Selasa, 15 Juni 2010

Keberhasilan SANGKAR BURUNG UKIR dari Kota Solo

Di tengah-tengah kesibukannya melayani permintaan para pelanggannya dari Batam dan Kudus, Yuni masih sempat bercerita mengenai perjuangan usaha sangkar burung miliknya.

Berawal dari kebosanan dengan rutinitasnya menjadi karyawati di sebuah perusahaan ekspor-impor, Yuni bersama suaminya merintis usaha mereka sendiri dengan cara berwirausaha. Bermodalkan ketrampilan yg dimiliki sang suami dalam membuat sangkar burung, bisa dibilang ini menjadi langkah awal utk memulai usahanya dan berbekalkan modal usaha seadanya.

Perempuan bernama lengkap Yuni Sumaning (39) sangat bersyukur dgn kemajuan usaha yg didirikannya 13 tahun lalu, tepatnya 1996, bersama suaminya, Tardiyanto (39). Ia mengaku, hasil usahanya telah membuatnya bisa beli kenderaaan, menyekolahkan anak, menggaji karyawan, dan lain-lain.

Secara pribadi, Yuni merasa menjadi pengusaha memiliki waktu kerja lebih bebas dan ritme kerjanya lebih santai dari pada pekerja seperti profesionalnya sebelumnya. Yang terpenting ia akan punya lebih banyak waktu di rumah untuk mengusrus anak-anak.

Kini usahanya telah berkembang pesat.”Pencinta burung di luar Solo mengatakan berlum ke Solo bila belum mampir ke sini,” katanya.

Dapat Bantuan

Keberhasilannya dalam industri sangkar burung tidak terlepas dari bantuan yg di dapat dari Bank Mandiri. Ia tidak hanya mendapatkan bantuan pinjaman dalam bentuk dana segar, tetapi juga mendapatkan berbagia kemudahan, misalnya dalam hal promosi dan pelatihan ketrampilan ketrampilan pendukung lain yg dibutuhkan oleh seorang pengusaha.

Modal awal usahanya hanya sekitar Rp. 3 juta dengan kapasitas produksi masih terbatas, yaitu 3 sangkar. Namun, setelah mendapatkan pinjaman Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Bank Mandiri, kapasitas produksinya terus mengalami peningkatan sehingga ratusan sangkar perminggu.

Promosi Shella Sangkar di luar Solo juga semakin gencar. Shella sangkar diikutsertakan dalam berbagai pameran, baik di Solo, Yogyakarta, ataupun Jakarta.

Yang tidak kalah penting, berbagai pameran yg diikuti Shella Sangkar selalu sukses. Bahkan, saat di Yogyakarta dan di Pekan Raya Jakarta (PRJ), sangkar burung yg dibawa diborong habis oleh pengunjung pameran.

Berkat keikutsertaan mereka dalam berbagai pameran, Shella Sangkar kini sudah terkenal hingga Bali, Aceh, Batam, dan Kalimantan. "Dulu, jualan kami masih lokal saja, tetapi sekarang hingga pelosok Indonesia," Tardiyanto menambahi.

Selain itu, Bank Mandiri juga membenahi manajemen pembukuan para mitra binaan mereka. Yuni mengaku, manajemen keuangannya menjadi lebih rapi setelah mendapat pelatihan dari Bank Mandiri. Semua dicatat dalam nota. Setiap hari juga ada pembukuan khusus yg mencatat pengeluaran dan pemasukan uang.

Apa yg diperoleh Yuni Sumaning dan Tardiyanto, pemilik usaha sangkar burung Shella Sangkar, merupakan salah satu contoh bentuk komitmen PKBL. Bank Mandiri dalam memajukan usaha kecil.


Keunggulan Produk

Kesuksesan Shella Sangkar tentu tidak lepas dari kualitas produk yg dihasilkan. Dua jenis sangkar yg diproduksi, yaitu sangkar ukiran dan sangkar harian (tanpa ukiran), dikerjakan dgn penuh ketelitian dan kehati-hatian para pekerjanya.

Shella Sangkar juga tidak mematok harga yg terlalu tinggi terhadap produk-produk yg mereka hasilkan. Harga sangkar yg dijual di Shella Sangkar relatif lebih murah dgn kualitas terjamin, yaitu perbuah sangkar harian dihargai mulai 140 ribu - 160 ribu rupiah, sedangkan sangkar ukiran dihargai mulai 700 ribu - 2,2 juta rupiah.

Keunggulan yg dimiliki sangkar burung produksi Shella Sangkar ini adalah hasil garapannya yg rapi, finishingnya yg halus, serta penggunaan jenis kayu yg berkualitas, seperti kayu jati dan belina. Produksi sangkar burung tidak dikerjakan sendirian, tetapi dibantu oleh para pekerja yg sebagian besar dikoordinasi oleh anggota keluarga besar mereka.

Setiap keluarga memiliki fokus kerja masing-masing, dari proses perangkaian, pengukiran, pengecatan, finishing, hingga membuat kerodong (tutup sangkar yg terbuat dari kain). Harapannya, kualitas produk yg dihasilkan dapat tetap terjaga.

Menurut Tardiyanto, selama kualitas produk baik dan harganya lebih murah, pelanggan akan datang. Oleh karena itu, Shella Sangkar tetap menjaga kualitas produk serta memperbaharui model dan motif ukir di tengah membanjirnya permintaan agar pecinta burung tidak lekas bosan.. Motif ukir yg sekarang sedang diminati adalah delapan dewa, 200 dewa, dan kera sakti, baik dengan pewarnaan tiga dimensi ataupun yg biasa.

Selain sangkar harian dan sangkar ukir, pelanggan biasanya juga membeli sangkar dalam bentuk mentahan (sangkar yg belum dirangkai) yg harganya tentunya tergantung jenis sangkar, ukuran sangkar, kerumitan motif ukiran, dan aksesoris yg perlu ditambahkan, seperti tenggeran (pijakan burung), wadah makan, tempat mandi, gantungan sangkar, hingga kain kerodong. Shella Sangkar juga melayani modifikasi sangkar harian menjadi sangkar ukir.

Kearifan Usaha

Menurut Yuni, saat-saat krisis seperti sekarang,bisnis sangkar burung tidak akan surut. Hal itu berdasarkan pengalaman mereka saat menghadapi krisis 1998. Pembelian meningkat karena mereka membeli burung dan sangkar sebagai hiburan.

Tardiyanto tidak mengelak bahwa selama menggeluti usaha ini, ia pernah mengalami li. Saat musim kemarau, bisa menjual 50 sangkar per minggu, tetapi saat musim penghujan , jumlah pembeli turun hingga kira-kira 10 sangkar per minggu. ”Sepi dianggap biasa, nanti akan ramai lagi,” pesan Tardiyanto.

Wirausaha yg baru merintis usaha diharapkan tidak mudah putus asa ketika menemui hambatan dalam menjalankan usaha, termasuk keterbatasan modal usaha dan sedikitnya pembeli. Yuni mengungkapkan, ”Awal-awalnya usaha susah, tetapi lama-lama bisa menikmati hasilnya. Jadi jangan menyerah.”[-O-]

Selasa, 01 Juni 2010

Juventus Pecundang Inter 2-1

Nerazzuri kini hanya terpaut hanya unggul empat poin di atas AS Roma.

Si nyonya besar, Juventus berhasil menaklukkan juara bertahan Inter Milan, 2-1, dalam laga dilanjutan kompetisi seri A Liga Italia, minggu (23/3) dini hari WIB. Kemenangan itu membuat persaingan menuju gelar Scudeato kian sengit.

Inter Milan kini hanya unggul empat angka di atas AS Roma yg menang 2-1 atas Empoli dalam laga Sabtu (22/3) malam. Sama-sama menyisakan delapan pertandingan, baik Inter maupun Roma punya kans sama besar menjadi juara musim ini. Sedangkan Juventus membayangi di peringkat tiga.

Gelandang juventus, mauro Camoranesi, membuka keunggulan Juventus di menit keempat babak kedua setelah melewati jebakan off-side yg diperagakan para pemain belakang Inter Milan. Dan kemudian di menit 61 giliran striker David Trezeguat yg menjebol gawang Nerazzuri. Tapi di menit 83 Inter mampu memperkecil kekalahan melalui gol yg dibuat gelandang asal portugal, Maniche.

kekalahan dari Juventus merupakan kekalahan menyakitkan bagi Inter Milan. Sebab, terjadi dua pekan setelah tim asuhan Roberto mancini tersingkir di ajang Liga Champions Eropa akibat disikat Liverpool. sedangkan bagi Juve, kemenangan ini membuka peluang mereka meraih gelar Scudetto, meski sangat tipis, sekaligus meramaikan persaingan memperebutkan trofi kampiun Serie A musim ini.[-O-]

MENINGITIS Ancaman Fatal Bagi Bayi.

Meningitis merupakan ancaman fatal bagi bayi karena angka kematian tinggi dan dapat menyebabkan kecacatan berupa kelumpuhan, tuli, kurang kemampuan belajar, keterbelakangan mental, dan epilepsi. Pencegahan terhadap Meningitis dapat menurunkan angka kematian pada bayi dgn signifikan.
Demikian terungkap dalam jumpa pers terkait peringatan Hari Meningitis Sedunia, Kamis (22/4). Hari Meningitis Sedunia diperingati setiap tgl 22 April. Meningitis ialah penyakit yg menyerang selaput otak. Meningitis dapat disebabkan berbagai macam virus dan bakteri.
Meningitis yg disebabkan virus umumnya tidak berbahaya dan dapat pulih. Namun, Meningitis yg disebabkakn bakteri dapat menyebabkan kematian hingga 50 persen pada anak yg terkena. Bakteri yg dpt menyebabkan Meningitis, antara lain penumococcus, haemphilus, dan listeria.

Fatal
Staf Divisi Saraf Anak Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus pendiri Klinik Anakku, Hardiono Pusponegoro, mengatakan, bakteri S Pneumoniae (pneumococcus) merupakan bakteri yg sering ditemukan sebagai penyebab meningitis pada bayi dan anak.
Bayi mudah terpapar bakteri tersebut lantaran anak balita dan orang dewasa merupakan pembawa bakteri pneumococus dalam saluran pernafasan mereka. ”Jika bakteri mengganas dalam beberapa hari, anak dapat menderita meningitis. Di selaput otak dapat terjadi perdarahan-perdarahan dan radang. Kalau sudah terkena, sangat fatal akibatnya sehingga lebih baik mencegah,” ujarnya.
Dokter Spesial Anak Sekaligus Sekretaris Satuan Tugas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Soedjatmiko mengatkan, anak beresiko tinggi terkena penyakit akibat pneumococcus, terutama yg berumur di bawah dua tahun, lahir kurang bulan, air susu ibu (ASI) sebentar, sering terpapar asap rokok, banyak kontak dengan orang lain, sering infeksi saluran napas, sistem kekebalan tubuh rendah, dan sering mendapat anti biotik.
Secara Umum, upaya pencegahan, antara lain dgn nutrisi (ASI), perilaku hidup sehat, dan imunisasi.. namun, lanjut Sujadmiko, upaya preventif terbaik ialah dengan imunisasi karena perlindungan yg diberikan spesifik terhadap bakteri tertentu.
Pencegahan juga sangat penting mengingat pneumococcus telah resisten terhadap banyak jenis antibiotika. Namun, sebagian kecil yg sudah mendapatkan imunisasi, khususnya vaksin Invasive Pneumococcal Disease (IPD). Angka vaksin IPD di Indonesia masih sangat rendah, hanya 0,6 persen dari 4,6 juta bayi yg lahir mendapatkan perlindungan terhadap bakteri pneumococcus.[-O-].

Senin, 17 Mei 2010

Shanti Digemari Anak Kecil.

Ketika berpindah tugas ke halte lain, banyak anak kecil yg merasa kehilangan.
WANITA berparas cantik ini melayani penumpang bus Transjakarta di Koridor III (Kalideres-Harmoni) sebagai petugas tiketing. Tetapi, tugasnya sebagai petugas tiketing tidaklah hanya disatu halte, melainkan berpindah di sepanjang koridor III.

Shanti, namanya. Sebelumnya dia menjadi satgas on board di Koridor VI (Ragunan-Kuningan). Lantaran tugasnya cukup berat, dia mengundurkan diri setelah sempat bertahan seminggu. Dia pun menganggur selama seminggu, kemudian dipanggil lagi oleh pihak Transjakarta untuk bertugas menjadi petugas tiketing.

”Waktu saya menjadi satgas terasa capek sekali. Karena badan saya agak kecil jadi ya terdorong-dorong penumpang. Saya nggak kuat, akhirnya saya mengundurkan diri,” ujar wanita kelahiran Jakarta 24 Maret 1980 ini.

Shanti ternyata suka dengan anak kecil. Ketika bertugas di halte Jembatan Gantung, dia suka menyapa anak kecil. Lantas, setelah berpindah tugas ke halte Kali deres, banyak penumpang, terutama anak-anak kecil yg pernah mengenalnya menanyakan dimana Shanti. Teman-temannya suka menyampaikan pesan ada penumpang di Jembatan Gantung sering menanyainya.

”Saya paling senang dengan anak kecil. Kalau ada anak kecil, saya menyapanya,” ujar Shanti.

Shanti cukup banyak mengambil hikmah ketika melayani penumpang. Dia dapat melihat berbagai macam karakter manusia, mulai dari yg menyenangkan hingga yg menjengkelkan.

”Ada juga saya menemukan penumpang yg gak mau mengerti dengan kondisi yg ada. Ketika itu uang yg diberikan cukup besar. Karena masih pagi maka belum ada recehan untuk kembalian. Tetapi, penumpang itu tak percaya kalau nggak ada uang recehan.
Saya minta menunggu, dia nggak mau tapi tetap saja ngomel-ngomel dan berdiri di situ. Akhirnya dia nunggu juga dan masuk ke dalam halte,” tukas anak dari Suri dan Almarhum Mintarsih ini.[-O-]

PIKNIK di Akhir Liburan

Arus Balik ramai di Terminal dan Stasiun KA.

Kemarin, akhir libur panjang selama empat hari. Banyak warga yg mengunjungi tempat rekreasi di ibukota. Yang habis pulang kampung mulai berdatangan di terminal bus dan stasiun Kereta Api.

Keramaian pengunjung terlihat di tempat rekreasi seperti di Taman Impian Jaya Ancol (Jakut), Taman Monas (Jakpus), Taman Mini Indonesia Indah (Jaktim), Kebon Binatang Ragunan (Jaksel), dan tempat lainnya.

”engunjungnya padat banget,” kata Ari warga Jalan Nelayan Kali Baru, Jakut, di Dunia Fantasi, Ancol.

Ari baru bisa menikmati sebagian kecil wahana yg ada di Dunia Fantasi karena hampir semuanya yg dinaiki dipadati pengunjung. Menurut Budi Karya Sumadi, Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol, selama libur panjang ini jumlah pengunjung meningkat.

Kondisi serupa terpantau di TMII. Hampir seluruh anjungan dipenuhi pengunjung. Begitu juga dengan Kebun Binatang Ragunan, dalam empat hari liburan diperkirakan ada 80 ribu pengunjung.

Lonjakan arus balik di Terminal Bus Pulo Gadung, Jaktim, mulai ramai. Diperkirakan puncak arus balik Senin (24/3) dini hari. Penumpang yg datang hingga kemarin sore, kebanyakan dari Tegal, Pekalongan, Brebes, Slawi, Kuningan, Cirebon, dan wilayah di Jabar, Jelas H. Pardjiman, Kepala Terminal.

Menurut Kahumas Daops I PT Kereta Api, Akhmad Sujadi, karena penuhnya arus balik dari daerah menuju Jakarta, KA Argolawu Solo, Jateng, menambah gerbongnya. Diberangkatkan dari Solo pukul 11.00 dan masuk di Jakarta sekitar pukul 07.00.[-O-]