Selasa, 28 September 2010

Siapa Suka Minum Teh?

Kalian suka minum teh? Teh adalah minuman yg dibuat dgn cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yg dikeringkan dari tanaman semak bernama Camellia sinesis dgn air panas. Tea yg berasal dari tanaman teh, dibagi menjadi 4 kelompok : teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.
Istilah ” teh” juga digunakan utk minuman yg dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yg diseduh, misalnya, teh rosehip, camimile, krisan danJiaogulan. Teh yg tdk mengandung daun tah disebut teh herbal.
Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dgn kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yg merupakan kenikmatan tersendiri dari teh. Hmm, tapi kalau kalian tdk suka, bisa juga pakai pemanis atau gula. Tapi jgn terlalu banyak ya.
Teh bunga dgn campuran kuncup bunga melati yg disebut teh melati atau teh wangi melati merupakan jenis teh yg paling populer di Indonesia. Konsumsi teh Indonesia sebesar 0,8 kg per kapita per tahun masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia, walaupun, Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar nomor enam di dunia.

Pengolahan Teh
Teh dikelompokkan berdasarkan cara pengolahan. Daun teh Camellia sinensis segera layu dan mengalami oksidasi kalau tdk segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengeringan membuat daun menjadi berwarna gelap, karena terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsur tanin. Proses selanjut berupapemanasan basah dgn uap panas agar kandungan air pada daun menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yg sdh ditentukan.
Pengolahan daun teh sering disebut sebagai "fermentasi" walaupun sebenarnya penggunaan istilah ini tidak tepat. Pemrosesan teh tdk menggunakan ragi dan tdk ada etanol yg dihasilkan seperti layaknya proses fermentasi yg sebenarnya. Pengolahan teh yg tdk benar memang bisa menyebabkan teh ditumbuhi jamur yg mengakibatkan terjadinya proses fermentasi. teh yg sdh mengalami fermentasi dgn jamur harus dibuang, karena mengandung unsur racun dan unsur bersifat karsinogenik.

Pengelompokan Teh
Tahukah kamu kalau teh itu ada berbagai jenis? Nah ini dia :
TEH PUTIH, yakni teh yg dibuat dari pucuk daun yg tdk mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari utk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibanding teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-perlahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer.
TEH HIJAU, yakni teh yg berasal dari daun teh yg langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihendtikan dgn pemanasan (cara tradisional Jepang dgn menggunakan uap atau cara tradisional Tiongkok dgn menggongseng di atas wajan panas). Teh yg sdh dikeringkan bisa dijual dalam bentuk lembaran daun teh atau digulung rapat berbentuk seperti bola-bola kecil (teh yg disebut gaun powder).
TEH OOLONG, yakni teh yg melalui proses okdidasi yg dihentikan di tengah-tengah antara teh hijau dan teh hitam yg biasanya memakan waktu 2-3 hari.
TEH HITAM atau TEH MERAH, yakni teh yg daunnya dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh hitam merupakan jenis teh yg paling umum di Asia Selatan (India, Srilanka, Bangladesh) dan sebagian besar negara-negara di Afrika seperti : Kenya, Brundi, Rwanda, Malawi dan Zimbabwe. Terjemahan harafiah dari aksara hanzi utk teh bahasa Tionghoa dan bahasa Jepang adalah "teh merah" karena air teh sebenarnya berwarna merah. Orang Barat menyebutnya sbg "teh hitam", karena daun tehnya berwarna hitam.
TEH KUNING, yakni sebutan utk teh berkualitas tinggi yg disajikan di istana Kaisar atau teh yg berasal dari daun teh yg diolah seperti teh hijau tapi dgn proses pengeringan yg lebih lambat.

Komposisi
Teh mengandung sejenis antioksidan yg bernama katekin. Pd daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30% dari berat kering. Teh hijau dan teh putih mengandung katekin yg tinggi, sedangkan teh hitam mengandung lebih sedikit katekin karena katekin hilang dalam proses oksidasi. teh juga mengandung kafein (sekitar 3% dari berat kering atau sekitar 40 mg per cangkir), teofelin dan teobromin dalam jumlah sedikit.
Teh juga sering dikaitkan dgn kegunaannya utk kesehatan. Teh hijau sering digunakan utk diet. Jadi, kalau kalian sdh langsing, jgn kebanyakan teh hijau ya. Semua bagian tanaman teh juga bis digunakan sebagai bahan-bahan kosmetik. Diantaranya, utk lotion, cream antiseptik; produk-produk perawatan rambut macam shampo atau conditioner.; perawatan mulut seperti pasta gigi, mouthwash, dan pelindung bibir; deodoran; produk pembersih semacam sabun atau pembersih kulit; perawatan tubuh seperti hand body lotion; perawatan kaki; dan produk-produk pelindung tubuh dari sengatan matahari atau yg diperlukan selama perjalanan.
Cathecin pd teh hijau mengurangi kemungkinan terserang kanker, menurunkan kolesterol darah, mencegah peningkatan tekanan dan kadar gula darah, membunuh bakteri dan virus influensa, serta mencegah bau mulut. Senyawa r-amino butyric acyd-nya berkhasiat menurunkan tekanan darah. Flavonoidnya memperkuat dinding pembuluh darah dan mencegah halitosis (bau mulut). Nah, ternyata teh banyak manfaatnya juga ya? Ayo kita minum teh![-O-]

Senin, 27 September 2010

Marginalisasi Guru

GURU adalah profesi yg sangat agung karena dialah yg dipercaya melakukan campur tangan dalam proses pendidikan seorang anak manusia menjadi insan yg cerdas dan bermanfaat.

bermartabat. Cerdas karena memiliki kapasitas adaptasi dan kreasi. Bermartabat karena memiliki standar moralitas tertentu.
Karena pengabdiannya dalam pengajaran anggota masyarakat sejak usia dini, guru dimuliakan dgn gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi pertanyaan kita sekarang, sudahkah guru dimuliakan setara dgn misi suci dan agung dlm kehidupan manusia?

Utk bagian dunia yg lain, pertanyaan ini dijawab : sudah. Tetapi utk Indonesia, pertanyaan itu menyentil duka. Duka karena guru di negri ini, setelah go tahun merdeka, semakin termarginalisasi. Mereka adalah orang-orang yg terus-menerus ditendang ke pinggir. Marginalisasi guru seiring dan sejalan dgn peradaban politik yg kian menggeser dunia pendidikan pd umumnya ke tepi.

Penggusuran gedung-gedung sekolah dari pusat kota yg strategis utk digantikan oleh pusat-pusat perbelanjaan adalah contoh marginalisasi pendidikan yg dilaksanakan dgn dukungan penuh pemerintah. Bagaimana dunia pendidikan dan guru keagungan dan martabat kalau pemerintah mendukung buldoser yg meruntuhkan gedung sekolah agar hengkang ke pinggir?
Di tengah kegemerlapan nasib profesi lain, guru tenggelam dalam kemiskinan yg amat parah. Sebagai pegawai negri, mereka terperosok ke dalam kemiskinan karena kemampuan anggaran pemerintah yg tdk kunjung kuat. Tetapi alangkah menyakitkan ketika gaji guru tdk bisa dinaikkan ke tingkat yg layak, uang APBN yg dikorupsi setiap tahun tdk pernah kurang dari 30%.
Begitu menyedihkan ketika kita mendengar bagaimana para guru harus menjadi tukang ojek di luar jam sekolah utk mencukupi kebutuhan hidupnya. Bahkan kita pernah mendengar bagaimana seorang kepala sekolah di Tangerang terlibat dalam perampokan karena alasan kesejahteraan. Masih banyak nasib guru yg memilukan.
Konstitusi yg diamandemen memerintahkan secara jelas bahwa anggaran utk pendidikan adalah 20% dar APBN. Tetapi sejak konstitusi itu disahkan, pemerintah belum pernah memenuhinya. Mutu pendidikan dan kesejahteraan guru adalah dua sisi yg sama penting. tetapi di Indonesia, dua-duanya amat buruk. Mutu pendidikan buruk, kesejahteraan guru juga buruk.
Dahulu dunia pendidikan sering dikritik karena setiap kali ada mentri baru maka diciptakan kurikulum baru. Tidak ada konsistensi tentang mutu jangka panjang. Sekarang tidak banyak perubahan. Departemen Pendidikan di era reformasi menjadi portofolio politis karena menjadi jatah parpol yg mendukung presiden terpilih.
Bagaimana bangsa ini akan maju dan beradab kalau guru dan pendidikan selalu saja dipinggirkan. Ini pertanyaan yg pedih dalam rangka memperingati Hari ke-11 Guru yg dirayakan kemarin.[-O-]

Sabtu, 25 September 2010

Jangan Sampai "Masuk Angin"

Menjelang pelaksanaan Kongres Sepak Bola Nasional yg dimulai Selasa (30/3) besok, mulai muncul gejala memandulkan hasil kongres dgn meniadakan rekomendasi bagi perubahan di tubuh kepengurusan PSSI. Hal ini terlihat dari hendak dihilangkannya desakan pd Ketua Umum PSSI Nurdin Halid utk mundur dari usulan rekomendasi Kongres Sepak Bola Nasional.
Anggota Panitia Pengarah Sumohadi Marsis ketika dihubungi Minggu (28/3) tdk membantah hal itu. Namun, ia mengibaratkan situasi menjelang Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) masih seperti "bola liar".
"Memang muncul ungkapan "ada yg masuk angin", namun semuanya masih seperti bola liar. Kita belum tahu apa yg akan disampaikan oleh peserta kongres," ujar Sumohadi.
Aktifis Gerakan Nasional utk Reformasi PSSI (Garasi) Isfahani, menyesalkan apabila desakan agar Nurdin mundur sbg Ketua Umum PSSI hilang dari rekomendasi KSN. "Kita patut curiga, ada apa dibalik semua ini. Jika usulan yg mendesak Nurdin mundur dihapus dari rekomendasi KSN, itu mengkhianati sengat awal (digelarnya KSN)," papar Isfahani.
Sejumlah mantan pemain tim nasional menolak upaya memandulkan hasil KSN. "Jangan main-main. Kongres ini utk memperbaiki persepakbolaan kita yg terus terpuruk," kata Anjas Asmara, mantan pemain tim nasional.
Seusai pertemuan dgn Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo beberapa waktu lalu, para mantan pemain tim Nasional menyatakan akan datang ke Kongres dgn membawa rekomendasi yg salah satunya adalah revolusi atau perombakan total kepengurusan saat ini.
"Sudah tujuh tahun tanpa prestasi, kami semua menginginkan perubahan. Kongres jangan hanya sekedar menjadi kongres-kongresan karena itu adalah harapan agar persepakbolaan kita bangkit," kata Andjas.
KSN berawal dari ide Presiden SBY yg merasa gerah dgn terpuruknya prestasi timnas akhir-akhir ini. Ia kemudian meminta pengurus pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) utk menggelar Kongres yg bakal digelar Selasa besok dan Rabu lusa.

Bantah Soal Dana
Sementara itu, Ketua Panitia Rembuk Sepak Bola Nasional (RSN) Lutfi Hakim membantah adanya kucuran Rp. 1,5 miliar utk menggelar pertemuan tiga hari di Hotel Shangri-La tdb. Luthfi membantah Ketua Umum PSSI Nurdin Halid ikut membidani lahirnya pertemuan ini. "Acara ini murni gagasan PWI Jatim dlm rangka Hari Pers Nasional. Kami juga meminta sumbangan ke mana-mana. Ada dari perusahaan, ada dari pengprov PSSI juga, tapi tidak mungkin sampai Rp. 1,5 miliar, paling ratusan juta rupiah," tutur Luthfil Minggu (28/3) di Surabaya.
Dalam pertemuan itu, Lutfi mengatakan bahwa peserta diinapkan di Hotel Shangri-La dan Java Paragon. Pihak hotel tdk bersedia memberitahu jumlah kamar yg dipesan panitia. Keinginan menghelat RSN, lanjut Lutfi, tdk terlepas dari gencarnya pemberitaan ttg KSN yg akan menjadi ajang utk „menghakimi“ PSSI. „Kami dari PWI Jatim merasa ini sudah tdk benar. RSN makanya dibuat utk menetralisasi keadaan ini. Kalau lihat materinya juga kan tentang pengembangan sepak bola,“ ungkapnya.
Nurdin Halid dgn tegas juga membantah bahwa dia ikut membiayai perhelatan RSN.”Tidak ada sepeser uang pun yg keluar dari kantong saya utk acara ini,” ucapnya.

Ketua Umum PWI Pusat Margiono, dalam sesi tanya jawab dgn peserta, mengatakan bahwa penyelenggaraan KSN di Malang jangan terlalu dicurigai.”Jangan terlalu curiga dan skeptis terhadap KSN. Tdk ada yg bisa menjamin apa keinginan para peserta dalam forum itu nanti,” ujarnya.
[-O-]

Kamis, 23 September 2010

Sebanyak 17 Siswa SD Keracunan Makanan

Sebanyak 17 siswa kelas tiga dan empat SD 05 Lebak Bulus, Jaksel, diduga keracunan makanan dan sebagian harus dirawat di RS Fatmawati, Jakarta, Sabtu (29/5). Sempat ada beberapa anak yg pingsan setelah sebelumnya mual dan muntah. Namun, setelah dirawat hingga Sabtu sore semua siswa diperbolehkan pulang.
Kejadian berawal saat tujuh orang sales produk makanan suplemen itu berpromosi di sekolah tsb. Ketika jam istirahat tiba, mereka menawarkan produknya ke sejumlah siswa, namun beberapa menolaknya.
Menurut beberapa saksi, sales itu kemudian sedikit mengancam. Jika tdk mau membeli, para siswa akan dilaporkan kpd kepala sekolah. Akhirnya, makanan suplemen yg dijual Rp. 1.000 per sachet itu pun ramai-ramai dibeli. Sebanyak 17 siswa langsung muntah-muntah beberapa menit kemudian.
Para siswa itu dibawa ke Puskesmas Lebak Bulus, yg terletak sekitar 20 meter dari sekolah, namun beberapa orang dilarikan ke RS Fatmawati. "Tadi sore memang masih di sini, namun karena sdh baikan mereka diperbolehkan pulang sore menjelang malam. Memang tdk parah kok," kata Faisal, petugas UGD RS Fatmawati.

Barang Bukti
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Cilandak Supriyanto mengatakan, pihaknya sdh memeriksa beberapa saksi, termasuk guru sekolah dan orang tua korban. Beberapa sales juga sdh dimintai. "Barang bukti berupa makanan yg dijual itu telah kami sita utk diteliti, apa benar mengandung racun atau tidak," katanya.
Dari keterangan yg disampaikan kepada Polisi, para guru mengaku tidak pernah menerima permohonan izin dari para sales utk berjualan di lingkungan sekolah. Sejauh ini tdk ada orang tua siswa yg menuntut perusahaan suplemen makanan itu.[-O-]

Lima Mes Perwira Polda Terbakar

Lima petak rumah yg ditempati para perwira Polda Metro Jaya berpangkat Inspektur Dua, terbakar, Sabtu (29/5) siang. Kebakaran mes perwira yg terletak di bagian belakang Markas Polda Metro Jaya itu diduga karena hubungan pendek arus listrik yg berasal dari penyejuk ruangan di lantai dua kamar nomor tiga. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, sementara kerugian materi belum ditaksir.
Menurut Inspektur Dua Asep (25), api dari kamar nomor tiga yg ditempati Inspektur Dua Wahyu dgn cepat membakar empat rumah petak yg berdempetan di kanan kirinya.. Diduga, angin yg cukup kencang memicu kobaran api merembet sehingga meski telah diguyur dgn meriam air, api belum padam juga. Setelah petugas pemadam kebakaran datang membantu, barulah api padam, sekitar setengah jam kemudian.
Barang-barang seperti meja dan kursi yg diletakkan di lantai satu berhasil diselamatkan, namun kasur, sejumlah baju, tas, sepatu, dan barang lain yg ada di lantai dua ludes.
Inspektur Dua Widharta yg tinggal di kamar nomor dua juga menderita kerugian cukup besar, namun nilainya belum jelas. Dia terlihat memindah-mindahkan barang yg masih bisa diselamatkan. Komandan Kompi Ajun Komisaris Djanur yg saat itu sedang piket mengatakan, mes perwira remaja itu belum lama direnovasi.[-O-]

Selasa, 21 September 2010

Puluhan Tokoh Agama & Pemuda Adakan Pertemuan

Sejumlah pemuka dan tokoh agama dari 27 kabupaten dan kota se-Sumatra Utara mengadakan pertemuan mendadak di Asrama Haji Medan, Selasa (21/9). Pertemuan bertujuan mengantisipasi konflik horizontal antarumat beragama di Sumut menyusul insiden penusukan jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan Bekasi.

Pertemuan juga dalam rangka menginventarisasi kasus-kasus kekerasan dan perusakan tempat-tempat ibadah yang pernah terjadi di Sumut sejak setahun terakhir. Pertemuan ini difasilitasi Gubernur Sumut Syamsul Arifin.

Baik Syamsul Arifin dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sumut Maratua Simanjuntak menyayangkan pelaku sejumlah perusakan dan pembakaran rumah ibadah di Kabupaten Toba Samosir, 27 Juli 2010 silam. Termasuk kasus penistaan agama Hindu baru-baru ini di Medan. Sampai kini pelaku belum ditangkap aparat kepolisian setempat.

Syamsul Arifin meyakini masyarakat Sumut tak akan terhasut dengan adanya isu SARA. Ia juga yakin polisi dapat mengungkap sejumlah kasus pembakaran rumah ibadah di Sumut.

Selain dihadiri pemuka dan tokoh agama Islam, pertemuan yang juga digagas FKUB Sumut ini juga dihadiri tokoh-tokoh Gereja HKBP dari Tapanuli Utara dan Toba Samosir. Ada pula Ketua Walubi Sumut Indra Wahidin dan tokoh dari agama Hindu, Konghucu dan Katolik

Sabtu, 18 September 2010

Panglima TNI Gerak Santai Jalan Bersama Prajurit

Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso melakukan gerak jalan santai bersama prajurit di lingkungan Mabes TNI, Cilangkap, Minggu pagi.
Dalam gerak jalan santai itu, Panglima TNI didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.
Gerak jalan santai tersebut, merupakan kegiatan tahunan serangkaian peringatan HUT ke-65 TNI.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan jarak yang dilalui sekitar 3,2 kilometer diikuti sekitar 2.234 peserta baik TNI maupun Polri.
Selain para prajurit TNI, gerak jalan juga diikuti keluarga prajurit istri dan anak-anak.
Gerak jalan santai juga dimeriahkan panggung gembira dengan beragam `door prize`, serta pengumuman pemenang berbagai lomba yang diadakan di lingkungan TNI dalam rangka HUT ke-65.
Peringatan HUT ke-65 akan dipusatkan di Jakarta, dengan inspektur upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.[-O-]

Sabtu, 11 September 2010

Kalau Jakarta Berpesta Kuliner

Sebagai ibukota negara, Jakarta selalu punya cerita. Selalu ada hal yg baru yg menarik utk diungkap, tak pernah sepi dari hingar bingar kehidupan metropolitan.
Bulan November ini misalnya, selama 4-29 November 2009 ada Jakarta Culinary Festival. Sebuah even besar yg mengagungkan dunia kuliner, garapan group Ismayah yg selama tujuh tahun ini meramaikan jagad dunia kuliner dan hiburan di ibukota.
Para pecintan kuliner diajak bertualang rasa dibeberapa tempat yg turut serta dlm festival ini, yaitu Social House, Puro Ristorante, e Bar, Blowfish Kitchen & Bar, Pizza e Birra, Miele House, dan Steak House di Four Seasons Hotel.
Event ini menampilkan karya para chef terbaik dgn kreasi unik mereka dlm bertualang gastronomi, seperti Chris Salans, Paul Wilson, Will Meyrick, dan ahli anggur Nick Stock. Festival ini mengangkat para chef lokal, antara lain Executive Chef of Social House Aldo Volpi, Executive Chef of Blowfish Hugo Adrian, Executive Chef of Four Seasons Vindex Tengker, Chef/Owner of Java Bleu Antoine Audran, dan pegang penghargaan Sommelier Suyanto.
Festival ini dpt sambutan hangat dari para pecinta kuliner di Jakarta sejak hari pertama pembukaan. Memasuki minggu kedua, bisa ditemui rangkaian kreasi para chef lokal, seperti demo memasak Aldo Volpi si Social House pd 11 November 2009, yg mengajak bertualang rasa ke Italia Selatan dgn citarasanya yg kaya.
Di hari yg sama, Hugo Adrian mengajak bersantap malam dalam "Japanese Wine Pairing Dinner", di Blowfish Kitchen & Bar. Restoran ini memang begitu terkenal dgn masakan Jepang modern, terutama utk fushion sushi-nya. yg sangat beragam. Bahkan, seorang pelanggan yg telah pindah ke Afrika Selatan, ketika dalam sebuah lawatan bisnisnya ke Jakarta, hal pertama yg langsung dilakukannya adalah menyambangi Blowfish demi melepas rindu dgn sushi roll khasnya.
Demikian pula dgn Vindex Tengker, tokoh di balik nama harum Steak House. Ia dikenal dgn keahliannya memadukan bahan dan bumbu lokal utk penyajian yg sulit ditampik. Selama festival ini pun ia menyajikan menu spesial yg tersedia di Steak House, yaitu racikan Whita (Alba) Truffles yg segar dan hanya tersedia selama 12-14 November.
Tentu saja, ada event-event spesial lainnya yg bisa ditemui dan sayang utk dilewatkan. Untuk informasi selengkapnya kunjungi www.jakartaculinaryfestival.com. [-O-]

Jumat, 10 September 2010

Pengaruh Lingkungan Terhadap kepribadian Anak

Lingkungan dapat mengubah kepribadian seseorang. Apa lagi jika mereka masih kecil dan polos. Untuk membentuk anak menjadi pribadi yg baik, memilih sekolah yg tepat patut dilakukan sejak dini.
Berbicara ttg sekolah yg tepat, tentu ada bbrp aspek yg dpt diperhatikan. Salah satunya adalah dari segi kurikulum. International Baccalaurete (IB) adalah salah satu kurikulum yg digunakan di sekolah international.
Menurut Kathryn Young, Executive Prinsipal Sinar Mas World Academy (SWA), SWA menggunakan IB sbg kurikulumnya. Sebab, program IB bersifat lebih internasional dan "menuntut". Menuntut disini dlm arti kurikulum IB akan membentuk murid tak hanya dari segi akademik, tetapi dari segi kepribadian.
"Kepribadian murid dpt dimulai dari hal-hal yg kecil seperti bagaimana mereka memperlakukan orang lain, entah terhadap guru, siswa atau pun tukang kebun," tambahnya.
Untuk menanamkan nilai-nilai kepribadian yg baik, murid-murid SWA sering mengadakan kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos utk gempa di padang. Dalam baksos tsb, murid-murid mengumpulkan barang-barang layak pakai dan dikemas dalam dus. Selain itu, mereka pun dilatih peduli dgn alam sekitar dgn mempelajari kehidupan laut dan membuat kompos dari makanan sisa.
Membentuk anak menjadi pribadi yg baik tentu tak hanya tanggung jawab sekolah. Di sini orang tua sebaiknya menjadi model yg baik utk anaknya. Contoh mudahnya, ketika orang tua hobi membaca, anakpun akan ikut-ikutan membaca.[-O-]

Untuk Pengalaman Bersantap Yang Berbeda

Tiap individu tentu punya pemaknaan tersendiri saat bersantap. Ada yg terima jadi apa adanya, ada yg lebih senang membumbui hingga menghasilkan cita rasa sesuai selera, sementara ada pula yg lbh senang terlibat dalam proses pembuatan atau memasaknya. Semua itu pd akhirnya menciptakan sensasi tersendiri yg menambah nikmat saat bersantap.
Restoran siap sajipun pd akhirnya memberi sentuhan berbeda seperti yg bisa ditemui di Pepper Lunch. Restoran siap saji asal Jepang ini menyajikan santapan lezat berupa daging dan sayuran segar.
Bahan bakunya pun dijaga kualitasnya dgn mengambil daging steak kualitas premium dari Australia dan New Zealand, salmon dari Norwegia, dan daging ayam pilihan. Demikian pula utk butter dan sausnya yg masih diimpor langsung dari Jepang.
Bukan cuma kualitas masakan, Pepper Lunch juga memberi petualangan memasak tersendiri diman tiap pengunjung harus harus memasak sendiri santapannya. Tiap pengunjung diberi kebebasan utk meracik sendiri bumbu dan saus yg sudah disediakan utk menghasilkan citarasa sesuai selera.
Menu yg punya banyak penggemar antara lain Beef Pepper Rice, Teriyaki Pepper Hamburger, dan seri Salmon. Tingkat kematangannya juga bisa diatur sendiri, mau medium atau well done, tergantung selera.
Hal ini dimungkinkan dgn digunakannya Hot plate sbg media memasak. Menggunakan special electromagnetic cooker, iron plate ini mampu menghasilkan panas hingga 260 derajat celcius dlm waktu 70 detik dan tetap panas (dlm suhu 80 derajar celcius) selama 20 menit. Inilah rahasia utama dari pepper lunch, sehingga daging dimasak pd suhu yg tepat dan tetap segar saat disantap.
Hal ini pulalah yg membawanya makin dikenal di berbagai negara hingga lebih dari 200 outlet. Dari Jepang, Pepper Lunch juga bisa ditemui di Singapura, Filipina, Malaysia, China, Taiwan, dan Hongkong. Di Indonesia sendiri ada 9 outlet, dgn tujuh diantaranya berada di jakarta. Yaitu di Plaza Senayan Level 3, Plaza Indonesia level basement, mall Taman Anggrek Level 4, dan Pepper Lunch Express di Senayan City Food Court Level 5, Emporium Pluit Level 4, Mall Kelapa Gading Level 3, serta Puri Indah Foodcourt Level 2.[-O-]

Kamis, 09 September 2010

Camat Bantargebang Rekaman.

Basofi Sudirman, Gubernur Jawa Timur saat itu, sukses menjadi penyanyi. Kini, langkah itu ada di Bekasi. Edy Rosyadi, Camat Bantargebang, mulai latihan dangdut. "Hanya menyalurkan hobi dan utk menghibur masyarakat," katanya saat ditanya alasan rekaman lagunya.

Langkah rekaman ditempuh ketika hobi bernyanyi dangdut sudah lama ditemui oleh pria asal Indramayu ini. Karena menjabat Camat Bantargebang, maka tema lagu andalanpun terkait dgn "sampah" di TPA Bantargebang.

Bukan tanggung-tanggung ketika masuk dapur rekaman di Tiryani Record, Duren Sawit, melibatkan Maxie Mamiri sbg produser. Bahkan lagu andalan "nasib Pemulung" karya Leo Waldi, pengambilan Video Klipnya di lokasi TPA Bantargebang. Lagu andalan lain yakni "warteg", Duh Eneng, maupun Mawar Merah.

Pria yg dikenal di kalangan Camat sbg "Rhoma Irama2 ini memang sering diminta tampil dalam setiap acara hiburan.

"Dalam waktu dekat sdh beredar kasetnya," katanya.

Tidak mengganggu kerja? "Kita khan hanya hobi. Dan mengambil waktu di luar jam kerja. Pelayanan masyarakat harus tetap diutamakan," katanya. [-O-]

Rabu, 01 September 2010

Tidak Terjerumus NARKOBA

PEREDARAN Narkoba ibarat jamur di musim hujan. tdk hanya di tempat-tempat hiburan, saat ini sdh tersebar di lingkungan perumahan, bahkan ke sekolah-sekolah. Lalu, bagaimana cara menghindar agar keluarga kita tdk terjerumus ke lembah maksiat itu?
Di bawah ini ada beberapa Tips utk menghindarinya, antara lain :
1. Dapatkan informasi mengenai bahaya narkoba dari Koran, majalah, seminar, dll.
2. Persiapkan mental utk menolak jika ditawarkan. Kuatkanlah tekadmu utk menolaknya.

3. Belajar berkata ”TIDAK”, kalau mendapat tawaran Narkoba. Siapkan alasan yg dapat dipakai, dan alihkan pembicaraan jika kamu mulai disudutkan. Namun, bila teman terus memaksa, segera tinggalkanlah tempat itu. Carilah teman bru yg ”bersih” dari Narkoba.

4. Milikilah cita-cita dalam hidup, sehingga hidupmu akan memiliki arah.

5. Lakukan kegiatan positif yg dapat menolong kamu utk menjadi lebih mandiri, percaya diri, srta menyalurkan hobi serta berprestasi.

6. Jika memerlukan informasi atau pertolongan tentang narkoba, teleponlah ke layanan konseling narkoba gratis. Konselor siap membantu jika kamu memerlukan pertolongan utk korban narkoba.


Selain itu, agar tidak terjerumus narkoba diperlukan pendekatan kognitif dari orang tua, sekolah, dan guru. Pendekatan kognitif merupakan pendekatan yg mencoba mengurang presepsi negatif tentang diri sendiri dengan cara mengubah kesalahan berpikir dan keyakinan diri yg keliru.
Selanjutnya, mengajarkan cara pengendalian tingkah laku yg tidak dikehendaki. Dengan memberikan tindakan preventif, anak dapat dibimbing berpikiran positif. Namun, jika anak sudah terlanjur terlibat narkoba, maka sebaiknya orang tua tidak ”meninggalkan” mereka dalam upaya penyembuhan diri sendiri, tetapi harus terlibat sepenuhnya agar pecandu mendapat dukungan moril.
Pecandu yg telah keluar dari rehabilitasi sangat dianjurkan utk mengikuti program lanjutan agar dampak ingatan dari narkoba tidak menimbulkan masalah lanjutan.[-O-]

Berjuang Untuk Hidup Di Gedung Juang

Enam hari menganggur tak membuat Iyus bugar. Wajahnya lusuh, kantong bawah matanya mengantung karena kurang tidur, badannya demam dan sesekali bersin. Tinggal bersesakan bersama ribuan orang di pengungsian, perjuangan berat baginya.
Putri kedua Iyus, Risma (4), menangis di gendongan, Jumat (26/3). Ruangan sumpek, udara lembab, dan angin malam membuat Risma demam dan batuk. Kerokan Engkas (31), ibu Risma, di punggung tdk meringankan sakit Risma.
Ruang berukuran 9x12 meter di Gedung Juang 45, Kelurahan Kerawang, Kulon, Kecamatan Kerawang Barat, Kabupaten Kerawang, Jawa barat, tempat Iyus dan enam anggota keluarganya mengungsi, diisi lebih dari 300 orang. Pengungsi umumnya berasal dari Kampung Poponcol, Kelurahan Kerawang Kulon, yg rumahnya kena luapan sungai Citarum.
Ratusan pengungsi lain memenuhi lorong, emperan, dan lahan parkir gedung. Mereka tdk berdesakkan di tikar, karpet atau kasur lipat. Pagar tanaman, pagar besi, dan kabel telepon menjadi tempat jemuran, sekaligus sekat antar lorong dan "daerah kekuasaan".
Kantor Inspektorat Kabupaten Karawang yg menempati beberapa ruang di gedung Juang 45 tenggelam oleh suasana pengungsian. Sepekan terakhir, bocah-bocah berlarian, pengurus kelompok hilir mudik mengurus makanan anggotanya, dan warga berobat ke posko kesehatan

Gelisah
Seperti iyus, Ujang Adih (38) juga dibuat repot oleh banjir. Ia harus mondar-mandir antara pengungsian dan rumahnya utk mengecek harta benda yg ditinggal, seperti sepeda motor, televisi, kulkas dan kasur.
Ujang yg sehari-harinya berjualan bubur kacang ijo terpaksa tdk berjualan utk sementara. Waktu dan tenaganya habis utk mengurus keluarga serta bergiliran jaga malam hari. "Ada tetangga yg kehilangan televisi, rice cooker, dan tabung gs. Pencuri berpura-pura berpatroli atau membantu evakuasi dgn rakit bambu atau perahu," katanya.
Pencuri membuat Ujang, Iyus dan pengungsi lain gelisah. mereka juga menghadapi ketidak pastian kapan banjir surut, kapan bisa bekerja atau sekolah lagi, dan bagaimana kondisinya harta bendanya setelah terendam air berhari-hari.
Mereka juga kehilangan sumber penghasilan. Deretan rumah di perumahan Galu Mas, Kecamatan Teluk Jambe Timur, yg sedang dikerjakan Iyus bersama kuli bangunan lain, juga tergenang banjir. Rute dagang bubur Ujang sepekan terakhir terputus banjir.
Kerepotan juga dialami Andung (47) yg mengungsi di Rusunawa Adiarsa, Kelurahan Adiarsa barat; Hasan (36) di kompleks masjid Al Jihad, Kelurahan Karangpawitan; serta Yayan (50) di perum Karaba Indah, Desa Wadas. Ribuan pengungsi di Kabupaten Karawang kini bergantung pd bantuan makanan yg terkadang tidak genap tiga kali sehari.
Hingga hari kesembilan banjir di Karawang, jumat siang, Dinas sosial Karawang mencatat, ada 23.243 rumah yg dihuni oleh 100.120 jiwa, dan tersebar di 10 kecamatan di sepanjand daerah aliran sungai Citarum, tergenang banjir. Situasi ini sangat menyiksa. para pengungsi tidak tahu sampai kapan harus berjuang hidup di Gedung Juang...[-O-]