PEDULI budaya sendiri, kini makin gencar diserukan, seiring munculnya berbagai persoalan terkait seni dan budaya. Namun, sekedar peduli tidaklah cukup, tetapi juga adanya tindakan nyata dalam hidup sehari-hari. Selain lewat beragam karya seni, kulinari Nusantara juga bias menjadi wadah mendalami budaya sendiri.
Beruntung, sekarang tak perlu berkeliling Indonesia demi mengenali tiap varian kulinernya. Banyak tempat yg menyajikan hidangan Nusantara istimewa. Salah satunya kafe teluk Jakarta, yg selama bulan Ramadhan memiliki paket buffet istimewa untuk berbuka, mulai dari tajil hingga hidangan utama, hanya dgn Rp. 100.000
Racikan khas dari berbagai daerahpun bisa ditemui, mulai dari Betawi, Jawa, Sunda, Padang, Bali, Manado, ataupun Kalimantan. Jika melangkah kaki ke sudut traditional stall, di sisi menu buffet, biasanya terdapat ikon-ikon makanan dari sebuah daerah yg diangkat menjadi tema. Setiap makanan pun diracik dengan otentisitas resep sehingga cita rasa asli tetap terasa.
Yang jelas, jgn lewatkan Soto Mie khas Betawi dgn kuahnya yg begitu gurih dan segar, cocok untuk membasahkan kembali tenggorokan yg kering. Menu andalannya yg akan memanjakan perut adalah nasi khas Tegal, atau tak lain adalah Nasi Bogana.
Disajikan dalam piring besar, Nasi Liwet gurih berteman lauk pauk yg sangat lengkap : beberapa potong daging serundeng, suwiran ayam opor, telor pindang, tumis tempe cabe hijau, tumis kacang panjang,, dan daging bumbu ragi. Bagi yg ingin segera ingin melahap dalam porsi besar, inilah menu yg tepat.
Masih banyak lagi menu lain yg menggoda utk dicicipi. Sembari lidah berkelana, diripun seolah diajak mengenal lebih dalam kekayaan kuliner Indonesia.[-O-]
Uci, bocah berusia 11 tahun, pekan lalu nekat memanjat menara listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi 150.000 volt di Cilitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dalam keadaan marah , dia memanjat menara itu hingga ke puncak tanpa takut jatuh, sementara orang-orang yg berada di bawah sudah hampir pingsan melihatnya. Ibunya, Ehan (41), tak kuat berdiri melihat Uci beberapa kali disambar burung di puncak menara.
Uci nekat memanjat menara listrik karena tidak sabar menanti sepeda yg akan dipinjamnya pulang. Uci yg sangat gemar bermain sepeda harus meminjam sepeda milik Endang, tetangganya, kerana ayahnya tidak mampu membeli sepeda. Adapun Endang memerlukan sepeda ituuntuk berjualan gas.
Untunglah, setelah dibujuk selama tiga jam dgn iming-iming sepeda, akhirnya Uci bersedia turun.
Kenekatan seorang bocah dalam melakukan hal-hal yg berbahaya, bahkan ada juga bocah yg bunuh diri, makin lama kerap terjadi. Pemicunya kadang kala masalah yg sangat sederhana. Apa yg mereka lakukan seperti orang dewasa lakukan. Ada yg gantung diri, ada yg terjun dari ketinggian, ada juga minum rcun serangga.
Menurut psikolog dari Universitas Indonesia,Kristi Purwandari, penyebab bunuh diri tidak sesederhana seperti putus cinta, tertekan di sekolah, atau bertengkar dgn orang tuanya. (Kompas,5/4/2009).
Kristi mengatakan, praktisi kesehatan mental biasanya akan memilah faktor predisposisi (faktor pemberi pengaruh yg bersifat lebih mendasar) dari faktor pencetus situasional. Putus cinta faktor pencetus, tetapi kemungkinan besar ada faktor lebih mendasar, misalnya kerentanan pribadi menghadapi tekanan. Tentu situasi sangat sulit dapat mempermudah orang kurang tangguh menghayati keputusan dan ketidak berdayaan.
Sementara itu, pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Adriana S Ginanjar, mengatakan, apa yg dilakukan anak-anak dalam menghabiskan hidupnya adalah mencontoh apa yg orang dewasa lakukan. ”Mereka mendapatkan informasi itu dari televisi, dari koran, atau dari pembicaraan dgn teman-temannya,” kata psikolog yg biasa dipanggil Ina itu.
Depresi
Dari Survei Kesehatan Rumah Tangga 1995 yg dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan, diketahui, prevalensi anak (5-14 tahun) yg mengalami gangguan mental adalah 104 dari 1.000 anak, sementara orang dewasa yg mengalami gangguan mental 140 dari 1.000 orang dewasa.
Belum ada data mutakhir utk gangguan mental. Namun, Arist Merdeka Sirait, Sekjen komnas Perlindungan Anak, memperkirakan, anak yg mengalami stress dan depresi saat ini lebih banyak. "Situasi sosial ekonomi sekarang makin sulit dibandingkan empat belas tahun lalu. Orang tua pasti stress. Jika orang tua stres, anakpun akan tertekan," kata Arist.
Data di Litbang Kompas menunjukan , sepanjang tahun 2005-2008 ada 26 anak berus!a 5-17 tahun yg bunuh diri. Tingginya angka anak yg bunuh diri menunjukan anak tidak sekadar stress, tetap sdh mengalami depresi. Dengan informasi dan wawasan yg belum luas, seorang anak yg depressi bisa mengambil tidakan yg berbahaya.
Ina mengatakan, orang tua dgn kondisi sosial ekonomi menengah ke bawah sering kali kesulitan memberikan perhatian kepada anak, karena mereka sudah kelelahan mancari nafkah.
Uci Datang dari keluarga dgn ekonomi lemah. Kedua orang tuanya sibuk berjualan tahu goreng keliling. Ketika Uci meminta sesuatu, bisa jadi karena tidak sanggup memenuhi dan sudah kelelahan, Uci justru dimarahi. Dia lalu naik ke menara. Kenekatan Uci memanjat menara, pekan lalu, adalah yg keempat kaliya. Setelah dia memanjat, barulah orangtuanya memenuhinya.
“Ketika anak meminta sesuatu dan orang tua tidak memenuhi, anak jadi marah. Setelah dia berbuat sesuatu yg dramatis,barulah orang tua memerhatikan,” kata Ina. Kenekatan ini tentu saja berbahaya karena seorang anak tidak mempunyai informasi yg cukup mengenai tindakan yg diambil. Seperti kenekatan Uci memanjat menara litrik, selain bisa membahayakan jiwanya, kenekatan itu juga mengancam pasokan listrik. Jika tubuhUci terseret medan listrik, sudah pasti terjadi hubungan pendek arus listrik dan matilah listrik se Jawa –Bali.
Komunikasi
Arist mengatakan, tekanan sosial ekonomi yg makin berat hanya bisa dikurangi dgn komunikasi yg baik antara orang tua dan anak. ”Jika orang tua memang tidak bisa memenuhi keinginan anak, berikan penjelasan mengapa permintaannya tidak bisa dipenuhi.
Komunikasi yg baik dan berkualitas ini akan bisa menjelaskan mengapa dia tidak bisa membeli barang-barang kebutuhan yg diiklankan di televisi, misalnya. ”Tidak mungkin kita menutup stasiun televisi atau mencegh lingkungan sosial mengganggu ketentraman anak. Kita juga sulit mengubah kurikulum sekolah yg tidak ramah pada anak,” ujar Arist.
Jika anak hanya dilarang atau ditolak permintaannya, anak akan menjadi bingung, kemana lagi dia akan meminta. Sementara orangtua adalah satu-satunya idola yg dimilikinya.[-O-]
Di tengah-tengah kesibukannya melayani permintaan para pelanggannya dari Batam dan Kudus, Yuni masih sempat bercerita mengenai perjuangan usaha sangkar burung miliknya.
Berawal dari kebosanan dengan rutinitasnya menjadi karyawati di sebuah perusahaan ekspor-impor, Yuni bersama suaminya merintis usaha mereka sendiri dengan cara berwirausaha. Bermodalkan ketrampilan yg dimiliki sang suami dalam membuat sangkar burung, bisa dibilang ini menjadi langkah awal utk memulai usahanya dan berbekalkan modal usaha seadanya.
Perempuan bernama lengkap Yuni Sumaning (39) sangat bersyukur dgn kemajuan usaha yg didirikannya 13 tahun lalu, tepatnya 1996, bersama suaminya, Tardiyanto (39). Ia mengaku, hasil usahanya telah membuatnya bisa beli kenderaaan, menyekolahkan anak, menggaji karyawan, dan lain-lain.
Secara pribadi, Yuni merasa menjadi pengusaha memiliki waktu kerja lebih bebas dan ritme kerjanya lebih santai dari padapekerja seperti profesionalnya sebelumnya. Yang terpenting ia akan punya lebih banyak waktu di rumah untuk mengusrus anak-anak.
Kini usahanya telah berkembang pesat.”Pencinta burung di luar Solo mengatakan berlum ke Solo bila belum mampir ke sini,” katanya.
Dapat Bantuan
Keberhasilannya dalam industri sangkar burung tidak terlepas dari bantuan yg di dapat dari Bank Mandiri. Ia tidak hanya mendapatkan bantuan pinjaman dalam bentuk dana segar, tetapi juga mendapatkan berbagia kemudahan, misalnya dalam hal promosi dan pelatihan ketrampilan ketrampilan pendukung lain yg dibutuhkan oleh seorang pengusaha.
Modal awal usahanya hanya sekitar Rp. 3 juta dengan kapasitas produksi masih terbatas, yaitu 3 sangkar. Namun, setelah mendapatkan pinjaman Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Bank Mandiri, kapasitas produksinya terus mengalami peningkatan sehingga ratusan sangkar perminggu.
Promosi Shella Sangkar di luar Solo juga semakin gencar. Shella sangkar diikutsertakan dalam berbagai pameran, baik di Solo, Yogyakarta, ataupun Jakarta.
Yang tidak kalah penting, berbagai pameran yg diikuti Shella Sangkar selalu sukses. Bahkan, saat di Yogyakarta dan di Pekan Raya Jakarta (PRJ), sangkar burung yg dibawa diborong habis oleh pengunjung pameran.
Berkat keikutsertaan mereka dalam berbagai pameran, Shella Sangkar kini sudah terkenal hingga Bali, Aceh, Batam, dan Kalimantan. "Dulu, jualan kami masih lokal saja, tetapi sekarang hingga pelosok Indonesia," Tardiyanto menambahi.
Selain itu, Bank Mandiri juga membenahi manajemen pembukuan para mitra binaan mereka. Yuni mengaku, manajemen keuangannya menjadi lebih rapi setelah mendapat pelatihan dari Bank Mandiri. Semua dicatat dalam nota. Setiap hari juga ada pembukuan khusus yg mencatat pengeluaran dan pemasukan uang.
Apa yg diperoleh Yuni Sumaning dan Tardiyanto, pemilik usaha sangkar burung Shella Sangkar, merupakan salah satu contoh bentuk komitmen PKBL. Bank Mandiri dalam memajukan usaha kecil.
Keunggulan Produk
Kesuksesan Shella Sangkar tentu tidak lepas dari kualitas produk yg dihasilkan. Dua jenis sangkar yg diproduksi, yaitu sangkar ukiran dan sangkar harian (tanpa ukiran), dikerjakan dgn penuh ketelitian dan kehati-hatian para pekerjanya.
Shella Sangkar juga tidak mematok harga yg terlalu tinggi terhadap produk-produk yg mereka hasilkan. Harga sangkar yg dijual di Shella Sangkar relatif lebih murah dgn kualitas terjamin, yaitu perbuah sangkar harian dihargai mulai 140 ribu - 160 ribu rupiah, sedangkan sangkar ukiran dihargai mulai 700 ribu - 2,2 juta rupiah.
Keunggulan yg dimiliki sangkar burung produksi Shella Sangkar ini adalah hasil garapannya yg rapi, finishingnya yg halus, serta penggunaan jenis kayu yg berkualitas, seperti kayu jati dan belina. Produksi sangkar burung tidak dikerjakan sendirian, tetapi dibantu oleh para pekerja yg sebagian besar dikoordinasi oleh anggota keluarga besar mereka.
Setiap keluarga memiliki fokus kerja masing-masing, dari proses perangkaian, pengukiran, pengecatan, finishing, hingga membuat kerodong (tutup sangkar yg terbuat dari kain). Harapannya, kualitas produk yg dihasilkan dapat tetap terjaga.
Menurut Tardiyanto, selama kualitas produk baik dan harganya lebih murah, pelanggan akan datang. Oleh karena itu, Shella Sangkar tetap menjaga kualitas produk serta memperbaharui model dan motif ukir di tengah membanjirnya permintaan agar pecinta burung tidak lekas bosan.. Motif ukir yg sekarang sedang diminati adalahdelapan dewa, 200 dewa, dan kera sakti, baik dengan pewarnaan tiga dimensi ataupun yg biasa.
Selain sangkar harian dan sangkar ukir, pelanggan biasanya juga membeli sangkar dalam bentuk mentahan (sangkar yg belum dirangkai) yg harganya tentunya tergantung jenis sangkar, ukuran sangkar, kerumitan motif ukiran, dan aksesoris yg perlu ditambahkan, seperti tenggeran (pijakan burung), wadah makan, tempat mandi, gantungan sangkar, hingga kain kerodong. Shella Sangkar juga melayani modifikasi sangkar harian menjadi sangkar ukir.
Kearifan Usaha
Menurut Yuni, saat-saat krisis seperti sekarang,bisnis sangkar burung tidak akan surut. Hal itu berdasarkan pengalaman mereka saat menghadapi krisis 1998. Pembelian meningkat karena mereka membeli burung dan sangkar sebagai hiburan.
Tardiyanto tidak mengelak bahwa selama menggeluti usaha ini, ia pernah mengalami li. Saat musim kemarau, bisa menjual 50 sangkar per minggu, tetapi saat musim penghujan , jumlah pembeli turun hingga kira-kira 10 sangkar per minggu. ”Sepi dianggap biasa, nanti akan ramai lagi,” pesan Tardiyanto.
Wirausaha yg baru merintis usaha diharapkan tidak mudah putus asa ketika menemui hambatan dalam menjalankan usaha, termasuk keterbatasan modal usaha dan sedikitnya pembeli. Yuni mengungkapkan, ”Awal-awalnya usaha susah, tetapi lama-lama bisa menikmati hasilnya. Jadi jangan menyerah.”[-O-]
Nerazzuri kini hanya terpaut hanya unggul empat poin di atas AS Roma.
Si nyonya besar, Juventus berhasil menaklukkan juara bertahan Inter Milan, 2-1, dalam laga dilanjutan kompetisi seri A Liga Italia, minggu (23/3) dini hari WIB. Kemenangan itu membuat persaingan menuju gelar Scudeato kian sengit.
Inter Milan kini hanya unggul empat angka di atas AS Roma yg menang 2-1 atas Empoli dalam laga Sabtu (22/3) malam. Sama-sama menyisakan delapan pertandingan, baik Inter maupun Roma punya kans sama besar menjadi juara musim ini. Sedangkan Juventus membayangi di peringkat tiga.
Gelandang juventus, mauro Camoranesi, membuka keunggulan Juventus di menit keempat babak kedua setelah melewati jebakan off-side yg diperagakan para pemain belakang Inter Milan. Dan kemudian di menit 61 giliran striker David Trezeguat yg menjebol gawang Nerazzuri. Tapi di menit 83 Inter mampu memperkecil kekalahan melalui gol yg dibuat gelandang asal portugal, Maniche.
kekalahan dari Juventus merupakan kekalahan menyakitkan bagi Inter Milan. Sebab, terjadi dua pekan setelah tim asuhan Roberto mancini tersingkir di ajang Liga Champions Eropa akibat disikat Liverpool. sedangkan bagi Juve, kemenangan ini membuka peluang mereka meraih gelar Scudetto, meski sangat tipis, sekaligus meramaikan persaingan memperebutkan trofi kampiun Serie A musim ini.[-O-]
Meningitis merupakan ancaman fatal bagi bayi karena angka kematian tinggi dan dapat menyebabkan kecacatan berupa kelumpuhan, tuli, kurang kemampuan belajar, keterbelakangan mental, dan epilepsi. Pencegahan terhadap Meningitis dapat menurunkan angka kematian pada bayi dgn signifikan.
Demikian terungkap dalam jumpa pers terkait peringatan Hari Meningitis Sedunia, Kamis (22/4). Hari Meningitis Sedunia diperingati setiap tgl 22 April. Meningitis ialah penyakit yg menyerang selaput otak. Meningitis dapat disebabkan berbagai macam virus dan bakteri.
Meningitis yg disebabkan virus umumnya tidak berbahaya dan dapat pulih. Namun, Meningitis yg disebabkakn bakteri dapat menyebabkan kematian hingga 50 persen pada anak yg terkena. Bakteri yg dpt menyebabkan Meningitis, antara lain penumococcus, haemphilus, dan listeria.
Fatal
Staf Divisi Saraf Anak Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus pendiri Klinik Anakku, Hardiono Pusponegoro, mengatakan, bakteri S Pneumoniae (pneumococcus) merupakan bakteri yg sering ditemukan sebagai penyebab meningitis pada bayi dan anak.
Bayi mudah terpapar bakteri tersebut lantaran anak balita dan orang dewasa merupakan pembawa bakteri pneumococus dalam saluran pernafasan mereka. ”Jika bakteri mengganas dalam beberapa hari, anak dapat menderita meningitis. Di selaput otak dapat terjadi perdarahan-perdarahan dan radang. Kalau sudah terkena, sangat fatal akibatnya sehingga lebih baik mencegah,” ujarnya.
Dokter Spesial Anak Sekaligus Sekretaris Satuan Tugas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Soedjatmiko mengatkan, anak beresiko tinggi terkena penyakit akibat pneumococcus, terutama yg berumur di bawah dua tahun, lahir kurang bulan, air susu ibu (ASI) sebentar, sering terpapar asap rokok, banyak kontak dengan orang lain, sering infeksi saluran napas, sistem kekebalan tubuh rendah, dan sering mendapat anti biotik.
Secara Umum, upaya pencegahan, antara lain dgn nutrisi (ASI), perilaku hidup sehat, dan imunisasi.. namun, lanjut Sujadmiko, upaya preventif terbaik ialah dengan imunisasi karena perlindungan yg diberikan spesifik terhadap bakteri tertentu.
Pencegahan juga sangat penting mengingat pneumococcus telah resisten terhadap banyak jenis antibiotika. Namun, sebagian kecil yg sudah mendapatkan imunisasi, khususnya vaksin Invasive Pneumococcal Disease (IPD). Angka vaksin IPD di Indonesia masih sangat rendah, hanya 0,6 persen dari 4,6 juta bayi yg lahir mendapatkan perlindungan terhadap bakteri pneumococcus.[-O-].