Jumat, 10 September 2010

Pengaruh Lingkungan Terhadap kepribadian Anak

Lingkungan dapat mengubah kepribadian seseorang. Apa lagi jika mereka masih kecil dan polos. Untuk membentuk anak menjadi pribadi yg baik, memilih sekolah yg tepat patut dilakukan sejak dini.
Berbicara ttg sekolah yg tepat, tentu ada bbrp aspek yg dpt diperhatikan. Salah satunya adalah dari segi kurikulum. International Baccalaurete (IB) adalah salah satu kurikulum yg digunakan di sekolah international.
Menurut Kathryn Young, Executive Prinsipal Sinar Mas World Academy (SWA), SWA menggunakan IB sbg kurikulumnya. Sebab, program IB bersifat lebih internasional dan "menuntut". Menuntut disini dlm arti kurikulum IB akan membentuk murid tak hanya dari segi akademik, tetapi dari segi kepribadian.
"Kepribadian murid dpt dimulai dari hal-hal yg kecil seperti bagaimana mereka memperlakukan orang lain, entah terhadap guru, siswa atau pun tukang kebun," tambahnya.
Untuk menanamkan nilai-nilai kepribadian yg baik, murid-murid SWA sering mengadakan kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos utk gempa di padang. Dalam baksos tsb, murid-murid mengumpulkan barang-barang layak pakai dan dikemas dalam dus. Selain itu, mereka pun dilatih peduli dgn alam sekitar dgn mempelajari kehidupan laut dan membuat kompos dari makanan sisa.
Membentuk anak menjadi pribadi yg baik tentu tak hanya tanggung jawab sekolah. Di sini orang tua sebaiknya menjadi model yg baik utk anaknya. Contoh mudahnya, ketika orang tua hobi membaca, anakpun akan ikut-ikutan membaca.[-O-]

Untuk Pengalaman Bersantap Yang Berbeda

Tiap individu tentu punya pemaknaan tersendiri saat bersantap. Ada yg terima jadi apa adanya, ada yg lebih senang membumbui hingga menghasilkan cita rasa sesuai selera, sementara ada pula yg lbh senang terlibat dalam proses pembuatan atau memasaknya. Semua itu pd akhirnya menciptakan sensasi tersendiri yg menambah nikmat saat bersantap.
Restoran siap sajipun pd akhirnya memberi sentuhan berbeda seperti yg bisa ditemui di Pepper Lunch. Restoran siap saji asal Jepang ini menyajikan santapan lezat berupa daging dan sayuran segar.
Bahan bakunya pun dijaga kualitasnya dgn mengambil daging steak kualitas premium dari Australia dan New Zealand, salmon dari Norwegia, dan daging ayam pilihan. Demikian pula utk butter dan sausnya yg masih diimpor langsung dari Jepang.
Bukan cuma kualitas masakan, Pepper Lunch juga memberi petualangan memasak tersendiri diman tiap pengunjung harus harus memasak sendiri santapannya. Tiap pengunjung diberi kebebasan utk meracik sendiri bumbu dan saus yg sudah disediakan utk menghasilkan citarasa sesuai selera.
Menu yg punya banyak penggemar antara lain Beef Pepper Rice, Teriyaki Pepper Hamburger, dan seri Salmon. Tingkat kematangannya juga bisa diatur sendiri, mau medium atau well done, tergantung selera.
Hal ini dimungkinkan dgn digunakannya Hot plate sbg media memasak. Menggunakan special electromagnetic cooker, iron plate ini mampu menghasilkan panas hingga 260 derajat celcius dlm waktu 70 detik dan tetap panas (dlm suhu 80 derajar celcius) selama 20 menit. Inilah rahasia utama dari pepper lunch, sehingga daging dimasak pd suhu yg tepat dan tetap segar saat disantap.
Hal ini pulalah yg membawanya makin dikenal di berbagai negara hingga lebih dari 200 outlet. Dari Jepang, Pepper Lunch juga bisa ditemui di Singapura, Filipina, Malaysia, China, Taiwan, dan Hongkong. Di Indonesia sendiri ada 9 outlet, dgn tujuh diantaranya berada di jakarta. Yaitu di Plaza Senayan Level 3, Plaza Indonesia level basement, mall Taman Anggrek Level 4, dan Pepper Lunch Express di Senayan City Food Court Level 5, Emporium Pluit Level 4, Mall Kelapa Gading Level 3, serta Puri Indah Foodcourt Level 2.[-O-]

Kamis, 09 September 2010

Camat Bantargebang Rekaman.

Basofi Sudirman, Gubernur Jawa Timur saat itu, sukses menjadi penyanyi. Kini, langkah itu ada di Bekasi. Edy Rosyadi, Camat Bantargebang, mulai latihan dangdut. "Hanya menyalurkan hobi dan utk menghibur masyarakat," katanya saat ditanya alasan rekaman lagunya.

Langkah rekaman ditempuh ketika hobi bernyanyi dangdut sudah lama ditemui oleh pria asal Indramayu ini. Karena menjabat Camat Bantargebang, maka tema lagu andalanpun terkait dgn "sampah" di TPA Bantargebang.

Bukan tanggung-tanggung ketika masuk dapur rekaman di Tiryani Record, Duren Sawit, melibatkan Maxie Mamiri sbg produser. Bahkan lagu andalan "nasib Pemulung" karya Leo Waldi, pengambilan Video Klipnya di lokasi TPA Bantargebang. Lagu andalan lain yakni "warteg", Duh Eneng, maupun Mawar Merah.

Pria yg dikenal di kalangan Camat sbg "Rhoma Irama2 ini memang sering diminta tampil dalam setiap acara hiburan.

"Dalam waktu dekat sdh beredar kasetnya," katanya.

Tidak mengganggu kerja? "Kita khan hanya hobi. Dan mengambil waktu di luar jam kerja. Pelayanan masyarakat harus tetap diutamakan," katanya. [-O-]

Rabu, 01 September 2010

Tidak Terjerumus NARKOBA

PEREDARAN Narkoba ibarat jamur di musim hujan. tdk hanya di tempat-tempat hiburan, saat ini sdh tersebar di lingkungan perumahan, bahkan ke sekolah-sekolah. Lalu, bagaimana cara menghindar agar keluarga kita tdk terjerumus ke lembah maksiat itu?
Di bawah ini ada beberapa Tips utk menghindarinya, antara lain :
1. Dapatkan informasi mengenai bahaya narkoba dari Koran, majalah, seminar, dll.
2. Persiapkan mental utk menolak jika ditawarkan. Kuatkanlah tekadmu utk menolaknya.

3. Belajar berkata ”TIDAK”, kalau mendapat tawaran Narkoba. Siapkan alasan yg dapat dipakai, dan alihkan pembicaraan jika kamu mulai disudutkan. Namun, bila teman terus memaksa, segera tinggalkanlah tempat itu. Carilah teman bru yg ”bersih” dari Narkoba.

4. Milikilah cita-cita dalam hidup, sehingga hidupmu akan memiliki arah.

5. Lakukan kegiatan positif yg dapat menolong kamu utk menjadi lebih mandiri, percaya diri, srta menyalurkan hobi serta berprestasi.

6. Jika memerlukan informasi atau pertolongan tentang narkoba, teleponlah ke layanan konseling narkoba gratis. Konselor siap membantu jika kamu memerlukan pertolongan utk korban narkoba.


Selain itu, agar tidak terjerumus narkoba diperlukan pendekatan kognitif dari orang tua, sekolah, dan guru. Pendekatan kognitif merupakan pendekatan yg mencoba mengurang presepsi negatif tentang diri sendiri dengan cara mengubah kesalahan berpikir dan keyakinan diri yg keliru.
Selanjutnya, mengajarkan cara pengendalian tingkah laku yg tidak dikehendaki. Dengan memberikan tindakan preventif, anak dapat dibimbing berpikiran positif. Namun, jika anak sudah terlanjur terlibat narkoba, maka sebaiknya orang tua tidak ”meninggalkan” mereka dalam upaya penyembuhan diri sendiri, tetapi harus terlibat sepenuhnya agar pecandu mendapat dukungan moril.
Pecandu yg telah keluar dari rehabilitasi sangat dianjurkan utk mengikuti program lanjutan agar dampak ingatan dari narkoba tidak menimbulkan masalah lanjutan.[-O-]

Berjuang Untuk Hidup Di Gedung Juang

Enam hari menganggur tak membuat Iyus bugar. Wajahnya lusuh, kantong bawah matanya mengantung karena kurang tidur, badannya demam dan sesekali bersin. Tinggal bersesakan bersama ribuan orang di pengungsian, perjuangan berat baginya.
Putri kedua Iyus, Risma (4), menangis di gendongan, Jumat (26/3). Ruangan sumpek, udara lembab, dan angin malam membuat Risma demam dan batuk. Kerokan Engkas (31), ibu Risma, di punggung tdk meringankan sakit Risma.
Ruang berukuran 9x12 meter di Gedung Juang 45, Kelurahan Kerawang, Kulon, Kecamatan Kerawang Barat, Kabupaten Kerawang, Jawa barat, tempat Iyus dan enam anggota keluarganya mengungsi, diisi lebih dari 300 orang. Pengungsi umumnya berasal dari Kampung Poponcol, Kelurahan Kerawang Kulon, yg rumahnya kena luapan sungai Citarum.
Ratusan pengungsi lain memenuhi lorong, emperan, dan lahan parkir gedung. Mereka tdk berdesakkan di tikar, karpet atau kasur lipat. Pagar tanaman, pagar besi, dan kabel telepon menjadi tempat jemuran, sekaligus sekat antar lorong dan "daerah kekuasaan".
Kantor Inspektorat Kabupaten Karawang yg menempati beberapa ruang di gedung Juang 45 tenggelam oleh suasana pengungsian. Sepekan terakhir, bocah-bocah berlarian, pengurus kelompok hilir mudik mengurus makanan anggotanya, dan warga berobat ke posko kesehatan

Gelisah
Seperti iyus, Ujang Adih (38) juga dibuat repot oleh banjir. Ia harus mondar-mandir antara pengungsian dan rumahnya utk mengecek harta benda yg ditinggal, seperti sepeda motor, televisi, kulkas dan kasur.
Ujang yg sehari-harinya berjualan bubur kacang ijo terpaksa tdk berjualan utk sementara. Waktu dan tenaganya habis utk mengurus keluarga serta bergiliran jaga malam hari. "Ada tetangga yg kehilangan televisi, rice cooker, dan tabung gs. Pencuri berpura-pura berpatroli atau membantu evakuasi dgn rakit bambu atau perahu," katanya.
Pencuri membuat Ujang, Iyus dan pengungsi lain gelisah. mereka juga menghadapi ketidak pastian kapan banjir surut, kapan bisa bekerja atau sekolah lagi, dan bagaimana kondisinya harta bendanya setelah terendam air berhari-hari.
Mereka juga kehilangan sumber penghasilan. Deretan rumah di perumahan Galu Mas, Kecamatan Teluk Jambe Timur, yg sedang dikerjakan Iyus bersama kuli bangunan lain, juga tergenang banjir. Rute dagang bubur Ujang sepekan terakhir terputus banjir.
Kerepotan juga dialami Andung (47) yg mengungsi di Rusunawa Adiarsa, Kelurahan Adiarsa barat; Hasan (36) di kompleks masjid Al Jihad, Kelurahan Karangpawitan; serta Yayan (50) di perum Karaba Indah, Desa Wadas. Ribuan pengungsi di Kabupaten Karawang kini bergantung pd bantuan makanan yg terkadang tidak genap tiga kali sehari.
Hingga hari kesembilan banjir di Karawang, jumat siang, Dinas sosial Karawang mencatat, ada 23.243 rumah yg dihuni oleh 100.120 jiwa, dan tersebar di 10 kecamatan di sepanjand daerah aliran sungai Citarum, tergenang banjir. Situasi ini sangat menyiksa. para pengungsi tidak tahu sampai kapan harus berjuang hidup di Gedung Juang...[-O-]