Senin, 21 Desember 2009

Patung Obama Mengundang Kontroversi


Berdirinya patung Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama semasa kecil di Taman Menteng Jakarta Pusat, yg diresmikan oleh Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, kini terus menempuh kontroversi. Pasalnya, Obama bukanlah Pahlawan RI sehingga tidak layak patungnya ditempatkan di ruang public. Sejatinya yg berhak patungnya berdiri di Taman Menteng adalah pahlawan Indonesia yg sudah berjasa besar bagi kepentingan bangsa dan Negara.

Namun fenomena aktual yg yg terjadi di ibukota Jakarta, setelah bangsa kita menikmati kemerdekaan 64 tahun lebih, sepertinya di kalangan elit cenderung untuk menghargai bangsa lain dari pada bangsa sendiri.

Indikasinya, belakangan ini kita sebagai bangsa dikejutkan oleh pembangunan sebuah monument Barrack Obama di Taman Menteng Jakarta Pusat. Pembuatan patung Obama itu menghabiskan dana sekitar Rp. 100 juta dan waktu pembuatannya sekitar tiga bulan. Patung Obama dibuat berdasarkan foto Obama semasa kecil, dan dipahat oleh Edy Chaniago.

Bahan patung tersebut terbuat dari perunggu dan di patung itu, Obama mengenakan kaos bercelana pendek dgn sepatu kets. Posisi tangan kiri Obama diangkat ke atas dengan seekor kupu-kupu di jempolnya. Tnggi patung Obama saat berumur 6 tahun itu mencapai 110 cm dan berat 30 kg.

Patung itu diberi nama „Barry Dream Statue“. Barry merupakan nama kecil atau panggilan dari Barck Obama. Pembangunan patung itu sendiri digagas oleh lembaga Friends Of Obama“. Pada bagian bawah patung bertuliskan „Si kecil bermain bersama ibunya“ di daerah Menteng ini. Kini dewasa dan menjadi Presiden AS yg ke 44 dan penerima Nobel.

Meskipun Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni memberikan argumen bahwa berdirinya patung Obama tsb untuk memberi motivasi bagi kaum muda, dan menjadi inspirasi bagi pemuda, karena presiden Obama pernah tinggal di Menteng. Namun menurut Solikhin, Wakil Kepala sekolah SDN 01 Menteng, seharusnya patung pahlawan nasional yg ditaruh di ruang publiki seperti Taman Menteng, bukan patung Obama. Secara psikologis, tidak ada hubungan antara Taman Menteng dan Obama.

Kini kontroversi berdirinya patung Obama di Taman Menteng, Jakarta Pusat, terus bergulir. Heru Nugroho dari Yayasan Gapura Wika Nusantara menyampaikan sebuah protes melalui situs jejaring sosial Facebook dengan sebuah Group “Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng“ yg hingga Selasa (15/12) siang sudah mencapai 12.000 akun.

Publik di situs jejaring sosial banyak yg mempertanyakan apa visi dari pembangunan Monumen Barrack Obama? Adakah manfaatnya bagi masyarakat? Pasalnya, Barrack Obama belum memiliki kontribusi yg penting untuk bangsa Indonesia. Kita hanya bisa menyarankan, seyogyanya patung Presiden Barack Obama tidak didirikan di Taman Menteng, namun di SDN 01 Menteng. Karena semasa kecil Obama memang belajar di sekolah tersebut. Sebagai penggantinya, tanyakan kepada ahli sejarah pahlawan Indonesia yg tepat untuk dibuatkan monumennya di Taman Menteng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar