Kamis, 14 Oktober 2010

Sekolah GRATIS di Luar Negri

Enggak terasa ya, sebentar lagi udah mau kelulusan? Nah, kita harus udah mikirin mau ngelanjutin kuliah kemana dan jurusan apa. Bagi yg memilih Universitas negeri pasti sdh sibuk belajar.
TAPI, bagi mereka yg mau kuliah di luar negri, terutama mengejar beasiswa, mereka sibuk memenuhi persyaratan yg diminta universitas. Kalau kita perhatikan, peminat beasiswa luar negri cukup banyak ya.
Kenapa sih?
Nah, kali ini Z post mengangkat tema beasiswa di luar negri.
Tau nggak sih, banyak banget manfaat dari belajar di luar negri. Contoh, kamu bisa dapetin pengalaman baru kuliah di negri orang lain,belajar hidup mandiri, dan mendapat pengetahuan baru yg mungkin nggak ada di Indonesia.
Selain itu, kamu bisa menguasai banyak bahasa karena di sana kamu bertemu orang-orang dari berbagai negara. Sayangnya, mendapatkan beasiswa ke luar negri tdk semudah membeli kacang goreng di warung.
Banyak tantangan yg kamu hadapi. Mulai dari tes yg nggak gampang, saingan banyak banget, sampai biaya hidup tambahan yg harus kita persiapkan utk berjaga-jaga kalau kita kekurangan uang. Semua itu harus kamu pikirkan matang-matang. Kenapa? Karena utk mencapai semua itu, tak hanya dibutuhkan otak cerdas, tapi juga mental kuat.
Bayangkan kalau kita sdh mendapatkan beasiswa itu, tapi malah nggak bisa mempertahankan nilai dan nggak mampu bertahan di negri orang, sangat merepotkan, bukan?

Aplikasi
Utk mengirimkan aplikasi beasiswa, kita nggak bisa cuma mengandalkan tangan kosong dan doa. Ada syarat umum yg harus dipenuhi, diantaranya :
-Mengesahkan dokumen serta terjemahannya dalam bahasa Inggris.
-Membuat paspor.
-Mengurus transportasi selama di negara itu.
-Mengurus permohonan visa belajar di negara itu.
-Mengikuti tes TOEFL utk mengukur kemampuan dasar bahasa Inggris.
-Kalau perlu mengikuti tes SAT, tes standar masuk perguruan tinggi di luar negri.
Butuh waktu lama utk memenuhi persyaratan itu. Jadi, kalau kamu minat, ya mulai sekarang harus mempersiapkan berbagai persyaratan yg diminta.
Jika syarat sdh terpenuhi dan kita diterima di negara yg diinginkan, kamu boleh senang. Tapi ingat, perjuangan tak berhenti. kita harus pikirkan caranya mempertahankan beasiswa itu. Kita nggak cuma dituntut menjaga nilai agar memuaskan dan stabil, tapi juga bisa menjaga diri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
Ada banyak negara yg menawarkan beasiswa. Beberapa diantaranya adalah :
SINGAPURA
Singapura cukup royal memberikan beasiswa kpd pelajar asing. Beasiswa yg disediakan ada yg berbasis Coursework, yaitu membuat esai, dan berbasis riset S-1/S-2/S-3, yaitu secara proaktif kamu mencari sendiri profesor yg bisa membantu risetmu. Kalau si profesor tertarik, dia bisa memberikan alternatif research plan.

JERMAN
Bagi kamu yg berminat di bidang teknik, Jerman itu pilihan tepat. Sistem di Jerman sedikit berbeda. Pendidikan S-1 sama dgn pendidikan politeknik. Satu keuntungan berkuliah di Jerman, yakni tak dipungut biaya kuliah. Namun, biaya hidup ditanggung sendiri dan tergolong tinggi. Info lengkap beasiswa di Jerman bisa kamu dapatkan di DAAD, Indonesia.

BELANDA
Gak jauh berbeda dgn Jerman, Belanda juga nggak memungut biaya kuliah, tetapi khusus pd program internasional biasanya nggak gratis. Para pelajar harus memenuhi kebutuhan sehari- hari yg relatif tinggi. Pemerintah Belanda juga menyediakan beasiswa (disebut TALIS) yg lumayan banyak bagi pelajar asing.
Sebenarnya Universitas di Indonesia punya kualitas yg bagus. Lalu, kenapa minat kuliah di luar negri lebih besar? Itu mungkin karena kurangnya tawaran beasiswa dari Universitas di Indonesia. Jadinya, kita lebih tertarik dgn Universitas di luar negri karena tawaran beasiswanya banyak.

JEPANG
Setiap tahun pemerintah Jepang memberikan beasiswa Mombusho bagi pelajar Indonesia dalam dua kategori. Pertama, kamu sdh dicarikan profesor yg sesuai dgn minat dan risetmu. Kedua, kamu harus aktif mencari profesor sendiri dari Jepang. Sayangnya, Jepang termasuk yg paling jarang memberikan akomodasi penuh. Jadi, kamu mesti siap-siap buat biaya hidup di sana.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar