Senin, 24 Januari 2011

Mata Anjing Melihat Orang Rendah

Kasihan juga anjing, sering dipinjam namanya utk melukiskan hal yg buruk. Padahal anjing adalah hewan yg paling setia, berani membela manusia atau menyelamatkan majikan, walaupun harus menghadapi bahaya, mengorbankan dirinya sendiri.
Mungkin karena terlalu umum didengar orang, atau karena lebih cocok meminjam nama anjing, maka dipakai namanya utk dijadikan ungkapan yg tdk enak bagi anjing. Namun, masih ada pepatah lain juga yg mengangkat derajat anjing, sehingga tetap dihargai sebagai hewan yg mempunyai dedikasi dan kontribusi kepada manusia.
Seekor anjing yg terlatih atau tidak, secara naluriah akan menggonggong orang asing yg belum dikenalnya. Apalagi yg berpakaian kotor dan compang-camping, terus digonggong tak henti-hentinya. Jadi, sepertinya dia hanya menggonggong orang yg kelihatannya kurang berada.
Ungkapan di atas ini bukan untuk menjelaskan karakter anjing yg sdh menjadi naluri, melainkan dipakai utk menyindir orang yg sombong, yg suka memandang rendah orang lain, yg hanya menilai orang dari penampilannya saja. Atau juga orang yg merasa dirinya kaya, pintar, suka memandang orang lain dengan sinar mata yg meremehkan.
Orang yg sangat sombong hanya menghormati orang yg berada, berpakaian mewah, naik mobil, punya gedung, dan sebagainya. Terhadap orang yg dilihatnya kurang berada, dianggap rendah, akan diejek, dicemoohkan, dilecehkan, diremehkan, tidak dipandang sebelah mata olehnya. Kata-katanya ketus dan pedas, bersifat menghina atau bahkan menyakitkan.
Jeleknya, orang semacam ini tiba-tiba bisa menjadi sangat baik, bila ia butuh bantuan orang yg kurang berada, yg sebelumnya diremehkannya. Wajahnya jadi berubah manis, kata-katanya dibuat-buat seperti orang yg merengek. Kadang-kadang sampai berlutut pun ia berani memohon kepada orang yg sangat dibutuhkan bantuannya itu. Seperti seekor anjing yg menggoyang-goyangkan buntutnya, bila hendak meminta makan kpd majikannya.
Jadi, ungkapan ini tepat sekali utk menyindir dan menyadarkan orang-orang yg sombong, yg melihat ke atas saja. Tdk bisa menghormati atau menghargai orang yg tdk mampu, menganggap orang yg kurang berada sebagai orang yg rendah. Karena mereka suka melihat orang lain dgn kaca mata kemewahan, hanya ingin bergaul dgn kalangan atas, kelas elite, orang kaya, petinggi, orang berpengaruh dan sebagainya.
Kecuali ada perlunya, baru memohon-mohon kepada kalangan bawah, mereka dikatakan "seperti memiliki mata anjing", suka memandang rendah orang lain. Sebaliknya, dirinya juga akan dipandang rendah oleh orang lain.
Kita sendiri jangan sampai dikatakan memiliki mata anjing. Oleh karena itu biasakan bersikap wajar terhadap orang yg kelihatannya kurang mampu. Kalau tidak bisa membantunya, jangan merendahkannya. Karena orang yg dipandang rendah dapat merasa tersinggung dan sakit hati, akan menganggap kita jadi musuh. Kalau orangnya jahat, suatu waktu dikhawatirkan akan melakukan suatu tindakan yg merugikan diri kita atau keluarga kita.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar