membosankan, karena hanya mengandalkan pendekatan fungsional, memiliki andil besar mengagalkan pencapaian tujuan pendidikan.
"Untuk itu sdh saatnya kita beralih ke edutainment. Cara mendidik yg menyeimbangkan pendidikan kurikulum yg tdk terlalu fungsional, tetapi juga tidak terlalu kontekstual," kata Arief, Rabu.
Arief mengemukakan pemikirannya itu dihadapan lebih dari 500 guru TK, SD, SMP, dan SMA, serta yg sederajat se-Jabotabek dalam seminar dgn tema "Edutainment Ancol sebagai Program Pendukung Pendidikan Berbasis Kompetensi."
Pendekatan edutainment, lanjut Arief, merupakan salah satu terobosan pembelajaran yg mementingkan pencapaian hasil berupa siswa-siswa yg bertakwa, berkepribadian matang, berilmu mutakhir dan berprestasi, memiliki rasa kebangsaan, dan berwawasan global. Siswa-siswa tsb diharapkan mampu berpikir kreatif, inisiatif, kritis, serta luwes dalam pergaulan sosial. Siswa-siswa itu juga tdk hanya menguasai ketrampilan (skills), tetapi juga memiliki kemampuan (competence).
Caranya, kata Arief, harus dimulai dari sikap guru. Seorang guru harus siap dgn senyum, salam, sapa, dan rasa sabar tak terbatas ketika bersama murid-muridnya. Guru juga wajib mengenal muridnya dan mengembangkan diskusi dlm kelas drpd penyampaian pelajaran satu arah.
Menyampaikan pelajaran hendaknya dgn banyak alat peraga dlm suasana bermain tetapi tidak dgn kebebasan yg kebablasan, serta perlu berkegiatan di luar kelas, belajar langsung di alam..
"Jadi guru itu harus menyenangkan. Berikan semua yg dibutuhkan siswa agar kemampuan otak dan emosional siswa seimbang. Jika apa yg saya bicarakan belum bisa dilaksanakan semua, tidak apa-apa. Sebisanya bapak ibu guru dulu saja," kata Arief.
Arief menambahkan, karena keterbatasan pihak sekolah, ia mendukung program edutaiment dlm setiap wahana di Ancol. Hal ini akan membantu guru dan orang tua dlm menyediakan sarjana pendidikan layak bagi anak-anaknya..
"Antusiasme peserta seminar terhadap konsep baru dlm dunia pendidikan amat tinggi. Sesuai saran pak Arief, tahun 2009 kami rencanakan menggelar lima seminar dan menerbitkan buku panduan edutainment di Ancol. Hal ini agar edutainment makin dikenal," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi.
Buku panduan itu akan berisi program-program edukasi dibalut permainan maupun rekreasi yg dpt dinikmati siswa maupun semua anggota keluarga saat mengunjungi Ancol.
Beberapa program yg telah diluncurkan adalah Educamp dan edutainment biologi di Gelanggang Samudra bekerja sama dgn Arus Liar dan Departemen Kelautan dan Perikanan, mengenai biota laut dan sejarah alam di Seaworld serta 4D Theatre, edutainment fisika dan Dunia Fantasi bekerja sama dgn Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), dan di Atlantis Water bersama Universitas Indonesia.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar