Buka mata, buka telinga. Mungkin ini yg dibutuhkan oleh seorang petualang sejati demi mendapatkan pengalaman-pengalaman baru saat mengeksplor suatu negara.
PASAR di Indonesia kini sdh semakin matang dalam beravontur. Hal ini diamini oleh Madu S haditomo, Business Development Director Golden Rama,“Mereka sudah lebih mengarah pada pengalaman apa yg bisa didapat dari liburan atau perjalanan itu sendiri.“
Banyak yg beranggapan bahwa liburan itu tujuannya utk relaksasi, bukan justru membuat tubuh tambah lelah. Makanya, destinasi yg dituju sekarang bisa lebih terperinci, tdk terlalu banyak lagi. Bagaimana cara menikmati suatu tempat itulah yg menjadi kunci kenikmatan.Berikut beberapa destinasi yg memberi pengalaman baru saat bertualang di dalamnya.
Baltik
Mengunjungi negara-negara bekas jajahan Uni Sovyet, seperti Polandia, Estonia, Latvia, dan Lithuania mungkin segera terbesit kesan dingin dan kaku khas negara bekas jajahan komunis. Namun kesan itu akan segera hilang begitu mengunjung Estonia.
Estonia itu very welcoming, hangat dan jauh lebih ramah dari yg dikira sebelumnya, tutur Madu lagi.
Yg menjadi kekhasan saat melintasi negara-negara Baltik ini adalah peninggalan sejarahnya, terutama dari abad pertengahan, sekitar abad ke-11 hingga 15. Baltik juga terkenal dgn kota tuanya yg masih terus dipertahankan dan mendapat perhatian khusus dari dunia. Lithuania misalnya, yg mendapat status warisan Dunia dari UNESCO pd tahun 1994.
Tengok saja Istana Trakai di Vilnius, dari abad 14 yg menampilkan arsitektur Gothik yg khas. Sementara Tallinn di Estonia sudah lama terkenal sebagai tempat berlibur bagi orang Inggris. Tallinn adalah kota kecil yg tetap mempertahankan masa lalunya. Hal ini pun terasa di setiap sudutnya, bahkan saat bersantap di salah satu restoran dan kafe yg ada di sana yg menyajikan makanan dari abad-16, sampai pramusajinya pun menggunakan busana khas dari abad itu.
Kastil-kastil pennggalan dari masa lalu itu juga banyak yg tetap dipelihara dgn berubah fungsi, menjadi museum, restoran, kafe, hingga hotel. “Bagi grup VIP bisa merasakan bermalam di Hotel Telegraaf, Tallinn, Estonia, yg menjadi salah satu ikon kota itu,” tambah Madu.
Di bangun pd tahun 1878 bangunan tsb dulunya adalah kantor Estonian Telegraph Company dan terletak di tengah-tengah kota tua. Berjarak sangat dekatdgn Town Hall Square dan mengunjungi Gereja St Chaterine, katariina Gild, Old Town Educational College , serta Cty Museum .
Ke kota Cinta
Paris adalah salah satu destinasi klasik di Eropa yg tak pernah kehilangan penggemar. Bagi mereka yg baru pertama kali menginjakkan kaki di Eropa, tentu ingin mencicipi setitik kesan romantis yg sdh identik dgn Paris.
Paris yg terbelah oleh Sungai Seine itu pun punya kekhasannya tersendiri utk masing-masing kawasan sisi sungai, Right Bank and Left Bank. Yg biasanya dijelajahi adalah area komersilnya di Right Bank. Namun, bagi mereka yg ingin merasakan sensasi lain dari kota ini, Madu menyarankan utk sempatkan diri bertandang ke Left Bank. Terutama bagi mereka yg sdh pernah berkali-kali datang ke Paris.
"Area Left Bank terkenal sebagai daerah intelektual. Yg menjadi salah satu ikonnya adalah kafe Deux Magots, yg dibuka sejak tahun 1833. Dulu gengnya JP Satre tinggal di daerah situ, dan makannya di kafe itu. Bisa dikasih tahu kalau Satre datang biasanya duduk di sebelah mana,”terang Madu.
Menurut sejarah kafe tsb, setiap pagi JP Santre dan Simone akan datang dan menulis selama berjam-jam tanpa henti. Kadang berhenti hanya utk berbicara dgn Ernest Hemingway, yg juga tamu reguler. Ya, kafe ini memang seolah menjadi ”rumah” bagi para penulis, seniman, maupun filsuf. Untuk rute mono Prancis, biasanya akan menghabiskan waktu beberapa jam di sini.
Area ini pun punya banyak tempat belanja. Justru, pernacang-perancang baru di Paris biasanya mengawali langkahnya di sekitar sini, baru kemudian menyebrang ke Right Bank.
Amerika
Destinasi ini pun tak kalah klasik ketimbang Eropa. Namun yg biasanya disasar adalah area West Coast yg memang menjanjikan kenikmatan liburan yg sempurna dan penuh hiburan.
Namun, tak ada salahnya mengambil rute unik yg tak kalah memberi kesan tersendiri dengan mengambil jalur Timur lalu ke arah Utara. Perjalanan ini akan membawa anda bertualang ke Negri Paman Sam, namun serasa di Inggris dan Perancis.
Coba saja berkelana di Boston, yg memiliki sisa-sisa sejarah dari masa perang revolusioner. Kota pelajar ini di beberapa bagiannya begitu kental dgn suasana di Inggris. Sementara saat mengunjungi Montreal di Canada memang pernah menjadi jajahan Perancis dan peninggalannya baik dalam hal budaya maupun arsitekturnya masih terpelihara sampai sekarang. Terlebih di Montreal, yg akhirnya mendapat julukan "Paris of Canada”.
Sekitar 2,5 jam dari Montreal, terdapat Quebec City. Tetty Aryanto, Tour Leader Golden Rama, mengatakan biasanya akan diajak ke kota tua yg ada di dalam benteng, dimana terdapat Hotel yg sangat terkenal, yaitu Frontenac. Ini adalah bangunan tertinggi pertama di kota tsb, yg dibangun oleh Perancis di tahun 1700 an. Sementara jika berjalan ke Ottawa, suasana Inggrislah yg lebih terasa. Ya, Canada dulu terbagi antara jajahan Perancis dan Inggris.
Jepang
Eksotisme Jepang tak pernah gagal membangkitkan rasa penasaran utk segera menyambanginya. Bertandang ke Jepang biasanya ke area metropolitan saja atau ke bagian Utara, yaitu Hokaido. "Padahal yg di barat pun tidak kalah cantik," Madu menambahkan.
Yaitu menuju ke Japan Alfa yg memiliki pemandangan cantik. Perjalanan di sini pun memberi pengalaman berbeda, seperti menggunakan cable car menuju Tateyama Tunnel dgn menembus gunung. Ada pula Kurobe Dam yg membawa ke pemandangan Danau Kurobe yg tak kalah indah dan ke Pegunungan Tateyama utk menikmati sejuknya air dari pegunungan itu.
Menuju Central Japan ini juga biasanya akan dibawa menuju desa tradisional Shirakawa-go, di daerah Toyama. Daerah ini menjadi Warisan Dunia sejak tahun 1995 dgn rumahnya yg khas, dsebut gassho. Sementara di Takayama, terdapat kota tua yg wajib dijelajahi. Salah satunya ke Sanmachi yg merupakan peninggalan dari zaman Edo dan menjadi pusat perdagangan di masa Hida.
Dan jika biasanya berkelana ke Jepang juga selalu mencakup onsen atau mandi air panas, maka jangan lewatkan pula saat bertandang ke sini. Berbeda dari biasanya, saat mandi akan disajikan pemandangan menuju lembah dan Takayama dari kejauhan. Mandi onsen ini bisa ditemui, antara lain di Hotel Associa, yg merupakan hotel modern namun tetap menyajikan onsen tradisional.[-O-]
PASAR di Indonesia kini sdh semakin matang dalam beravontur. Hal ini diamini oleh Madu S haditomo, Business Development Director Golden Rama,“Mereka sudah lebih mengarah pada pengalaman apa yg bisa didapat dari liburan atau perjalanan itu sendiri.“
Banyak yg beranggapan bahwa liburan itu tujuannya utk relaksasi, bukan justru membuat tubuh tambah lelah. Makanya, destinasi yg dituju sekarang bisa lebih terperinci, tdk terlalu banyak lagi. Bagaimana cara menikmati suatu tempat itulah yg menjadi kunci kenikmatan.Berikut beberapa destinasi yg memberi pengalaman baru saat bertualang di dalamnya.
Mengunjungi negara-negara bekas jajahan Uni Sovyet, seperti Polandia, Estonia, Latvia, dan Lithuania mungkin segera terbesit kesan dingin dan kaku khas negara bekas jajahan komunis. Namun kesan itu akan segera hilang begitu mengunjung Estonia.
Estonia itu very welcoming, hangat dan jauh lebih ramah dari yg dikira sebelumnya, tutur Madu lagi.
Yg menjadi kekhasan saat melintasi negara-negara Baltik ini adalah peninggalan sejarahnya, terutama dari abad pertengahan, sekitar abad ke-11 hingga 15. Baltik juga terkenal dgn kota tuanya yg masih terus dipertahankan dan mendapat perhatian khusus dari dunia. Lithuania misalnya, yg mendapat status warisan Dunia dari UNESCO pd tahun 1994.
Kastil-kastil pennggalan dari masa lalu itu juga banyak yg tetap dipelihara dgn berubah fungsi, menjadi museum, restoran, kafe, hingga hotel. “Bagi grup VIP bisa merasakan bermalam di Hotel Telegraaf, Tallinn, Estonia, yg menjadi salah satu ikon kota itu,” tambah Madu.
Di bangun pd tahun 1878 bangunan tsb dulunya adalah kantor Estonian Telegraph Company dan terletak di tengah-tengah kota tua. Berjarak sangat dekat
Paris adalah salah satu destinasi klasik di Eropa yg tak pernah kehilangan penggemar. Bagi mereka yg baru pertama kali menginjakkan kaki di Eropa, tentu ingin mencicipi setitik kesan romantis yg sdh identik dgn Paris.
Paris yg terbelah oleh Sungai Seine itu pun punya kekhasannya tersendiri utk masing-masing kawasan sisi sungai, Right Bank and Left Bank. Yg biasanya dijelajahi adalah area komersilnya di Right Bank. Namun, bagi mereka yg ingin merasakan sensasi lain dari kota ini, Madu menyarankan utk sempatkan diri bertandang ke Left Bank. Terutama bagi mereka yg sdh pernah berkali-kali datang ke Paris.
"Area Left Bank terkenal sebagai daerah intelektual. Yg menjadi salah satu ikonnya adalah kafe Deux Magots, yg dibuka sejak tahun 1833. Dulu gengnya JP Satre tinggal di daerah situ, dan makannya di kafe itu. Bisa dikasih tahu kalau Satre datang biasanya duduk di sebelah mana,”terang Madu.
Menurut sejarah kafe tsb, setiap pagi JP Santre dan Simone akan datang dan menulis selama berjam-jam tanpa henti. Kadang berhenti hanya utk berbicara dgn Ernest Hemingway, yg juga tamu reguler. Ya, kafe ini memang seolah menjadi ”rumah” bagi para penulis, seniman, maupun filsuf. Untuk rute mono Prancis, biasanya akan menghabiskan waktu beberapa jam di sini.
Area ini pun punya banyak tempat belanja. Justru, pernacang-perancang baru di Paris biasanya mengawali langkahnya di sekitar sini, baru kemudian menyebrang ke Right Bank.
Destinasi ini pun tak kalah klasik ketimbang Eropa. Namun yg biasanya disasar adalah area West Coast yg memang menjanjikan kenikmatan liburan yg sempurna dan penuh hiburan.
Namun, tak ada salahnya mengambil rute unik yg tak kalah memberi kesan tersendiri dengan mengambil jalur Timur lalu ke arah Utara. Perjalanan ini akan membawa anda bertualang ke Negri Paman Sam, namun serasa di Inggris dan Perancis.
Coba saja berkelana di Boston, yg memiliki sisa-sisa sejarah dari masa perang revolusioner. Kota pelajar ini di beberapa bagiannya begitu kental dgn suasana di Inggris. Sementara saat mengunjungi Montreal di Canada memang pernah menjadi jajahan Perancis dan peninggalannya baik dalam hal budaya maupun arsitekturnya masih terpelihara sampai sekarang. Terlebih di Montreal, yg akhirnya mendapat julukan "Paris of Canada”.
Sekitar 2,5 jam dari Montreal, terdapat Quebec City. Tetty Aryanto, Tour Leader Golden Rama, mengatakan biasanya akan diajak ke kota tua yg ada di dalam benteng, dimana terdapat Hotel yg sangat terkenal, yaitu Frontenac. Ini adalah bangunan tertinggi pertama di kota tsb, yg dibangun oleh Perancis di tahun 1700 an. Sementara jika berjalan ke Ottawa, suasana Inggrislah yg lebih terasa. Ya, Canada dulu terbagi antara jajahan Perancis dan Inggris.
Eksotisme Jepang tak pernah gagal membangkitkan rasa penasaran utk segera menyambanginya.
Yaitu menuju ke Japan Alfa yg memiliki pemandangan cantik. Perjalanan di sini pun memberi pengalaman berbeda, seperti menggunakan cable car menuju Tateyama Tunnel dgn menembus gunung. Ada pula Kurobe Dam yg membawa ke pemandangan Danau Kurobe yg tak kalah indah dan ke Pegunungan Tateyama utk menikmati sejuknya air dari pegunungan itu.
Menuju Central Japan ini juga biasanya akan dibawa menuju desa tradisional Shirakawa-go, di daerah Toyama. Daerah ini menjadi Warisan Dunia sejak tahun 1995 dgn rumahnya yg khas, dsebut gassho. Sementara di Takayama, terdapat kota tua yg wajib dijelajahi. Salah satunya ke Sanmachi yg merupakan peninggalan dari zaman Edo dan menjadi pusat perdagangan di masa Hida.
Dan jika biasanya berkelana ke Jepang juga selalu mencakup onsen atau mandi air panas, maka jangan lewatkan pula saat bertandang ke sini. Berbeda dari biasanya, saat mandi akan disajikan pemandangan menuju lembah dan Takayama dari kejauhan. Mandi onsen ini bisa ditemui, antara lain di Hotel Associa, yg merupakan hotel modern namun tetap menyajikan onsen tradisional.[-O-]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar