Selasa, 18 Januari 2011

PENCEGAHAN Dan Perencanaan Itu Perlu

Siapa yg tdk mau memiliki tubuh sehat, bebas dari deraan penyakit? Semua orang pasti menginginkannya. Akan tetapi, kerap kali mereka tak bisa mengelakkan penyakit yg datang. Hal ini umumnya timbul akibat alpa menerapkan perilaku hidup sehat. Biasanya kesadaran itu timbul ketika kita telah mengalami penyakit.
SEBENARNYA dalam kehidupan sehari-hari, membiasakan perilaku kehidupan sehat bukanlah suatu hal yg sulit dilakukan. Hal ini dpt dimulai dari diri sendiri, keluarga hingga kelompok masyarakat. Maka, seperti pepatah umum yg menyatakan "lebih baik mencegah dari pada mengobati", perilaku sehat adalah bagian dari pencegahan terhadap penyakit yg lazim dilakukan.

Status Kesehatan
Perilaku hidup sehat secara umum menjadi bagian dalam menentukan status kesehatan seseorang. Menurut data Depkes, status kesehatan dipengaruhi oleh empat factor yaitu, perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan, dan keturunan.
Nah, utk factor keturunan merupakan merupakan potensi factor yg sudah tdk bisa diubah lagi, seperti, seperti memiliki riwayat penyakit keturunan. Tapi, bukan berarti factor tsb sdh menjadi “harga mati” seseorang akan mengidap penyakit tertentu, karena masih ada tiga factor lain yg menjadi pengendali dan membantu mencegah seseorang mengalami penyakit yg lebih kronis lagi.
Kembali Depkes menginformasikan bahwa perilaku dan lingkungan adalah yg paling menentukan status kesehatan. Perilaku sehat, lingkungan bersih adalah modal dasarnya. Pasalnya, sebagian besar penyakit menular dan tdk menular dapat dicegah melalui upaya penyehatan lingkungan dan peningkatan perilaku higienis masyarakat, seperti penyakit diare, ISPA, pneumonia, dan malaria.

Kebiasaan Perilaku Sehat.
Seperti apakah perilaku sehat itu? Sebenarnya caranya bisa bermacam-macam, tapi dalam kehidupan sehari-hari yg termudah sekaligus tersulit adalah dgn memerhatikan asupan makanan dan minuman. Jika asupan itu baik, otomatis stamina akan terjaga dan produktivitas sehari-hari berjalan lancar.
Apalagi disaat semua dituntut serba cepat, orang tidak memiliki banyak waktu utkmemilih makanan yg masuk dalam kategori asupan baik yaitu bergizi seimbang. Apapun yg lezat dimakan asal kenyang, yg justru dapat membawa dampak buruk bila dikonsumsi berlebihan. Dibutuhkan kesadaran dan ketaatan yg tinggi utk menyesuaikan pola asupan makanan dgn benar.
Selain itu perilaku sehat dapat dicapai dgn membiasakan diri meluangkan waktu utk berolah raga. Latihan jasmani secara rutin ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Aktivitas tsb pun patut dilakukan oleh setiap orang dari berbagai rentang usia. Frekuensi dan jenis olah raganya pun beragam, mulai dari jalan kaki, hingga olah raga ekstrim seperti terjun payung. Hal tsb dapat disesuaikan dgn kesukaan masing-masing orang. Bahkan orang yg telah mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes misalnya, tetap perlu melakukan olah raga, asalkan tetap berkonsultasi dahulu ke dokter.
Kemudian, perilaku sehat lain yg tidak kalah penting adalah kebiasaan pola hidup bersih. Pola menjaga kebersihan jika tdk dilakukan secara rutin, akan terbuang percuma, maka pola hidup bersih harus menjadi kebiasaan yg diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bersih lingkungan ,akan diawali dgn kebiasaan dari diri sendiri dan tentunya lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Kebersihan sanitasi di lingkungan rumah dan sekitarnya turut berperan penting utk pencegahan penyebaran berbagai kuman penyakit.
Untukmeningkatkan perilaku higienitas masyarakat, Depkes pun mengembangkan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dgn pendekatan Community Lead Total Sanition (CLTS). kegiatan inipun telah diresmikan sejak tahun 2008. Nah, yg dimaksud dgn Sanitasi total adalah kondisi ketika suatu komunitas benar-benar menerapkan pilar STBM, seperti Stop Buang Air Besar Sembarang (BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), mengelola air minum rumah tangga dan makanan yg nyaman, mengelola sampah dgn benar dan mengelola limbah cair rumah tangga dgn aman. Jika kelima pilar dapat diterapkan secara kontinu dan berkelanjutan, sektor kesehatan dan ekonomi masyarakat yg baik akan dapat tercapai. Perilaku higienis ini akan ideal jika dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Perencanaan.
Seperti layaknya orang merencanakan pengelolaan keuangan, perencanaan kesehatan pun perlu dilakukan. Ibarat sedia payung sebelum hujan, utk mencegah jika suatu waktu harus menjalankan penanganan medis dan terbentur biaya, berencana dgn berinvestasi kesehatan sejak dini perlu dilakukan. Salah satu caranya dgn ikut serta dalam asuransi kesehatan. Dengan premi yg dibayarkan secara berkala, sekaligus menjadi investasi yg menjamin pembiayaan penanganan medis suatu waktu.
Lalu, pemerintahpun memberikan layanan kesehatan utk masyarakat. Bagi rakyat miskin, layanan dan jaminan kesehatan menjadi perhatian khusus karena kemiskinan erat kaitannya dgn mempengaruhi kesehatan sehingga orang miskinpun rentan terhadap pelbagai penyakit dan mengurangi produktivitas.
Maka, hingga kini pemerintah telah menjalankan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) utk memberikan jaminan bagi rakyat tdk mampu. Seperti yg diutarakan dr A Chalik Masulili,MSc, Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Departemen Kesehatan, saat ini Jamkesmas sedang dalam tahapan utk mencapai Jamkesmas semesta dimana harapanya di tahun 2014 sdh terlaksana. Lewat Jamkesmas Semesta nantinya diharapkan seluruh rakyat Indonesia mendapat jaminan kesehatan.
Maka, menurut Chalik, utk mengembangkan berbagai sistem utk mencapai Jamkesmas Semesta seperti sistem pengentasan kemiskinan, pelayanan dan pembiayaan kesehatan, pengembangan sumber daya masyarakat yg berkecimpung di ranah kesehatan, serta perencanaan, ketersediaan, penyaluran dan pengendalian harga obat alat medis serta investasi alat kesehatan harus dipakai.
Chalik menyatakan Jamkesmas semesta harus dapat tercapai, apabila telah tercapainya administrasi kependudukan atau single identity number serta reformasi pola pelayanan kesehatan.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar