Senin, 11 Oktober 2010

Bergaul Dengan Dua Pemikiran

Bahtiar Efendi merasa beruntung karena sempat mengecap pendidikan di pesantren, IAIN, dan Universitas di Amerika Serikat. Menurut dia, apa yg dia peroleh dari pesantren dan universitas tidak bertentangan. "Justru saling melengkapi," katanya.
Bahtiar remaja belajar di pesantren Pabelan, Muntilan, Jawa Tengah. Di pesantren itu, dia menyerap literatur pemikiran Islam klasik dan toleransi. Dia menyayangkan adanya persepsi yg keliru soal pesantren. Pesantren sering kali dianggap tradisional, kolot, dan radikal. "Itu tidak betul," katanya.
Pesantren Pabelan misalnya, adalah pesantren yg sangat terbuka. Tamu-tamu berdatangan dari mana-mana termasuk dari barat. Tidak ada fobia terhadap dunia Barat. Justru tamu dari barat dimanfaatkan para santri utk memperlancar bahasa Inggris, katanya.
"Saya heran mengapa pesantren dituduh menimbulkan radikalisme. Dengan sistem pesantren yg terbuka, tdk mungkin radikalisme muncul. Radikalisme pasti muncul di tempat lain di luar Indonesia," katanya.
Tahun 1976, bahtiar remaja lulus utk tingkat SMA dari Pabelan. Namun, dia memperpanjang masa SMA nya setelah mendapat beasiswa dari Amerika. Serikat utk mengikuti pelajaran kelas II di Colombia Falls High School, Montana, tahun 1977.
Sepulang dari AS, Bahtiar kembali ke Pabelan utk mengajar selama 1,5 tahun. Setelah itu, tahun 1979, dia melanjutkan kuliah di IAIN Jakarta (sekarang UIN) Fakultas Usuludin Jurusan Perbandingan Agama. Bahtiar lulus tahun 1985.
Bahtiar kemudian mendapat beasiswa utk kuliah S-2 di Ohio University, AS, bidang Studi Asia Tenggara. Setelah lulus tahun 1988, dia mengambil kuliah Ilmu Politik di Ohio State University utk tingkat S-2. Setelah lulus tahun 1991, dia melanjutkan kuliah S-3 di universitas dan lulsu tahun 1994. "Saya agak lama menulis disertasi karena saya suka menonton American Football," katanya. Selama di AS dia mempelajari teori dan metodologi ilmu. Ini bisa digunakan utk membedah berbagai persoalan secara sistematis.
Sepulang dari AS, Bahtiar mengajar di IAIN menggantikan Deliar Noer utk kuliah Pemikiran Politik Islam Modern Indonesia sampai sekarang. elain mengajar, setahun belakangan hingga Februari lalu, Bahtiar menjadi senior fellow di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technology University. "Tugas utama saya adalah mempersiapkan sebuah naskah tentang politik Islam pasca-Soeharto, tapi belum selesai," katanya.[-O-]

Jumat, 08 Oktober 2010

Kuta di Pagi Hari

KUTA adalah satu-satunya kawasan di Bali yg tak pernah tidur. Begitu anggapan masyarakat wisatawan secara umum. Anggapan itu (mungkin) tidak sepenuhnya tepat, namun tidak sepenuhnya pula salah.
Pada pagi hari, ketika mentari mulai tampak dari ufuk timur, praktis kehidupan malam di kawasan itu berhenti dan siap beranjak, berganti dgn aktifitas di siang hingga sore hari.
Pergantyan hari di kawasan itu layaknya waktu jeda dalam sebuah pertandingan olahraga, terasa sangat singkat. Gerai-gerai toko fashion, restoran, dan kerajinan masih tutup. Di situ hanya ada maneken-maneken yg seolah beku di balik kaca. Bungkusan sampah yg digantung di pintu toko menjadi penegas waktu istirahat“. Hanya tampak beberapa petugas kebersihan membersihkan selasar-selasarnya, seperti terlihat pada awal April lalu.
Gang Poppies, salah satu kawasan penginapan turis berkantong cekak, di Kuta pun lengang. Tidak tampak adanya pergerakan wisatawan asing di kawasan itu. Selebihnya hanya warga setempat yg berlalu lalang, mulai dari pergi utk beribadat atau menghadiri upacara tertentu di pura, serta menyiapkan canang (sesaji) hingga mengantarkan anak ke sekolah.
Jika anda menemukan wisatawan asing di Kuta pagi hari, pastilah itu turis yg tidur kepagian di malam sebelumnya. Atau, mereka memang tipe turis yg tidak suka dgn hingar-bingar kehidupan malam. Mereka pergi pagi-pagi sekadar untuk mencari sarapan di restoran yg sudah buka, atau di toko-toko yg buka 24 jam.
Aktivitas di sepanjang pantai adalah aktivitas yg bergegas di pagi hari. Diis persiapan mereka yg mencari penghidupan di kawasan itu. Anak-anak pantai menyiapkan papan selancar dan kursi-kursi berjemur lengkap dgn payung-payungnya. Keluarga-keluarga pedagang menyiapkan lapak dagangannya. Menjelang tengah hari, mereka pun siap melayani turis dgn makanan seperti nasi campur, bakso, aneka rujak dan yg pasti minuman segar.[-O-]

Kamis, 07 Oktober 2010

Yang Unik Untuk Pengalaman Berkesan

Buka mata, buka telinga. Mungkin ini yg dibutuhkan oleh seorang petualang sejati demi mendapatkan pengalaman-pengalaman baru saat mengeksplor suatu negara.
PASAR di Indonesia kini sdh semakin matang dalam beravontur. Hal ini diamini oleh Madu S haditomo, Business Development Director Golden Rama,“Mereka sudah lebih mengarah pada pengalaman apa yg bisa didapat dari liburan atau perjalanan itu sendiri.“
Banyak yg beranggapan bahwa liburan itu tujuannya utk relaksasi, bukan justru membuat tubuh tambah lelah. Makanya, destinasi yg dituju sekarang bisa lebih terperinci, tdk terlalu banyak lagi. Bagaimana cara menikmati suatu tempat itulah yg menjadi kunci kenikmatan.Berikut beberapa destinasi yg memberi pengalaman baru saat bertualang di dalamnya.


Baltik

Mengunjungi negara-negara bekas jajahan Uni Sovyet, seperti Polandia, Estonia, Latvia, dan Lithuania mungkin segera terbesit kesan dingin dan kaku khas negara bekas jajahan komunis. Namun kesan itu akan segera hilang begitu mengunjung Estonia.

Estonia itu very welcoming, hangat dan jauh lebih ramah dari yg dikira sebelumnya, tutur Madu lagi.

Yg menjadi kekhasan saat melintasi negara-negara Baltik ini adalah peninggalan sejarahnya, terutama dari abad pertengahan, sekitar abad ke-11 hingga 15. Baltik juga terkenal dgn kota tuanya yg masih terus dipertahankan dan mendapat perhatian khusus dari dunia. Lithuania misalnya, yg mendapat status warisan Dunia dari UNESCO pd tahun 1994.
Tengok saja Istana Trakai di Vilnius, dari abad 14 yg menampilkan arsitektur Gothik yg khas. Sementara Tallinn di Estonia sudah lama terkenal sebagai tempat berlibur bagi orang Inggris. Tallinn adalah kota kecil yg tetap mempertahankan masa lalunya. Hal ini pun terasa di setiap sudutnya, bahkan saat bersantap di salah satu restoran dan kafe yg ada di sana yg menyajikan makanan dari abad-16, sampai pramusajinya pun menggunakan busana khas dari abad itu.
Kastil-kastil pennggalan dari masa lalu itu juga banyak yg tetap dipelihara dgn berubah fungsi, menjadi museum, restoran, kafe, hingga hotel. “Bagi grup VIP bisa merasakan bermalam di Hotel Telegraaf, Tallinn, Estonia, yg menjadi salah satu ikon kota itu,” tambah Madu.

Di bangun pd tahun 1878 bangunan tsb dulunya adalah kantor Estonian Telegraph Company dan terletak di tengah-tengah kota tua.
Berjarak sangat dekat dgn Town Hall Square dan mengunjungi Gereja St Chaterine, katariina Gild, Old Town Educational College, serta Cty Museum.


Ke kota Cinta

Paris adalah salah satu destinasi klasik di Eropa yg tak pernah kehilangan penggemar. Bagi mereka yg baru pertama kali menginjakkan kaki di Eropa, tentu ingin mencicipi setitik kesan romantis yg sdh identik dgn Paris.
Paris yg terbelah oleh Sungai Seine itu pun punya kekhasannya tersendiri utk masing-masing kawasan sisi sungai, Right Bank and Left Bank. Yg biasanya dijelajahi adalah area komersilnya di Right Bank. Namun, bagi mereka yg ingin merasakan sensasi lain dari kota ini, Madu menyarankan utk sempatkan diri bertandang ke Left Bank.
Terutama bagi mereka yg sdh pernah berkali-kali datang ke Paris.
"Area Left Bank terkenal sebagai daerah intelektual. Yg menjadi salah satu ikonnya adalah kafe Deux Magots, yg dibuka sejak tahun 1833. Dulu gengnya JP Satre tinggal di daerah situ, dan makannya di kafe itu. Bisa dikasih tahu kalau Satre datang biasanya duduk di sebelah mana,”terang Madu.

Menurut sejarah kafe tsb, setiap pagi JP Santre dan Simone akan datang dan menulis selama berjam-jam tanpa henti. Kadang berhenti hanya utk berbicara dgn Ernest Hemingway, yg juga tamu reguler. Ya, kafe ini memang seolah menjadi ”rumah” bagi para penulis, seniman, maupun filsuf. Untuk rute mono Prancis, biasanya akan menghabiskan waktu beberapa jam di sini.

Area ini pun punya banyak tempat belanja. Justru, pernacang-perancang baru di Paris biasanya mengawali langkahnya di sekitar sini, baru kemudian menyebrang ke Right Bank.


Amerika

Destinasi ini pun tak kalah klasik ketimbang Eropa. Namun yg biasanya disasar adalah area West Coast yg memang menjanjikan kenikmatan liburan yg sempurna dan penuh hiburan.

Namun, tak ada salahnya mengambil rute unik yg tak kalah memberi kesan tersendiri dengan mengambil jalur Timur lalu ke arah Utara. Perjalanan ini akan membawa anda bertualang ke Negri Paman Sam, namun serasa di Inggris dan Perancis.

Coba saja berkelana di Boston, yg memiliki sisa-sisa sejarah dari masa perang revolusioner.
Kota pelajar ini di beberapa bagiannya begitu kental dgn suasana di Inggris. Sementara saat mengunjungi Montreal di Canada memang pernah menjadi jajahan Perancis dan peninggalannya baik dalam hal budaya maupun arsitekturnya masih terpelihara sampai sekarang. Terlebih di Montreal, yg akhirnya mendapat julukan "Paris of Canada”.
Sekitar 2,5 jam dari Montreal, terdapat Quebec City. Tetty Aryanto, Tour Leader Golden Rama, mengatakan biasanya akan diajak ke kota tua yg ada di dalam benteng, dimana terdapat Hotel yg sangat terkenal, yaitu Frontenac. Ini adalah bangunan tertinggi pertama di kota tsb, yg dibangun oleh Perancis di tahun 1700 an. Sementara jika berjalan ke Ottawa, suasana Inggrislah yg lebih terasa. Ya, Canada dulu terbagi antara jajahan Perancis dan Inggris.


Jepang

Eksotisme Jepang tak pernah gagal membangkitkan rasa penasaran utk segera menyambanginya.
Bertandang ke Jepang biasanya ke area metropolitan saja atau ke bagian Utara, yaitu Hokaido. "Padahal yg di barat pun tidak kalah cantik," Madu menambahkan.
Yaitu menuju ke Japan Alfa yg memiliki pemandangan cantik. Perjalanan di sini pun memberi pengalaman berbeda, seperti menggunakan cable car menuju Tateyama Tunnel dgn menembus gunung. Ada pula Kurobe Dam yg membawa ke pemandangan Danau Kurobe yg tak kalah indah dan ke Pegunungan Tateyama utk menikmati sejuknya air dari pegunungan itu.
Menuju Central Japan ini juga biasanya akan dibawa menuju desa tradisional Shirakawa-go, di daerah Toyama. Daerah ini menjadi Warisan Dunia sejak tahun 1995 dgn rumahnya yg khas, dsebut gassho. Sementara di Takayama, terdapat kota tua yg wajib dijelajahi. Salah satunya ke Sanmachi yg merupakan peninggalan dari zaman Edo dan menjadi pusat perdagangan di masa Hida.

Dan jika biasanya berkelana ke Jepang juga selalu mencakup onsen atau mandi air panas, maka jangan lewatkan pula saat bertandang ke sini. Berbeda dari biasanya, saat mandi akan disajikan pemandangan menuju lembah dan Takayama dari kejauhan. Mandi onsen ini bisa ditemui, antara lain di Hotel Associa, yg merupakan hotel modern namun tetap menyajikan onsen tradisional.[-O-]

Senin, 04 Oktober 2010

Buruh Bangunan Sekarat Tersengat Aliran Listrik Tegangan Tinggi

Malang betul nasib dua pekerja bangunan ini, bagaimana tidak, pasalnya Sabtu (29/7) pagi yg lalu sekitar pukul 10.00 WIB, ketika tengah memperbaiki atap rumah seorang warga di jalan Sultan hasanuddin, lubuk Pakam, tanpa sengaja tubuh kedua pekerja bangunan ini menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yg berada persis di atas rumah milik warga.
Kedua pekerja bangunan itu diantaranya Abdul Rahman, 38, warga Jalan WR Supratman Lubuk Pakam, dan Gino, 40, warga Jalan Kartiki, Kecamatan Lubuk Pakam, kini keduanya sedang menjalani perawatan di RSU Deli Serdang.
Menurut keterangan warga sekitar kpd ZP, peristiwa naas itu yg pertama kali menyentuh kabel beraliran listrik itu adalah Abdul Rahman, akibatnya ia spontan terpental dan lantas terjatuh dari atas seng. Melihat kejadian itu rekan korban Gino mencoba menolong korban ternyata ia juga terkena arus listrik dari atap seng yg dipegang olehnya dan kemudian terjatuh ke bawah.
Tano siempunya rumah yg mengetahui peristiwa itu, bersama warga lainnya segera membawa tubuh kedua pekerja bangunan itu ke RSU Deli Serdang. Akibat peristiwa itu Abdul Rahman mengalami luka bakar pd bagian punggung dan kakinya. Beruntung Gini, pria ini hanya menderita luka lecet. Kini keduanya masih dirawat di rumah sakit milik Pemkab Deli Serdang .[-O-]

Minggu, 03 Oktober 2010

Tukang Kelapa Kritis Ditabrak Sedan

Sdh jatuh ketimpa tangga, sdh miskin ditabrak pula. Itulah yg dialami Kliwon, 45, penduduk Jalan Kala Putri Dusun III Air Tawar Dalam, Kecamatan Gebang, Langkat, kritis ditabrak mobil sedan di Jalan Besar-Medan simpang utama Brandan, Sabtu (29/7) sekitar pukul 05.00 WIB.
Dengan penuh kesedihan
Dengan penuh kesedihan, Mayani, 30, istri korban kpd ZP di ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSU Dr. Pirngadi Medan menuturkan, selama ini penghasilan suaminya sbg pedagang hanya tergolong pas-pasan. Sebab, kelapa yg dijual suaminya, dibeli dari warga selanjutnya dijual ke pajak Brandan. Tak heran, akibat musibah yg menimpa suaminya itu, Mayani bingung dgn beban moril yg dihadapinya termasuk menanggulangi biaya perobatan suami dan menghidupi lima anaknya.
Menurut keterangan, subuh itu dgn cuaca dingin, sepeda motor Yamaha bebek yg dipakai korban mengangkut kelapa, mulai melaju dan saling berpapasan dgn temannya dijalanan sembari iring-iringan menuju tempat penolakan kelapa di Pajak Brandan. Namun, dasar apes, saat korban melintasi lokasi kejadian, tiba-tiba mobil sedan berwarna hijau dgn kecepatan tinggi datang dari arah Aceh sedang memotong mobil yg ada di depannya. Saat memotong itulah, mobil sedan terperogok dgn sepeda motor korban dan keduanya tak dapat mnghindar.

Dengan hitungan detik akhirnya kedua kendaran itu laga kambing dgn mengakibatkan Kliwon terpental jauh. Sedangkan kelapa yg diangkutnya berserakan di jalan. Sementara mobil hijau tsb mepet ke samping kanan dan menghantam tiang listrik yg ada di seberang jalan.”Syukur mobil itu menabrak tiang listrik, kalau tidak sasarannya pasti rumah warga yg ada di pinggir jalan itu,” ujar istrinya.

Irfan, keponakan korban menambahkan, saat kejadian itu korban ditolong oleh temannya dan langsung membawa korban ke RS Pertamina Brandan utk pertolongan medis. Karena kondisi korban cukup serius, pihak rumah sakit merujuk korban ke RSU Dr. Pirngadi Medan dan tiba di ruang IGD sekitar pukul 12.00 WIB.

Pantauan ZP di Ruang IGD, oleh dokter dan perawat, korban langsung ditangani secara intensif. Akibat tabrakan itu, korban mengalami pendarahan dibagian dalam akibat terkena benturan serius di bagian perutnya, kening sobek sepuluh jahitan, mulut serta hidung mengeluarkan darah, kedua tulang paha patah dan tubuh penuh dgn luka lecet.

Informasi yg diperoleh, korban selanjutnya menjalani operasi dibagian perut hari itu juga. Saat ini, korban sedang menjalani perawatan di Ruang ICU Lantai IV RSU Dr Pirngadi Medan.[-O-]