Rabu, 30 Desember 2009

Ragam Pilihan Busana di Sudut Paris Van Java

BUSANA yg dikenakan kini tdk hanya berfungsi sbg penutup tubuh. Warna, desain, serta padu padan yg tepat diharapkan mampu menampilkan jati diri atau citra diri yg diinginkan. Wajar kalau perkara memilih busana yg tepat bukanlah hal yg mudah dilakukan, apalagi dgn semakin banyaknya pilihan.

Sebagai kota yg dilabeli salah satu kota mode di Indonesia, Bandung memiliki banyak butik, factory outlet, hingga distribution store (distro) yg menawarkan ragam pilihan busana. Salah satunya di Carvieno le Collezione yg menghadirkan jajaran koleksi busana terbaru dari Paris, Italia, dan Amerika. Butik ini merupakan pengembangan dari butik Carvieno, dan kini dikenal carvieno The Boutique. Di Carvieno le Collezione, kualitas dan eksklusifitas setiap barang menjadi satu nilai yg ditawarkan. Pasalnya, di sini banyak ditemui busana yg tdk diproduksi secara massal.

“Tempat ini kita bagi menjadi dua segmen. Yg di bawah itu adalah Carvieno The Boutique, ini utk yg casual sehari-hari. Sementara Carvieno le Collezione itu utk pakaian yg lebih glamour. Di sini juga ditawarkan busana laki-laki dan dgn ruang yg lebih besar,” ujar Stella Kurnia dari Carvieno.

Stella menambahkan bahwa utk model-model busananya sendiri, khususnya yg dari Paris, Carvieno membelinya langsung. Dengan demikian model yg ditawarkan selalu up to date sesuai dgn tren yg sedang berlaku di Negara tsb.

“Memang, ukuran badan orang Perancis dgn orang Indonesia berbeda, oleh karena itu kita memberikan reparasi Cuma-Cuma utk barang yg tdk didiskon,” tutur Stella.

Butik yg menawarkan merek-merek antara lain Orna Farho, Cop Copine, Sagale, Faust, dan deby Debo ini menjadi salah satu tempat yg disasar terutama oleh konsumen dari Bandung dan Jakarta. Koleksi busananya pun lengkap, mulai dari gaun pesta, busana formal, hingga kasual dengan desain cantik dan elegan.

Selain itu, segala perlengkapan dan aksesorinya juga tersedia utk disandingkan dgn busana Kalau pun bingung memilih di antara banyak pilihan, ada seorang pramuniaga yg siap melayani anda secara personal utk membantu. [-]

BILA BERTANYA ARAH DI JOGJA

Dulu Indonesia pernah dijuluki sebagai bangsa yg murah senyum. Namun, ketika beragam peristiwa kekerasan yg terjadi di negri ini melunturkan predikat tsb, pujian yg diberikan Negara lain itu setidaknya masih dapat ditemukan di Jogja.
Coba saja anda menanyakan kepada siapapun di kota, mereka akan menerangkan arah dengan penuh kesabaran tanpa pamrih. Bahkan ada yg tidak segan-segan menawarkan diri untuk mengantarkan ke tempat yg ingin dituju. Suatu hal yg terasa makin langka, terutama di kota-kota metropolitan.
Namun bagi yg tak terbiasa dengan konsep mata angin, mungkin menanyakan arah kepada orang Jogja (dan juga orang Jawa pd umumnya) akan menjadi sedikit masalah. „Lurus saja ke utara kemudian belok ke barat kata si penunjuk arah, yg biasanya akan direspon oleh si penanya yg bukan orang Jawa, atau orang Jawa yg tidak terbiasa dengan arah mata angin dengan :“utara itu kanan atau kiri?“ Ternyata tidak perlu jauh-jauh ke negri lain, di negri sendiri pun dapat mengalami benturan budaya (culture shock)
Layaknya masyarakat berlatar budaya agraris, orang Jawa terbiasa akan konsep arah mata angin utara (lor), Selatan (kidul), timur (wetan) dan barat (kulon) yg berpatokan pada letak matahari sebagai panduan untuk melakukan aktivitas bercocok tanam.
Masyarakat Jawa juga percaya bahwa setiap arah mata angina memiliki dewa penunggu, yaitu arah timur ditunggui oleh Maha Dewa, Barat oleh Batara Yamadipati, Utara oleh Batara Wisnu, dan Selatan oleh Batara Brahma.
Dalam mitologi Jawa, Batara Yamadipati adalah dewa kematian, sehingga dampak dari kepercayaan ini adalah jarang ada rumah orang Jawa yg menghadap barat karena berarti mengharap kematian. Hal ini mengingatkan pada etnis cina yg juga percaya bahwa arah rumah memiliki pengaruh peruntungan dan kesialan bagi penghuninya.
Lain kali ke Jogja, bila anda menanyakan arah namun tidak mengerti tentang konsep mata angin, tidak perlu emosi kepada si penunjuk jalan. Cukup tanya ulang apakah yg dimaksud kiri atau kanan. [o]

Selasa, 29 Desember 2009

MENYUSURI JALAN MALIOBORO

Beragam kerajinan, batik, oleh-oleh makanan khas bisa didapat dengan harga murah, asalkan pandai menawar. Trik kuno untuk pura-pura beralih ke pedagang lain bila tdk ada kesepakatan harga, tdk ada salahnya untuk diterapkan. Bahkan walau tdk ingin membeli apapun, melenggang di jalan teramai di Jogja ini wajib hukumnya.


Makan Ayam Goreng

Jenis ayam goring Jogja yg terkenal adalah ayam goring Mbok Berek dgn kremesnya yg gurih dan ayam goring Kalasan yg rasanya manis, khas lidah orang Jawa yg memang senang makanan manis.


Teh Poci di Kaliurang

Entah pagi, siang, sore atau malam, sambil menikmati udara dingin berkabut di Kaliurang, mencicipi seduhan teh dgn bongkahan gula batu yg dituangkan panas-panas dari poci mungil yg terbuat dari tanah liat berpori ini adalah kenikmatan yg tiada duanya.


Nonton Sendratari Ramayana di Teater Terbuka Candi Prambanan.

Pertunjukan yg dipotong utk kepentingan pariwisata sehingga hanya berdurasi 2 jam ini jangan sampai terlewatkan. Anda tidak perlu mengerti bahasa Jawa, cukup meleburkan diri dalam kemistisan Candi Prambanan yg berdiri megah di belakang panggung, dgn tata lampu canggih yg berpadu dgn tiupan angin sepoi-sepoi. Otomatis, anda akan terlena dgn suasana yg tdk terlukiskan dgn kata-kata. Terlebih di saat malam bulan purnama.


Belanja Batik.

Entah itu kain batik sutra yg mewah untuk acara-acara istimewa, batik tulis tradisional, sprei katun batik yg nyaman untuk ditiduri, atau sekedar daster dan celana panjang batik utk baju rumah, Jogja adalah tempatnya. Harganya bisa miring berlipat-lipat kali lebih murah dibandingkan kalau membeli di kota-kota besar lain di Indonesia.


Berwedang Ronde di Alun-alun

Wedang Ronde adalah minuman hangat manis yg terbuat dari ekstrak jahe (sari jahe) berisi potongan roti tawar dan butiran merah muda terbuat dari ketan berisi kacang tanah tumbuk. Bagi yg senang begadang, jangan lewat malam dgn ngeronde di sekitar alun-alun yg luas. Sambil duduk-duduk di tikar, sesekali musisi jalanan akan datang menghampiri dan menyanyikan lagu apapun yg diminta sehingga pengunjung dapat ikut bernyanyi.


Lesehan
"Ngeleseh" dlm bhs Jawa berarti duduk di lantai. Dan memang makan dgn duduk di lantai adalah tradisi masyarakat Jawa. Di Jogja tersebar beragam jajanan yg dijual sambil lesehan. Di daerah Godean, misalnya, terdapat tempat makan di saung-saung di atas empang yg menghadap hamparan sawah hijau bernama warung Mang Engkhing. Walaupun hidangan yg ditawarkan terbatas ikan air tawar dan udang, namun makan di antara kehijauan padi adalah pengalaman langka yg tidak dpt dinikmati setiap hari.


Naik Becak Atau Andong

Tak ada salahnya menikmati kembali kendaraan yg sudah tdk lazim ditemui di kota-kota besar sambil berkeliling kota. Di Jogja, Becak dan Andong dpt dijumpai dimana-mana. Selain mengurangi tingkat polusi, naik becak atau andong juga bagian dari upaya pelestarian budaya. Jangan sampai anak cucu kita nanti tdk pernah tahu apa yg namanya becak dan andong karena anda tdk pernah mengenalkannya kpd mereka. Lagi pula tiupan angina sepoi-sepoi ketika becak atau andong melaju lebih nikmat dibanding tiupan angin dari AC di mobil.


Mencicipi Gudeg

Menyandang predikat kota Gudeg, maka siapapun yg berkunjung ke Jogja disarankan mencicipi hidangan yg satu ini di tempat asalnya. Terbuat dari nangka muda, santan, asam Jawa, daun salam, dan gula merah sehingga warnanya berubah coklat dan rasanya manis akibat proses perebusan selama beberapa jam, gudeg biasanya disajikan di dalam kendel beralaskan daun pisang. Dulunya Gudeg dimasak dgn tungku dgn pengaduk kayu (bukan aluminium) agar cita rasanya terjaga.

Gudeg paling enak dimakan dalam pincuk karena daun pisang membawa aroma khas yg harum, sehingga Gudeg lebih membangkitkan selera. Gudeg yg terkenal di Jogja adalah Gudeg Yu Djum, Ibu Ahmad, Yu Djuminten, dan Yu Narni yg juga melayani gudeg utk dibawa ke luar kota sehingga dapat dikemas khusus agar tahan lama & tidak rusak di jalan.


Memborong Salak Pondoh

Pondoh dalam bahasa Jawa adalah pucuk batang muda pohon kelapa yg rasanya manis. Oleh karena itu jenis salak yg baru dikembangkan sekitar tahun 1980-ini diberi nama Pondoh karena rasanya yg manis menyerupai pondoh kelapa. Jenis-jenis salak pondoh yaitu salak super, salak hitam, salak klinting, salak manggala, salak madu, salak gading dan salak ayu. Kabupaten Sleman adalah sentra perkebunan salak pondoh. Di sana juga terdapat area Agrowisata dimana pengunjung dpt memetik sendiri dan memakan berbagai jenis salak pondoh.

Dulu salak pondoh tergolong mahal, namun kini harganya telah sangat terjangkau. Di agrowisata salak pondoh ini dpt ditemukan beragam jenis penganan berbahan salak, seperti jenang, sirup, manisan dan kripik yg patut dicoba. [oxo].

Selasa, 22 Desember 2009

PERCAYA DIRI

Percaya diri. Itulah kata kunci yg dipegang pemain film & penyanyi, juga bintang Disney, Miley Cyrus (17). Percaya dirinya bahkan dianggap terlalu tinggi. Namun karena percaya diri itu pula yg membuat Cyrus tak pernah grogi atau minder ketika hadir di tengah artis top dunia lainnya.
Bintang serial televise Hanna Montana ini mengaku, ketika berada di jajaran orang-orang top, dia harus membangun rasa percaya diri bahwa dirinyalah yg paling keren.. Hanya dengan cara itu, Cyrus tidak pernah canggung memasuki gemerlap dunia hiburan. “Saya tak pernah merasa minder berhadapan dgn artis-artis lainnya, walaupun saya tahu dia artis top dunia. Saya merasa lebih cantik dan lebih keren dibandingkan yg lain,” katanya.
Cyrus memang bukan seperti remaja normal lainnya, prestasinya meroket sejak usia muda. Namanya semakin ternary ketika ikut membintangi film High School Musical bersama actor pujaan para perempuan, Zac Efron.
Media massa sempat memberi predikat kepada cyrus sebagai remaja yg tak pernah tumbuh normal. “Memang tak banyak sisi normal dari saya sebagai remaja, tetapi hal normal yg dirasakan remaja perempuan lainnya, dan juga saya rasakan, adalah anggapan bahwa Zac Efron itu memang keren dan seksi,” kelakarnya

Senin, 21 Desember 2009

Patung Obama Mengundang Kontroversi


Berdirinya patung Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama semasa kecil di Taman Menteng Jakarta Pusat, yg diresmikan oleh Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, kini terus menempuh kontroversi. Pasalnya, Obama bukanlah Pahlawan RI sehingga tidak layak patungnya ditempatkan di ruang public. Sejatinya yg berhak patungnya berdiri di Taman Menteng adalah pahlawan Indonesia yg sudah berjasa besar bagi kepentingan bangsa dan Negara.

Namun fenomena aktual yg yg terjadi di ibukota Jakarta, setelah bangsa kita menikmati kemerdekaan 64 tahun lebih, sepertinya di kalangan elit cenderung untuk menghargai bangsa lain dari pada bangsa sendiri.

Indikasinya, belakangan ini kita sebagai bangsa dikejutkan oleh pembangunan sebuah monument Barrack Obama di Taman Menteng Jakarta Pusat. Pembuatan patung Obama itu menghabiskan dana sekitar Rp. 100 juta dan waktu pembuatannya sekitar tiga bulan. Patung Obama dibuat berdasarkan foto Obama semasa kecil, dan dipahat oleh Edy Chaniago.

Bahan patung tersebut terbuat dari perunggu dan di patung itu, Obama mengenakan kaos bercelana pendek dgn sepatu kets. Posisi tangan kiri Obama diangkat ke atas dengan seekor kupu-kupu di jempolnya. Tnggi patung Obama saat berumur 6 tahun itu mencapai 110 cm dan berat 30 kg.

Patung itu diberi nama „Barry Dream Statue“. Barry merupakan nama kecil atau panggilan dari Barck Obama. Pembangunan patung itu sendiri digagas oleh lembaga Friends Of Obama“. Pada bagian bawah patung bertuliskan „Si kecil bermain bersama ibunya“ di daerah Menteng ini. Kini dewasa dan menjadi Presiden AS yg ke 44 dan penerima Nobel.

Meskipun Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni memberikan argumen bahwa berdirinya patung Obama tsb untuk memberi motivasi bagi kaum muda, dan menjadi inspirasi bagi pemuda, karena presiden Obama pernah tinggal di Menteng. Namun menurut Solikhin, Wakil Kepala sekolah SDN 01 Menteng, seharusnya patung pahlawan nasional yg ditaruh di ruang publiki seperti Taman Menteng, bukan patung Obama. Secara psikologis, tidak ada hubungan antara Taman Menteng dan Obama.

Kini kontroversi berdirinya patung Obama di Taman Menteng, Jakarta Pusat, terus bergulir. Heru Nugroho dari Yayasan Gapura Wika Nusantara menyampaikan sebuah protes melalui situs jejaring sosial Facebook dengan sebuah Group “Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng“ yg hingga Selasa (15/12) siang sudah mencapai 12.000 akun.

Publik di situs jejaring sosial banyak yg mempertanyakan apa visi dari pembangunan Monumen Barrack Obama? Adakah manfaatnya bagi masyarakat? Pasalnya, Barrack Obama belum memiliki kontribusi yg penting untuk bangsa Indonesia. Kita hanya bisa menyarankan, seyogyanya patung Presiden Barack Obama tidak didirikan di Taman Menteng, namun di SDN 01 Menteng. Karena semasa kecil Obama memang belajar di sekolah tersebut. Sebagai penggantinya, tanyakan kepada ahli sejarah pahlawan Indonesia yg tepat untuk dibuatkan monumennya di Taman Menteng.

Sabtu, 19 Desember 2009

YANG MUDA YANG BERMIMPI

Katanya, masa muda adalah masa dimana begitu banyak “gunung impian” yg ingin didaki, “hutan Pengalaman” yg menanti ditelusuri, dan “sumur ilmu” yg siap digali. Persoalannya, dari tujuh puluh juta orang muda di Indonesia banyak yg tergoda menyia-nyiakan waktu mereka.

Alih-alih meraih mimpi, mereka mengisi masa mudanya dgn pergaulan atau kebiasaan yg buruk. Dibutuhkan upaya dan kesempatan utk mendorong timbulnya minat utk meraih mimpi yg baik dan positif.


MENGGAPAI MIMPI.

Dalam perjalanan meraih mimpi, beragam masalah kerap menghadang. Terkadang beratnya masalh yg dihadapi membuat jalan seakan buntu sehingga timbul keinginan utk berhenti dan mengakhiri usaha meraih mimpi. Padahal separuh perjalanan sudah ditempuh.

Dalam kondisi demikian, ada baiknya belajar kepada Hee Ah Lee. Pianis dgn keterbatasan fisik ini mampu menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan tuts piano, yg membuatnya tidak hanya tenar di Negara tanah kelahirannya Korea, tetapi hampir seluruh dunia mengenal dia. Oleh karena itu, sekaranglah saatnya utk membuka mata lebar-lebar, melihat suatu permasalahan dari kaca mata yg berbeda. Siapa tahu ada kesempatan dan peluang di jalan lain.

Terkait hal itu, Star Mild, seolah mampu melihat impian yg menjadi obsesi di antara anak muda dan menawarkan sesuatu yg berbeda. Dengan slogan “Ada Obsesi, Ada Jalan” Star Mild mengadakan suatu acara yg bisa mewadahi obsesi anak muda, Obsesiland. Pertama kalinya obsesiland digelar di Sabuga, Bandung, pd tgl 29 November 2009. Obsesiland ini bisa menjadi ajang bagi setiap orang yg ingin selangkah lagi mendekat pd mimpi.

Acara ini menghadirkan beberapa obsesi expert seperti Darwis Triadi (Photographer), Demian The Illusionist (Magician), Melanie Richardo (Radio Announcer), dan DJ Riri (DJ). Mereka datang memberi Coaching Clinic.

Dengan bertemu langsung dgn mereka, maka anak muda bisa menimba langsung dari ahlinya. Bagi anak muda yg hobi fotograpi dan sulap, atau bercita-cita menjadi seorang DJ (disc jockey) dan penyiar radio, kesempatan ini tentunya tdk akan dilewatkan.

Aktifitas dalam obsesiland pun beragam : air softgun, trampoline, games dan competition, dan lain-lain. Acara musik yg menampilkan Andra & The Backbone, Tompi, Ebiet Beat A, Rock and Roll Mafia, Shenja, dan Rocket Rockers sungguh menarik.

Simak komentar Ichad (22), salah satu obsesor dalam obsesiland. “Acaranya keren dan sangat bermanfaat. Kapan lagi bisa nanya-nanya dan belajar langsung dari seorang DJ Riri. Ichad datang ke Obsesiland utk mengeksplor obsesinya menjadi seorang DJ. Acara ini seolah mampu menjawab kegelisahan anak muda yg beropsesi utk meraih mimpi sekaligus having fun, ilmu didapat, ada hiburan tambah semangat, impianpun semakin dekat.


MIMPI JADI KENYATAAN, SELANJUTNYA?

Namun generasi muda dituntut juga tentang nilai pertanggung jawaban dari sebuah impian. Jika kita menjadi sosok yg kita impikan, apa yg akan kita sumbangkan?

Tidak perlu menjadi Mahatma Gandhi atau Alfred Nobel (penemu dinamit & penghargaan Nobel) utk memberikan kontribusi kepada masyarakat atau negara. Cukup dgn memberikan apa yg terbaik dari kita tanpa mengharap imbalan., akan tampak hasil di luar dugaan. Singkatnya utk meraih mimpi, kita harus berani utk menetapkan tujuan, memilih prioritas, dan menggunakan langkah terbaik. Terakhir namun paling penting, segala sesuatu yg diimpikan selayaknya memberikan manfaat bagi orang banyak.