Selasa, 01 Juni 2010

MENINGITIS Ancaman Fatal Bagi Bayi.

Meningitis merupakan ancaman fatal bagi bayi karena angka kematian tinggi dan dapat menyebabkan kecacatan berupa kelumpuhan, tuli, kurang kemampuan belajar, keterbelakangan mental, dan epilepsi. Pencegahan terhadap Meningitis dapat menurunkan angka kematian pada bayi dgn signifikan.
Demikian terungkap dalam jumpa pers terkait peringatan Hari Meningitis Sedunia, Kamis (22/4). Hari Meningitis Sedunia diperingati setiap tgl 22 April. Meningitis ialah penyakit yg menyerang selaput otak. Meningitis dapat disebabkan berbagai macam virus dan bakteri.
Meningitis yg disebabkan virus umumnya tidak berbahaya dan dapat pulih. Namun, Meningitis yg disebabkakn bakteri dapat menyebabkan kematian hingga 50 persen pada anak yg terkena. Bakteri yg dpt menyebabkan Meningitis, antara lain penumococcus, haemphilus, dan listeria.

Fatal
Staf Divisi Saraf Anak Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus pendiri Klinik Anakku, Hardiono Pusponegoro, mengatakan, bakteri S Pneumoniae (pneumococcus) merupakan bakteri yg sering ditemukan sebagai penyebab meningitis pada bayi dan anak.
Bayi mudah terpapar bakteri tersebut lantaran anak balita dan orang dewasa merupakan pembawa bakteri pneumococus dalam saluran pernafasan mereka. ”Jika bakteri mengganas dalam beberapa hari, anak dapat menderita meningitis. Di selaput otak dapat terjadi perdarahan-perdarahan dan radang. Kalau sudah terkena, sangat fatal akibatnya sehingga lebih baik mencegah,” ujarnya.
Dokter Spesial Anak Sekaligus Sekretaris Satuan Tugas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Soedjatmiko mengatkan, anak beresiko tinggi terkena penyakit akibat pneumococcus, terutama yg berumur di bawah dua tahun, lahir kurang bulan, air susu ibu (ASI) sebentar, sering terpapar asap rokok, banyak kontak dengan orang lain, sering infeksi saluran napas, sistem kekebalan tubuh rendah, dan sering mendapat anti biotik.
Secara Umum, upaya pencegahan, antara lain dgn nutrisi (ASI), perilaku hidup sehat, dan imunisasi.. namun, lanjut Sujadmiko, upaya preventif terbaik ialah dengan imunisasi karena perlindungan yg diberikan spesifik terhadap bakteri tertentu.
Pencegahan juga sangat penting mengingat pneumococcus telah resisten terhadap banyak jenis antibiotika. Namun, sebagian kecil yg sudah mendapatkan imunisasi, khususnya vaksin Invasive Pneumococcal Disease (IPD). Angka vaksin IPD di Indonesia masih sangat rendah, hanya 0,6 persen dari 4,6 juta bayi yg lahir mendapatkan perlindungan terhadap bakteri pneumococcus.[-O-].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar